Periode Januari-Juni 2026

PA Kota Malang Catat Angka Dispensasi Nikah Meningkat, Dipicu Hamil Duluan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengadilan Agama (PA) Kota Malang.  SP/MLG
Pengadilan Agama (PA) Kota Malang. SP/MLG

i

SURABAYAPAGI.com, Malang - Pengadilan Agama (PA) Kota Malang mencatat ada sebanyak 52 permohonan dispensasi nikah sejak awal hingga pertengahan tahun (Januari-Juni) 2026, dimana dari 52 permohonan, majelis hakim telah memutuskan sebanyak 47 perkara. Dengan rincian, 45 permohonan perkara dikabulkan, satu perkara dicabut dan satu perkara digugurkan.

Oleh karena itu, fenomena pernikahan dini atau dispensasi kawin di Kota Malang dinyatakan masih cukup tinggi. Hal itu karena ada beberapa faktor pendorong pengajuan dispensasi nikah. Mulai dari, kekhawatiran moral orang tua terhadap anak serta kondisi kedaruratan.

"Dari total puluhan perkara yang masuk itu, alasan paling dominan adalah untuk menghindari zina yang tercatat sebanyak 27 perkara. Sementara untuk 20 perkara sisanya diajukan karena anak sudah dalam kondisi hamil terlebih dahulu," jelas Panitera PA Kota Malang, Mohamad Arif Fauzi, Senin (20/07/2026).

Sementara itu, jika melihat dari klasifikasi usia, permohonan nikah dini ini kebanyakan diajukan oleh remaja pada rentan usia 15 sampai 19 tahun. Namun yang cukup mengejutkan, dari puluhan perkara itu, ada satu anak berusia dibawah 15 tahun mengajukan dispensasi nikah.

"Kalau dari data yang ada itu, sebanyak 26 anak yang mengajukan dispensasi nikah merupakan lulusan SMP. Kemudian untuk 14 anak sisanya lulusan SD," imbuhnya.

Lebih mirisnya lagi, para pemohon dispensasi nikah di Kota Malang didominasi oleh remaja yang belum mandiri finansial. Hal itu terlihat dari status ekonomi dan produktivitas pemohon, dimana tercatat sebanyak 28 anak berstatus belum bekerja dan 27 anak lainnya bekerja di sektor swasta. ml-01/dsy

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…