Heboh, Pecalang ‘Ciduk’ Ratna Sarumpaet Keluar Pakai Mobil di Hari Raya Nyepi, Ngaku Cari ATM

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ratna Sarumpaet saat terciduk oleh para pecalang lantaran keluar rumah saat peryaan Hari Raya Nyepi di Bali, Senin (11/03/2024). SP/ X Twitter  @kegblgnunfaedh
Ratna Sarumpaet saat terciduk oleh para pecalang lantaran keluar rumah saat peryaan Hari Raya Nyepi di Bali, Senin (11/03/2024). SP/ X Twitter @kegblgnunfaedh

i

SURABAYAPAGI.com, Bali - Aktivis sosial, Ratna Sarumpaet kembali membuat heboh di media sosial dengan ulahnya. Kali ini, dirinya terciduk oleh pecalang lantaran beraktivitas di luar rumah saat Nyepi berlangsung. Padahal diketahui, saat itu Bali merayakan Nyepi yang artinya tidak diperbolehkan untuk beraktivitas maupun bepergian.

Aksinya pun viral diunggah oleh akun @kegblgnunfaedh di media sosial X (twitter) pada Senin (11/03/2024) yang memuat foto Ratna Sarumpaet dan sopirnya sedang ditegur oleh pecalang. Insiden itupun sampai trending di medsos X (Twitter) hingga saat ini, Selasa (12/03/2024).

Awalnya, pecalang melihat mobil itu melintas di depan sekretariat desa adat atau tepatnya di Jalan Pantai Berawa, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung. Dari foto yang berada di grup WhatsApp, mereka mengendarai mobil Toyota Sienta warna coklat bernomor polisi B 2760 SOC.

"Tadi beliau bilang gitu, 'Saya Ratna Sarumpaet'," kata Bendesa Adat Tandeg, I Wayan Wartana, dikutip Selasa (12/03/2024).

Lantas secara spontan, karena telah melanggar peraturan yang ada, Pecalang pun menegur Ratna yang seharusnya tidak boleh bepergian saat Bali merayakan Nyepi.

Lebih lanjut, saat ditanya mengenai alasan beraktivitas di luar rumah, Ratna mengaku hendak mencari ATM dan mengaku salah tanggal dalam pelaksanaan Nyepi.

"Beliau mungkin sama sopir atau siapa itu keluar bilang nyari ATM. Alasan beliau bahwa stafnya bilang bahwa nyepi tanggal 9," kata Wartana.

Lalu, pecalang pun meminta Ratna dan sopir mobil kembali ke villa tempat mereka menginap. Pecalang juga mengimbau para penumpang tidak beraktivitas ke luar rumah pada saat Perayaan Nyepi.

"Pecalang sudah memberi tahu secara persuasif tidak memberikan hukuman apa. Kita juga antisipasi dengan desa adat lain, Desa Canggu dan Desa Berawa biar beliau enggak ke mana-mana tapi beliau sudah balik ke villanya," katanya.

Wartana mengatakan, Ratna bersikap kooperatif saat diadang oleh pecalang atau aparat keamanan desa adat setempat. Setelah mendapat penjelasan, mereka langsung kembali ke villa tempat mereka menginap yang tidak jauh dari lokasi.

Menindaklanjuti peristiwa itu, Wartana enggan berspekulasi lebih jauh mengenai perilaku Ratna yang beraktivitas di luar rumah saat Nyepi. 

Namun, Wartana menegaskan, jika pihaknya sebelumnya telah mengeluarkan surat imbauan berisi tata tertib pelaksanaan Nyepi baik untuk warga dan turis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Salah satu poin dalam imbauan itu adalah seluruh masyarakat untuk berdiam diri tanpa melakukan aktivitas di luar rumah selama 24 jam. 

"Imbauannya seperti biasa supaya melaksanakan Catur Brata penyepian, tidak boleh keluar, itu poin utama enggak boleh keluar," kata dia.

"Mungkin beliau (Ratna Sarumpaet) tidak tahu, terkait (Surat imbauan) sudah diedarkan jauh-jauh hari sebelumnya. Kami harap warga melaksanakan Catur Brata Penyepian, tidak boleh keluar rumah itu poin utamanya," katanya.

Sontak, melihat insiden heboh itu, muncul banyak komentar dari warganet yang sebagian besar mencibir Sejumlah warganet bahkan menyebut nama Atiqah yang ikut terbawa-bawa dengan masalah yang dihadapi ibunya.

"Alasannya karna tidak tahu lagi hari raya Nyepi itu sangat sangat tidak masuk akal. Apa lagi posisi lagi di bali. ITU TIDAK MUNGKIN TIDAK TAHU. Memang dasarnya ngeyel aja terus ngeles," komentar seorang warganet.

"Atiqah hasiholan tolong ini ibunya diawasin... Kasian masyarakat bali keganggu ibadah nyepinya... Bener2 dah ni ibu... Anaknya apa ngga ada yg ngasih tau n awasin biar kaga tantrum maunya jalan2 trs," kata wargabet yang lain.

"Setelah menghindar dari keramaian untuk sekian tahun, pas keluar disaat sepi malah diomelin," ujar warganet lainnya.

Sebagai informasi, Pecalang merupakan petugas keamanan lokal di tingkat desa di Bali. Sedangkan pada Perayaan Nyepi khusus wilayah Bali memang melarang seluruh warga beraktivitas di luar rumah. Layanan data Internet, saluran televisi dan radio mati 24 jam. Demikian juga operasional bandara, terminal pelabuhan ditutup selama 24 jam, kecuali layanan objek vital seperti rumah sakit.

Bahkan, sejumlah larangan ini demi mendukung momentum introspeksi diri dengan menjauhkan diri dari aktivitas jasmani dan mendekatkan diri dengan Yang Maha Kuasa bagi umat Hindu. bli-01/dsy

Berita Terbaru

Gugatan NO, Kuasa Hukum Edy Susanto: Kami Akan Tempuh Banding

Gugatan NO, Kuasa Hukum Edy Susanto: Kami Akan Tempuh Banding

Minggu, 27 Sep 2026 21:48 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 21:48 WIB

‎SURABAYAPAGI.com, Madiun – Kuasa hukum Edy Susanto Santoso mengatakan akan menempuh upaya hukum banding atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Madiun dalam per…

Kumpulkan 200 Pesantren, Perkom Sunan Drajat Ajak Pesantren Mandiri Secara Ekonomi

Kumpulkan 200 Pesantren, Perkom Sunan Drajat Ajak Pesantren Mandiri Secara Ekonomi

Minggu, 27 Sep 2026 19:30 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 19:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pesantren tak cukup hanya kuat dalam dakwah dan pendidikan. Kemandirian ekonomi juga dinilai menjadi fondasi penting agar p…

Pesta Gol di Surajaya, Bungkam PSBS Biak 6-0, Yudo Sumbangkan 2 Gol

Pesta Gol di Surajaya, Bungkam PSBS Biak 6-0, Yudo Sumbangkan 2 Gol

Minggu, 27 Sep 2026 19:25 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 19:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Persela Lamongan tampil menggila dan sukses mengamankan kemenangan telak 6-0 atas PSBS Biak, dalam pertandingan lanjutan P…

Bidik Rekor MURI di HUT ke-81, TNI Gelar Tournament Domino Nasional Piala Panglima TNI 2026

Bidik Rekor MURI di HUT ke-81, TNI Gelar Tournament Domino Nasional Piala Panglima TNI 2026

Minggu, 27 Sep 2026 17:56 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 17:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surahaya — Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI, sekaligus mengincar pencatatan Rekor MURI, Kodim 0830 Surabaya yang bekerjasama dengan F…

DPRD Surabaya Dorong Pengadaan Seragam Terpusat

DPRD Surabaya Dorong Pengadaan Seragam Terpusat

Minggu, 27 Sep 2026 16:47 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 16:47 WIB

SURABAYAPAGI, com. Surabaya - Persoalan seragam batik sekolah dikeluhan wali murid menjadi perhatian DPRD Kota Surabaya. Anggota Komisi D DPRD Surabaya  Ajeng …

Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Minggu, 27 Sep 2026 15:52 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:52 WIB

 SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar aksi donor darah serentak di 38 kabupaten/kota dalam rangka memperingati Hari Ulang Ta…