SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - Suasana riang dengan berbaju olahraga saat itu para siswa SMPN 1 Taman, bukan melakukan salah cabang olahraga (cabor) atletik kekinian, namun mereka sedang memainkan 'gobak sodor' yakni semacam olahraga tradisional Sidoarjo warisan kebudayaan permainan anak yang sudah hampir punah yang dikenal dengan ‘Dolanan bocah'.
Permainan yang hampir tenggelam oleh zaman itu, kini dihidupkan atau dilestarikan lagi oleh anak anak siswa SMP Negeri 1 Taman Sidoarjo. Termasuk beberapa kegiatan pelestarian uri uri kebudayaan kearifan lokal Sidoarjo lainnya agar para siswa mendalami untuk bersama mengenal Sidoarjo.
Menurut Waka Kesiswaan SMPN 1 Taman, Sulis Martha bahwa Pelestarian budaya kearifan lokal tersebut sebagai perwujudan dari Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) di mana para siswa dan siswi kelas 7 di era semester dua ini telah melakukan, gelar karya Project P5 untuk bersama mengenal Sidoarjo.
Berbagai budaya kearifan lokal Sidoarjo, mulai dari situs peninggalan Candi, Batik khas Sidoarjo hingga ciri khas makanan tradisional lontong Kupang telah dikenal oleh para anak didik SMPN 1 Taman.
Dalam permainan tradisional di antaranya seperti, gobak sodor, cublak cublak suweng, bentengan dan dakon telah dilakukan serta pahami oleh para siswa dan siswi SMPN 1 Taman memperlihatkan bahwa dalam keragaman adalah kesatuan, "Tradisi budaya yang ada di Sidoarjo yang harus ditumbuhkan pada generasi muda, dijaga dan dikawal kelestariannya." Ujar Sulis.
Selanjutnya juga dituturkan, bentuk pelestarian budaya lokal Sidoarjo yang saat ini dilakukan oleh para siswa agar mereka kenal tentang 'dolanan bocah' karena masyarakat saat ini sudah tidak mengenal lagi seni budaya permainan tradisionalnya sendiri. Bahkan sudah sangat langka,” tuturnya. Hdk/hik
Editor : Moch Ilham