SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Komitmen Pj Wali Kota Mojokerto Moh Ali Kuncoro untuk permudah layanan perizinan bukan isapan jempol belaka. Terbukti, pada Januari 2024 ini, izin terbit Kota Mojokerto sudah mencapai 339 izin.
Jumlah tersebut naik drastis sebesar 99 persen jika dibandingkan bulan yang sama pada tahun 2023 lalu (year-on-year) yakni hanya sebesar 172 izin.
Dari data DPMPTS Naker setempat, zin terbit Kota Mojokerto pada Januari 2024 didominasi OSS-RBA (Perizinan usaha berbasis resiko/NIB) sebanyak 175 izin.
Kemudian disusul, SiMojo (perizinan online kota Mojokerto) sebanyak 99 izin, SIMBG (Persetujuan bangunan gedung dan sertifikat laik fungsi (PBC&SLF) sebanyak 12 izin dan MPPD (Perizinan Tenaga Kesehatan) sebanyak 53 izin
Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro mengatakan Pemkot Mojokerto berkomitmen untuk mempermudah segala perizinan termasuk bagi Perusahaan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN).
Pj Wali Kota yang akrab disapa Mas Pj ini menjelaskan, seiring meningkatnya iklim investasi di Kota Mojokerto, maka pemerintah menjamin proses perizinan bisa berjalan mudah, lancar, dan bisa diakses oleh masyarakat dimanapun dan kapan pun.
"Kami tidak hanya menyediakan aplikasi, tidak hanya coaching clinic, tapi kami juga melakukan upaya jemput bola, dengan memberi pelayanan perizinan turun secara bergiliran ke kelurahan se-Kota Mojokerto," katanya.
Upaya tersebut diharapkan agar masyarakat dapat lebih cepat dan dekat dengan pelayanan perizinan di Kota Mojokerto. Sehingga semua pelaku usaha bisa memperoleh izin usahanya.
"Tidak ada alasan untuk tidak mengurus perizinan. Nanti setelah izinnya jadi maka berkas izin akan diantarkan ke pelaku usaha masing-masing," kata Pj wali kota.
Selain menjamin kemudahan izin, Mas Pj juga memberikan fasilitasi Klinik OSS bagi pengusaha yang butuh pendampingan.
Sejauh ini, Pemerintah Kota Mojokerto telah memiliki dua inovasi yang bisa digunakan untuk akses perizinan usaha, yaitu Jempol Mempesona dan Mojokerto 1daman.
"Harapan kami kedepan keberadaan klinik OSS dan aplikasi yang kita sediakan, ini silahkan diakses serta disebarluaskan bagi yang belum memiliki informasi tersebut," kata Mas Pj
Melalui izin usaha mudah dan murah yang diberikan, pertumbuhan investasi di Kota Mojokerto meningkat drastis di tahun 2023 sebesar Rp. 425.904.411.032.
Angka tersebut naik signifikan jika dibandingkan tahun. 2022 sebesar Rp. 154 miliar. Dan bahkan melebihi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar Rp. 370 miliar. Dwi
Editor : Redaksi