Diduga Kena Serangan Jantung, Bus Harapan Jaya Sludruk Halte TransJakarta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Tangkapan layar sopir bus Harapan Jaya menabrak halte TransJakarta Pasar Rebo, Jakarta Timur, SP/ info_jakartatimur
Tangkapan layar sopir bus Harapan Jaya menabrak halte TransJakarta Pasar Rebo, Jakarta Timur, SP/ info_jakartatimur

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Kecelakaan Lalu Lintas (Laka Lantas) baru saja terjadi antara Bus Harapan Jaya yang menabrak halte TransJakarta di Pasar Rebo, Jakarta Timur pada Jumat sekitar pukul 16.00 WIB. Kejadian tersebut menyebabkan sang sopir bus tewas di tempat.

Kepala Unit (Kanit) Kecelakaan Lalu Lintas Satuan Lalu Lintas (Laka Satlantas) Satwil Jakarta Timur Iptu Darwis Yunarta menduga jika sopir Bus Harapan Jaya tersebut diduga mengalami serangan jantung sebelum menabrak halte tersebut.

"Iya diduga serangan jantung," ujarnya, Minggu (28/01/2024).

Diketahui, korban berinisial AS (47) asal dari Jombang yang membawa Bus Harapan Jaya dengan plat nomor polisi AG 7436 US. Saat itu korban melintas di Jalan Raya TB Simatupang arah barat tepatnya ke arah halte TransJakarta kawasan Jakarta Timur.

Sementara kecelakaan berawal saat bus kehilangan kendali akibat pengemudi Ahmad Sabar (47) mengalami sesak napas. Diduga pengemudi sakit sehingga tidak bisa menguasai kemudi yang mengakibatkan bus hilang kendali dan menabrak halte.

"Akibat dari kecelakaan tunggal tersebut pengemudi bus mengalami luka dan meninggal dunia dalam perjalanan ke RSUD Pasar Rebo," ujarnya.

Sedangkan akibat kecelakaan tersebut, terdapat sejumlah kerusakan materi dari kecelakaan ini yakni kaca dan halte TransJakarta rusak dan bus Harapan Jaya juga mengalami kerusakan. Beruntung, tidak ada penumpang yang jadi korban di bus tersebut.

Dalam keterangan akhirnya, Polres Jakarta Timur telah mengamankan barang bukti berupa SIM dan STNK sopir, olah tempat kejadian perkara (TKP) hingga membawa jenazah ke rumah sakit.

Pihaknya juga masih mencari saksi-saksi dan melakukan olah TKP lanjut untuk keperluan penyelidikan kasus kecelakaan bus menabrak Halte Transjakarta. "Kasusnya ditangani tim 1 Unit Laka Satlantas Jakarta Timur," tuturnya. jk-07/dsy

Berita Terbaru

Gerindra, Tahun 2029, Belum Bahas Cawapres

Gerindra, Tahun 2029, Belum Bahas Cawapres

Jumat, 06 Feb 2026 18:53 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saat ditanya terkait posisi cawapres 2029 pendamping Prabowo Subianto , Sekjen Partai Gerindra Sugiono menegaskan belum ada…

Ribuan Hufadz Gelar Semaan Al Qur'an Berharap Sidoarjo, Makmur Aman dan Damai

Ribuan Hufadz Gelar Semaan Al Qur'an Berharap Sidoarjo, Makmur Aman dan Damai

Jumat, 06 Feb 2026 18:42 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo  - Ribuan masa Hafidz memadati Pendopo Delta Wibawa Sidoarjo dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) Ke …

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Pilpres 2029, PAN Ajukan Zulhas Dampingi Prabowo

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:40 WIB

Wakil Ketua Umum PAN Tegaskan Dukung  Prabowo, tak Sepaket dengan Gibran Rakabuming Raka, Juga PKB     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kini, ada sejumlah partai …

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Pengondisian Jalur merah, Tiap Bulan Rp 7 Miliar

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:38 WIB

Modus Suap Importir PT Blueray ke Para Oknum Dirjen Bea Cukai Temuan KPK   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyebut para oknum Bea Cukai juga menyewa safe …

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Usai Uang Asing, Ada Suap dengan Logam Mulia

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:35 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK mulai menganalisis fenomena suap dengan emas.  Dalam OTT terhadap pejabat Bea Cukai Jakarta, KPK sita Logam mulia seberat 2,5 …

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Diduga Tersandung Suap

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Fitroh Rohcahyanto, pimpinan KPK berlatar belakang jaksa  menyatakan OTT di PN Depok, berkaitan dengan dugaan suap pengurusan …