SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pj Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro terus menggencarkan gerakan 'sedekah oksigen' dengan menanam ribuan bibit pohon tabebuya di sejumlah fasilitas publik Kota Mojokerto.
Setelah sebelumnya dilakukan di area kolam retensi, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, kini Mas Pj Wali Kota bersama Gerakan Pramuka Kwarcab Kota Mojokerto kembali menanam 1500 bibit pohon tabebuya di Camp Ground Rejoto, Kelurahan Pulorejo, Kecamatan Prajurit Kulon.
"Hari ini kita lakukan kegiatan sedekah oksigen dengan menanam 1500 bibit pohon tabebuya bersama-sama anggota pramuka Kwarcab Kota Mojokerto di camp ground Rejoto," ungkap Mas Pj. Wali, Sapaan akrab Pj. Wali Kota Mojokerto, Ali Kuncoro, Jumat (2/2/2024).
Gerakan penghijauan ini, ujar Mas Pj, selain sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan anggota pramuka di Kota Mojokerto, juga untuk mengurangi pemanasan global menuju net zero emission tahun 2060.
"Selain itu, juga dapat mengurangi resiko terjadinya bencana alam yang disebabkan oleh kerusakan alam dan melestarikan lewat penghijauan di seluruh area publik," ujarnya.
Kenapa pohon tabebuya?, Mas Pj lantas menjawab, selain cantik, pohon yang mirip dengan pohon sakura ini juga dikenal memiliki banyak manfaat seperti mampu menangkal polusi udara serta menyerap udara yang tercemar.
Disamping itu pohon tabebuya juga memiliki kemampuan menyerap air dengan sangat baik, hal tersebut diharapkan dapat mencegah ataupun meminimalisir terjadinya banjir.
"Selain bunganya yang cantik, tanaman tabebuya ini juga banyak manfaatnya. Harapannya tentu selain mempercantik area sekitar camp ground, juga bisa menangkal polusi udara, serta bisa menyerap air hujan biar tidak terjadi banjir," terang Mas Pj. Wali.
Sebagai informasi, Pemkot Mojokerto sebelumnya juga sudah menanam ratusan pohon tabebuya di beberapa titik, seperti di Alun-alun Wiraraja, Jalan Brawijaya, Jalan Pahlawan, dan di Jalan Benteng Pancasila.
Setiap memasuki awal musim hujan, ratusan pohon tabebuya dengan aneka warna bermekaran di Kota Mojokerto dan menjadi jujukan spot swafoto masyarakat. Dwi
Editor : Redaksi