SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) terus menggalakan proyek Strategis Nasional (PSN) yang kini telah menyerap anggaran pendanaan pengadaan lahan dari Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) senilai Rp 123,87 triliun dari total alokasi Rp 159,89 triliun untuk 2017-2023.
Selama hampir satu windu, pemerintah melalui LMAN telah mengucurkan ratusan triliun anggaran negara untuk mendanai 117 PSN yang berasal dari berbagai jenis proyek, mulai dari jalan tol, bendungan, hingga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Dari total 117 PSN itu ada delapan sektor,” ungkap Direktur Pengadaan dan Pendanaan Lahan LMAN Rustanto, Rabu (24/01/2024).
Adapun 8 sektor tersebut terdiri atas 58 proyek jalan tol yang telah menelan anggaran Rp 104,2 triliun, 38 proyek bendungan senilai Rp 13,3 triliun, 6 proyek irigasi senilai Rp 0,632 triliun, 1 proyek air baku senilai Rp 0,77 triliun, 10 proyek jalur KA senilai Rp 3,2 triliun, 1 proyek pelabuhan senilai Rp 0,800 triliun, 1 proyek KSPN senilai Rp 0,085 triliun dan 8 proyek IKN senilai Rp 1,4 triliun.
“Proyek tol sangat mendominasi. Fluktuasinya dari tahun 2017 sampai 2023, di 2023 itu ada Rp 18,206 triliun. Terkait dengan kita mengalokasikan itu dulu awalnya kebanyakan didominasi oleh dana talangan artinya dari kontraktor atau BUJT yang dia menandai terlebih dahulu, semakin ke sini di 2023 didominasi pembayaran langsung (oleh LMAN),” urai Rustanto.
Lebih lanjut, Rustanto mengungkapkan, 5 besar realisasi pendanaan pengadaan lahan PSN sektor tol tahun 2023 diantaranya, Tol Solo-Yogya-Kulon Progo (Rp 3,04 triliun), Tol Semarang Demak (Rp 2,69 triliun), Tol Yogya-Bawen (Rp 2,48 miliar), Tol Bekasi Cawang K. Melayu (Rp 1,06 miliar), Tol Gedebage Tasikmalaya Cilacap (Rp 914 miliar).
“Proyek tol sangat mendominasi. Fluktuasinya dari 2017 sampai 2023, di 2023 itu ada Rp 18,206 triliun,” jelasnya.
Dia mengatakan awalnya proyek tol didominasi lewat dana talangan, yakni dari kontraktor atau badan usaha jalan tol (BUJT). "Mereka yang menandai terlebih dahulu, semakin ke sini di 2023 didominasi pembayaran langsung (oleh LMAN)," paparnya.
Sementara, 5 besar realisasi pendanaan pengadaan lahan PSN non jalan tol tahun 2023 yakni, IKN Seksi 3A: Karang Joang-KKT Kariangau (Rp 881,06 miliar), Pembangunan infrastruktur IKN Tahap 1 (Rp 413,13 miliar), Bendungan Cipanas (Rp 341,13 miliar), Bendungan Bener (Rp 293 miliar), Bendungan Jlantah (Rp 265 miliar).
Kemudian, 5 besar provinsi dengan realisasi terbesar tahun 2023 diantaranya, Jawa Tengah (Rp 6,68 triliun), Jawa Barat (Rp 3,95 triliun), DIY (Rp 2,51 triliun), Kalimantan Timur (Rp 1,69 triliun), Jawa Timur (Rp 884 miliar). jk-01/dsy
Editor : Desy Ayu