SURABAYAPAGI.COM, Sidoarjo - SMP 3 Candi merupakan sekolah gudangnya siswa berprestasi, sehingga untuk mewujudkan hal ini, para pendidiknya berupaya dengan disiplin menerapkan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila atau dikenal dengan istilah P5.
Saat wartawan koran ini berkunjung M Ghufron Kasek SMPN 3 Candi bersama para guru dan siswa sedang melakukan kegiatan sholat dhuhur berjamaah serta mengenalkan budaya religius 'Megengan' menyambut bulan suci ramadhan di halaman tengah sekolah. Dengan rutinitas sholat bersama serta di kenalkan budaya religiusnya para siswa mampu dibentuk karakternya yang senada dengan
dimensi Profil Pelajar Pancasila yakni Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, selanjutnya Berkebinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis serta kreatif.
"Memang dalam pekan ini anak anak sedang di drills pemantapan sebagai upaya kesiapan untuk mendorong tercapainya Profil Pelajar Pancasila pada saat dalam penilaian gelar karya dengan menggunakan paradigma baru melalui pembelajaran berbasis Project" tandas Humas SMPN 3 Candi, Ibu Kaplale, mewakili Kasek Ghufron, SPd, MPd.
Melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), peserta didik dikenalkan dengan beragam tema yang ada di sekeliling mereka. Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila diharapkan dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter, sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan dan budaya sekitarnya.
Kegiatan P5 di SMPN 3 Candi saat ini mengusung tema Gaya Hidup Berkelanjutan untuk kelas 7 sedang kelas 8 mengambil tema ' bangun jiwa raganya' dan kelas 9 bertema menumbuhkan jiwa kewirausahaan.
Selanjutnya di sebutkan Humas Kaplale, pada penilaian gelar karya di beberkan pula tema jiwa kewirausahaan yang lakukan oleh kelas 9, siswa menggelar bazzar makanan olahan bertema bioteknologi yang merupakan bagian dari ujian praktek kolaborasi beberapa mata pelajaran utamanya ilmu pengetahuan alam ( IPA).
"Pada kesempatan tersebut diharapkan anak didik mampu, mempelajari dan memasarkan hasil olahan kedelai difermentasi jadi tempe, singkong jadi tape, berikut mereka juga mampu memasarkan pula hasil kerja mereka menjadi bisnis sebagai prototipe siswa yang punya jiwa kewirausahaan" tuturnya. Hdk/hik
Editor : Moch Ilham