Home / Opini : Jumat Berkah

Doa Orang Terzalimi

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 01 Feb 2024 20:07 WIB

Doa Orang Terzalimi

“Am may yujîbul-mudltharra idzâ da‘âhu wa yaksyifus-sû'a wa yaj‘alukum khulafâ'al-ardl, a ilâhum ma‘allâh, qalîlam mâ tadzakkarûn”

 

Baca Juga: "Ahh, Jadi Merepotkan"

 

Itu bacaan doa orang terzalimi. Doa ini  tercantum dalam Al-Qur'an surah An-Naml ayat 62. Yang artinya: Apakah (yang kamu sekutukan itu lebih baik ataukah) Zat yang mengabulkan (doa) orang yang berada dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, menghilangkan kesusahan, dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi? Apakah ada tuhan (lain) bersama Allah? Sedikit sekali (nikmat Allah) yang kamu ingat.

Tanyakan pula kepada mereka, “Bukankah Dia Allah yang memperkenankan doa orang yang terpaksa, yakni berada dalam kesulitan yang mencekam apabila dia berdoa kepada-Nya? Dan bukankah Dia Yang Kuasa menghilangkan kesusahan yang menimpa siapa pun dan Yang Kuasa menjadikan kamu wahai manusia sebagai khalifah, penerus generasi sebelum kamu di bumi? Apakah ada yang mampu melakukan hal serupa itu? Pasti tidak ada. Jika demikian, apakah di samping Allah ada tuhan yang lain? Sedikit sekali nikmat Allah yang kamu ingat.

Al Hafidz Ibnu Katsir, menukil sebuah kisah berkenaan dengan surat An Naml ayat 62 yang artinya,”Bukankah Dia (Allah) yang menjawab doa orang yang berada dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya.”

Al Hafidz Ibnu Katsir menukil dari Al Hafidz Ibnu Asakir, beliau mengisahkan, ada seorang laki-laki yang menyewakan baghalnya dari Damaskus menuju Az Zabadani.

Suatu saat seorang laki-laki menyewa baghalnya melalui jalan yang tidak biasa digunakan manusia.

Menurut laki-laki itu melalui jalan itu jarak yang ditempuh lebih dekat. Pemilik baghal pun menolak dan menyatakan bahwa ia tidak pernah melalui jalan itu. Namun si penyewa tetap bersikeras bahwa dengan melalui jalan itu jarak yang ditempuh lebih dekat dan akhirnya mereka berdua melalui jalan tersebut.

Akhirnya sampailah keduanya di depan jurang dalam yang di dalamnya banyak mayat. Si penyewa baghal pun menyuruh berhenti pemilik baghal dengan menghunus sebulah pisau.

Pemilik baghal lari untuk menyelamatkan diri, namun si penyewa mengejarnya. “Ambil baghal itu untukmu!” Pemilik baghal berkata, namun orang yang mengejarnya mengatakan,”Ia memang milikku dan aku ingin membunuhmu!”

Baca Juga: Hormati Imlek

Si pemilik baghal berusaha mengingatkan dosa kepada laki-laki yang mengejarnya, namun tidak ada hasilnya. Akhirnya si pemilik baghal  menyerah.

Dan sebelum dibunuh, si pemilik baghal meminta waktu untuk melaksanakan shalat dua rakaat. Laki-laki yang hendak membunuhnya pun mengizinkan, “Kamu boleh mengerjakannya cepat lakukan!”

Karena katakutannya, saat shalat, si pemilik baghal tidak ingat surat-surat Al Qur`an yang telah ia hafal hingga ia hanya berdiri dengan kebingungan. Laki-laki yang hendak membunuhnya pun mengatakan,”Ayo cepat!”

Tiba-tiba Allah menggerakkan lisan si pemilik baghal hingga akhirnya ia mengucap ayat 62 dari surat An Naml yang artinya,”Bukankah Dia (Allah) yang menjawab doa orang yang berada dalam kesulitan apa bila dia berdoa kepada-Nya.”

Setelah itu si pemilik baghal melihat seorang penunggang kuda di balik jurang yang membawa busur panah. Kemudian laki-laki melontarkan panah ke arah orang yang menghunus pisau, hingga tepat mengenai jantungnya, hingga ia tewas seketika.

Baca Juga: Doa Hujan Petir

Si pemilik baghal pun bertanya kepada pelontar panah,”Demi Allah siapa Anda?”

Ia pun menjawab,”Saya adalah hamba Dia yang menjawab doa orang yang berada dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya.”

Hal yang saya tahu, meski tidak ada doa khusus untuk orang yang terzalimi, berangkat dari Al-Qur'an dan hadis serta doa-doa dari para ulama, kita bisa memanjatkan doa kepada Allah SWT, saat kesulitan.

Dalam sebuah riwayat, Rasulullah SAW, mengingatkan umatnya untuk tidak berbuat zalim kepada sesama manusia. Pasalnya, doa orang terzalimi termasuk doa yang mendapatkan keistimewaan dari Allah Swt.

Dan tindakan zalim sangat dibenci oleh Allah Swt. dan Rasul-Nya. Orang yang melakukan perbuatan zalim akan dibalas dengan siksaan yang sangat pedih. MashaAllah. ([email protected])

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU