Analisis Politik

Demokrat Mendua

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia
Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia

i

Saya membaca pidato AHY seperti sikap 'mendua' Demokrat. Seperti apa ?

Ya. Pidato AHY terlihat mendua. Satu sisi tetap usung perubahan untuk menjaga basis konstituen Demokrat, namun sisi lainnya tetap ada perbaikan untuk melanjutkan semua hal yang baik di era Jokowi sebagai pesan bahwa Demokrat juga bersama Jokowi melalui dukungan ke Prabowo-Gibran .

Saya menilai pidato AHY  terlihat menimbulkan kegalauan, utamanya terkait posisi politik Demokrat.

Pidato yang terlihat galau, terutama dari positioning politik Demokrat. Satu sisi Demokrat hati dan pikirannya penuh dengan semangat perubahan, selalu mengambil jarak berseberangan dengan Jokowi, tapi sisi lainnya Demokrat harus berkompromi dengan realitas politik mendukung Prabowo-Gibran yang notabenenya adalah replika politik Jokowi.

Menurut saya, Demokrat juga rumit memposisikan diri secara politik. Sebab, basis Partai Demokrat adalah yang menyuarakan perubahan dan kritis terhadap pemerintahan Jokowi.

Tak heran kalau kemudian pidato AHY masih menggaungkan perubahan dan perbaikan. Karena rumit memposisikan diri secara politik. Kalau mau jujur, basis konstituen Demokrat adalah mereka yang sangat vokal kritis ke Jokowi, tapi apa hendak dikata Demokrat mendukung capres-cawapres yang juga jagoan Jokowi

Saya menilai dukungan ke Prabowo-Gibran akan berpengaruh terhadap elektoral Partai Demokrat.

Bagi saya, pidato AHY soal perubahan itu untuk mendapatkan dukungan politik dari pemilihnya.

Sepertinya begitu, sedikit banyak berpengaruh ke Demokrat. Pertama Demokrat kesulitan mencari posisi politik karena basis konstituennya justru pro-perubahan. Sementara capres yang diusung Demokrat pro-keberlanjutan. Rumit bukan? Tapi pidato AHY harus dimaknai sebagai upaya menciptakan momentum agar Demokrat tetap mendapat dukung politik dari pemilihnya.

Apalagi, Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran tidak banyak bereaksi atas pidato AHY yang menyinggung perubahan ini.

Menurut saya, ini mengartikan pidato AHY ada kaitannya pertemuan Jokowi dengan pimpinan parpol pendukung Prabowo-Gibran sebelum debat ketiga minggu lalu.

Sepertinya TKN tak bakal bereaksi, karena tak eksplisit ke mana arah maksud pidato AHY itu. Namun, bisa jadi pertanyaan juga, jangan-jangan pidato AHY itu dilakukan karena tak diajak bicara Jokowi sebelum debat ketiga di mana Jokowi hanya maraton bertemu dengan Prabowo, Airlangga, dan Zulhas. Dan tidak ada pertemuan dengan AHY.

 

Pidato AHY

Sebelumnya, AHY dalam pidatonya mengatakan bahwa menerima pertanyaan dari masyarakat saat berkunjung ke beragam daerah.

Menurut AHY, masyarakat bertanya apakah Demokrat masih tetap memperjuangkan agenda perubahan dan perbaikan usai mendukung calon presiden Prabowo Subianto.

"Muncul pertanyaan dari masyarakat, apakah Demokrat masih bisa memperjuangkan agenda perubahan dan perbaikan?. Seraya melanjutkan yang sudah baik. Sementara tidak ada kader Demokrat yang menjadi calon presiden dan calon wakil presiden," kata AYH, dalam pidatonya, Jumat (12/1).

AHY menyatakan bahwa agenda perubahan dan perbaikan masih dilakukan meski Demokrat saat ini berkoalisi dengan partai pemerintah Presiden Jokowi.

 Dia menyinggung semua koalisi capres ada partai pendukung pemerintah Jokowi.

"Jawabannya tetap bisa dilaksanakan, karena faktanya, hampir di semua koalisi ada unsur pemerintahan, dan unsur di luar pemerintahan, artinya posisi kita sama saja," ucapnya.

AHY mengklaim, telah bicara dengan Prabowo Subianto capres yang diusungnya, soal agenda perubahan dan perbaikan itu. Prabowo kata AHY, telah bersepakat mewadahi aspirasi dari PD tersebut. n rmc

 

 

*) Dipaparkan Adi Prayitno kepada wartawan, Sabtu (13/1/2024).

Berita Terbaru

Pembatasan Pembelian Pertalite, Diundur

Pembatasan Pembelian Pertalite, Diundur

Kamis, 27 Agu 2026 07:21 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 07:21 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menurut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, kebijakan pembatasan pembelian Pertalite, akan dilakukan dengan memperhatikan kondisi ekonomi…

Mantan Menteri Koperasi Bisiki Jokowi

Mantan Menteri Koperasi Bisiki Jokowi

Kamis, 27 Agu 2026 07:19 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 07:19 WIB

SURABAYAPAGI.com - Video yang memuat suasana pertemuan di sebuah ruangan di mana Budi Arie duduk di sebelah Jokowi. Dalam video singkat tersebut, Mantan…

KEPALA BEA DAN CUKAI KEDIRI, DITAHAN KPK

KEPALA BEA DAN CUKAI KEDIRI, DITAHAN KPK

Kamis, 27 Agu 2026 07:15 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 07:15 WIB

SURABAYAPAGI.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPP) Bea dan Cukai Kediri, Gatot Heroe Hernanda, sebagai…

Pemred Radit Korban Mafia Kasus

Pemred Radit Korban Mafia Kasus

Kamis, 27 Agu 2026 07:12 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 07:12 WIB

KEPADA: Rakyat Indonesia, Dewan Pers, AJI, PWI, LBH Pers, Kapolri, dan Para Penguasa yang Lupa, Dengan cinta dan dengan marah, kami menulis surat ini. Kami…

Peringati Maulid Nabi dan HUT RI, Pemkot Mojokerto Datangkan Da'i Kondang Ustadz Zacky Mirza

Peringati Maulid Nabi dan HUT RI, Pemkot Mojokerto Datangkan Da'i Kondang Ustadz Zacky Mirza

Kamis, 27 Agu 2026 07:06 WIB

Kamis, 27 Agu 2026 07:06 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto menggelar pengajian akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW dan HUT ke-81 …

BTT Meroket Tak Wajar hingga 576 Persen, ‎Telan Porsi 31,6 Persen di APBD Perubahan

BTT Meroket Tak Wajar hingga 576 Persen, ‎Telan Porsi 31,6 Persen di APBD Perubahan

Rabu, 26 Agu 2026 22:10 WIB

Rabu, 26 Agu 2026 22:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun- Sejumlah fraksi DPRD Kota Madiun mempertanyakan lonjakan signifikan pada pos Belanja Tidak Terduga (BTT) dalam rancangan Perubahan…