SMPN 2 Buduran Komitmen Sebagai Sekolah Ramah Anak

author Redaksi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Sebagai salah satu satuan pendidikan formal tingkat menengah pertama di wilayah Sidoarjo, SMPN 2 Buduran berkomitmen menjadi Sekolah Ramah Anak (SRA).

Sekolah yang menyandang berbagai gelar diantaranya sebagai sekolah penggerak, sekolah  pendidikan inklusi  juga sekolah adiwiyata ini sudah lama berupaya menyelenggarakan sekolah ramah anak.

Hal ini dilihat dari fasilitas sekolah yang aman dan ramah anak,  mulai dari fasilitas teras depan yang khusus  kursi roda, ruang toilet yang cukup bagus dengan memisahkan toilet putra dan putri juga dilengkapi dengan toilet  khusus putri yang fasilitasnya sangat bagus, serta dilengkapi box peralatan pribadi remaja putri dan bak sampah, "Secara berkelanjutan kami membangun kelengkapan fasilitas yang mendukung  sekolah ramah anak (SRA) seperti jalannya kursi roda untuk disabilitas yang tentunya peralatan yang menyesuaikan dengan kondisi siswa berkebutuhan khusus ini." Ujar Aris Setiawan SPd, MPd Kasek SMPN 2 Buduran, Kamis (15/2).

Begitu juga dengan kondisi, ruang belajar, perpustakaan, kantin serta fasilitas olahraga sangat rapi  demi memenuhi kebutuhan siswa di sekolah. Semuanya terasa aman, nyaman dan menyenangkan membuat para siswa merasa enjoy dalam belajar sehari-hari.

Lebih lanjut juga dipaparkan oleh Kasek yang ramah namun berwibawa ini, penyelenggaraan SRA di sekolah ini sudah lama dilakukan bahkan sebelum seleksi ditetapkan sebagai sekolah penggerak sudah ada agen anti  bullying,  untuk  melindungi serta menjaga keramahan dalam penyelenggaraan pendidikan yang nyaman aman serta menyenangkan.

"Peduli dan berbudaya serta berbasis lingkungan hal ini mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak hak anak dalam belajar juga melindungi anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan yang salah." Papar Aris.

Disebarkan dengan gamblang, agen anti bullying untuk tahun ini di sekolah ini juga punya program 'Gengsi Spendura' yaitu agensi sekolah SMPN 2 Buduran bertoleransi yang sudah terafiliasi dengan komunitas budaya Brang Wetan  Henry Nur Cahyo.  Dengan perubahan anti intoleransi ini sebagai antisipasi di sekolah ini jangan sampai terjadi perlakuan yang salah yakni lingkungan belajar yang tidak sehat, mencegah terjadi kekerasan antar peserta didik maupun kekerasan yang dilakukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan juga sebab musabab lainnya.

"Jika sudah terbentuk perilaku pendidikan yang berkarakter dan lingkungan sekolah yang sehat dan ramah  dapat menjamin terpenuhinya hak anak sehingga memungkinkan anak belajar dengan baik dan menyenangkan sehingga dapat mengekspresikan  potensinya dengan baik pula" Ujar Aris Setiawan 

Selain itu, menurut Kasek yang sudah lima tahun mengembangkan SMPN 2 Buduran ini berharap bisa menciptakan hubungan antar warga sekolah yang lebih baik, akrab, dan berkualitas sehingga anak terbiasa dengan pembiasaan yang positif serta memudahkan pemantauan kondisi anak selama anak di sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan.

Sementara itu, salah satu siswa kelas 7 sebut saja Tony  menyambut baik atas penyelenggaraan sekolah ramah anak di sekolahnya, ditanya terkait perlindungan atas penggunaan gadget di sekolahnya, " Kami  mempunyai gadget hp tapi di sekolah kami harus mematuhi aturan ketat sekolah dalam penggunaannya agar tidak terpengaruh hal negatif dari penggunaan gadget" ujarnya.

Tidak dipungkiri, bahwa siswa SMP adalah generasi z yang tidak lepas dari gadget, namun untuk menjamin keberhasilan literasi digital serta dapat berkreasi, siswa tidak boleh membawa HP ketika masuk jam belajar di sekolah karena bebas dari pengaruh konten konten negatif, "Selama jam belajar berlangsung siswa tidak diperbolehkan membawa handphone kecuali ketika ada pelajaran yang mengharuskan menggunakan gadget dengan pengawasan ketat para guru." tuturnya lagi.  Hdk/hik

Berita Terbaru

Budiono Kawal Penyerahan  Sapi 1,2 Ton dari Presiden Prabowo

Budiono Kawal Penyerahan Sapi 1,2 Ton dari Presiden Prabowo

Selasa, 26 Mei 2026 17:53 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 17:53 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Bojonegoro- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyalurkan sapi kurban berbobot 1,2 ton untuk Pondok Pesantren Modern Al Fatimah…

IIMS Surabaya 2026, Produsen Tawarkan SUV 7-Seater Elektrifikasi untuk Segmen Keluarga

IIMS Surabaya 2026, Produsen Tawarkan SUV 7-Seater Elektrifikasi untuk Segmen Keluarga

Selasa, 26 Mei 2026 17:49 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 17:49 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Segmen kendaraan keluarga berbasis elektrifikasi semakin kompetitif seiring hadirnya berbagai model baru dalam ajang Indonesia I…

Salurkan BLT DBHCHT, Ratusan Buruh Rokok di Bojonegoro Terima Bantuan

Salurkan BLT DBHCHT, Ratusan Buruh Rokok di Bojonegoro Terima Bantuan

Selasa, 26 Mei 2026 17:40 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 17:40 WIB

SurabayaPagi, Bojonegoro – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (…

Momentum Hari Raya Idul Adha Dongkrak Ekonomi Peternak, Stok Jatim Surplus

Momentum Hari Raya Idul Adha Dongkrak Ekonomi Peternak, Stok Jatim Surplus

Selasa, 26 Mei 2026 17:35 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 17:35 WIB

SurabayaPagi, Bojonegoro – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, melakukan pengecekan langsung kesiapan hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 1…

Surabaya Kian Strategis Jadi Pusat Distribusi Otomotif Kawasan Timur Indonesia

Surabaya Kian Strategis Jadi Pusat Distribusi Otomotif Kawasan Timur Indonesia

Selasa, 26 Mei 2026 17:29 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 17:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT Bridgestone Tire Indonesia kembali berpartisipasi dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) Surabaya 2026 yang digelar p…

Terancam Dirumahkan di 2027, Ribuan Guru Honorer Non-Dapodik Gruduk DPRD dan Pemkab Ponorogo 

Terancam Dirumahkan di 2027, Ribuan Guru Honorer Non-Dapodik Gruduk DPRD dan Pemkab Ponorogo 

Selasa, 26 Mei 2026 15:48 WIB

Selasa, 26 Mei 2026 15:48 WIB

SURABAYA PAGI,Ponorogo– Gelombang keresahan melanda ribuan guru honorer di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Sebanyak hampir 1.000 guru yang tergabung dalam F…