Angka Pernikahan Anak di Kabupaten Malang Turun

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Malang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus menguatkan kolaborasi dengan semua pihak untuk bersama-sama menurunkan angka pernikahan anak di Kabupaten Malang. 

Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto menyampaikan bahwa tren pernikahan anak di Kabupaten Malang sejak tahun 2020 hingga 2023 terus mengalami penurunan. Meskipun mengalami penurunan, angka pernikahan anak di Kabupaten Malang masih terbilang tinggi jika dibandingkan dengan daerah-daerah lain di Provinsi Jawa Timur (Jatim). 

Didik pun membeberkan sejumlah data yang ia terima terkait perkembangan atau tren pernikahan anak di Kabupaten Malang. Pada tahun 2020, ada sebanyak 1.783 pengajuan dispensasi pernikahan anak ke Pengadilan Agama Kabupaten Malang dan 1.726 di antaranya dikabulkan. 

Kemudian pada 2021 sebanyak 1.762 pengajuan dispensasi pernikahan anak  dan 1.711 di antaranya dikabulkan. 

Lalu tahun 2022 terdapat 1.455 pengajuan dispensasi pernikahan anak ke Pengadilan Agama Kabupaten Malang dan 1.393 di antaranya dikabulkan. Terakhir  tahun 2023 ada 1.009 pengajuan dispensasi pernikahan anak dan 936 di antaranya dikabulkan. 

"Ini menjadi potret kita. Ternyata angka perkawinan tinggi. Pengajuan gugatan talaknya juga tinggi," ujar  Didik. 

Didik pun merespons data yang ia terima. Meskipun tren pernikahan anak di Kabupaten Malang menurun, tetapi angka di setiap tahun masih terbilang tinggi. Terlebih lagi, yang membuat Didik miris adalah terdapat dua kecamatan yang menjadi penyumbang pasangan pernikahan anak tertinggi di Kabupaten Malang. 

"Kok pas kebetulan, ranking satu di selatan berada di lingkungan kecamatan di mana Bapak Bupati yang kita cintai bersama di Kecamatan Gondanglegi dan di utara lah kok ya tepak (pas) di tempat wakil bupatinya di Singosari," ungkap Didik. 

Mantan ketua DPRD Kabupaten Malang ini pun kemudian menyebutkan, terdapat beberapa hal jika angka pernikahan dini di Kabupaten Malang dapat turun secara signifikan. Hal itu semua memiliki dampak positif bagi pertumbuhan masyarakat Kabupaten Malang. 

"Pada saat kita semua bisa menekan angka pernikahan dini, setidaknya perceraian, stunting, kemudian kelainan pada proses persalinan, baik dari bayi yang dilahirkan maupun ibu yang menjalani persalinan itu, tidak terjadi dan bisa kita kurangi secara maksimal di Kabupaten Malang," kata Didik. 

Maka dari itu, pemkab membuka pintu lebar bagi siapa pun yang ingin berperan dalam menurunkan angka pernikahan anak di Kabupaten Malang. Mulai dari Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Kabupaten Malang, Fatayat NU Kabupaten Malang, maupun organisasi lainnya. Semua dapat mengambil peran untuk penurunan angka pernikahan anak di Kabupaten Malang. 

"Sehingga seluruh rangkaian tahapan kerjanya menjadi bagus. Satu sisi pembangunan moralitasnya terpenuhi, tetapi proses pendewasaan anaknya itu berjalan sesuai dengan tahapan perkembangan anak," pungkas Didik. Ml-01/ham

Berita Terbaru

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Gugatan Sengketa Lahan Tidak Diterima, Kiagus : Silahkan Ambil Lahan, Ganti Investasi Kami

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 21:41 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Direktur PT Jatim Parkir Center (JPC), Kiagus Firdaus, membuka peluang penyelesaian sengketa lahan melalui negosiasi setelah Pen…

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Bangun Sinergi Kejar Target PAD Rp 1 Triliun, Bapenda Lamongan dan MGN Mulai Petakan Potensi Pendapatan Daerah

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sinergi semua pihak terus dibangun oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Lamongan, agar target Pendapatan Asli Daerah…

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Ada Keluhan Beras, Bulog Bojonegoro Respon Cepat Ganti Beras Berkualitas

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 17:26 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Beberapa hari yang lalu, warga di wilayah Tuban mengeluhkan beras Program Bantuan Pangan (Banpang) tidak layak konsumsi, langsung…

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Tak Bisa Narik Ojol Usai Kecelakaan, Hasim Dapat Kursi Roda dan Modal Dagang dari Kapolres Gresik

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Hampir sebulan setelah mengalami kecelakaan lalu lintas, Hasim (54), pengemudi ojek online (ojol) asal Gresik, belum bisa kembali m…

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Pria Paruh Baya Dilaporkan ke Polres Blitar Kota Usai Curi Uang Istri Anggota DPR RI

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - AS pria berusia 59 warga Jajan Sudanco Supriadi, Kelurahan Gedog, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, kini harus meringkuk dalam…

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jargas 7.363 Sambungan di Menganti Rampung, Tinggal Menunggu Gas Mengalir

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

Jumat, 18 Sep 2026 13:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Warga Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, segera menikmati layanan jaringan gas bumi (Jargas) rumah tangga. Pembangunan i…