Cuaca Buruk, Ratusan Nelayan di Tulungagung Enggan Melaut

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Ratusan nelayan yang beroperasi di Pelabuhan Popoh Tulungagung tidak berani melaut karena cuaca buruk dan gelombang tinggi. Sejumlah kapal besar dan tongkang batu bara berlindung di Teluk Popoh.

Salah seorang nelayan, Asmungi mengatakan dampak gelombang tinggi dirasakan nelayan sejak sepekan terakhir. Kondisi gelombang di tengah laut cukup tinggi sehingga berbahaya untuk aktivitas pelayaran.

"Kalau berhenti melaut ini sudah sekitar satu minggu, ya karena di tengah cuacanya jelek, gelombang tinggi dan anginnya kencang. Kemarin itu ada yang mau berangkat, tapi akhirnya kembali lagi. Bahaya," kata Asmungi, Kamis (14/3/2024).

Menurutnya ketinggian gelombang di tengah laut berkisar antara 1,5 meter hingga 4 meter. Kondisi itu tidak aman untuk aktivitas nelayan yang menggunakan kapal kecil maupun sedang. Apalagi kecepatan angin di tengah laut di atas 26 knot.

"Untuk sementara kami prei (berhenti) dulu, nanti kalau kondisi cuaca sudah membaik akan melaut lagi," ujarnya.

Pihaknya mengakui terhentinya aktivitas melaut itu mengakibatkan pendapatan para nelayan anjlok. Kapal slerek yang biasanya bisa menghasilkan ikan 1 hingga 3 ton sekali melaut, kini jadi nol.

"Kalau untuk ABK yang biasanya dapat Rp 100-Rp 300 ribu ya tinggal dikalikan saja," imbuhnya.

Asmungi menjelaskan saat kondisi cuaca buruk sebagian nelayan memilih melakukan perbaikan kapal dan alat tangkap. Sementara itu beberapa kapal kecil masih nekat beroperasi, namun hanya di sekitar teluk.

Dikonfirmasi terpisah Kasi Pelayanan Teknik Pelabuhan (PTP) Pelabuhan Popoh, Rusman Suparno, mengatakan sesuai prediksi cuaca BMKG Maritim kondisi gelombang tinggi masih akan terjadi hingga beberapa hari ke depan.

Karena itu pihaknya mengimbau ratusan nelayan yang beroperasi di Pelabuhan Popoh agar tidak melaut.

"Kami sudah sampaikan kepada nelayan agar tidak melaut dulu, karena gelombang tinggi. Terkait kondisi ini sampai kapan, kami belum bisa memastikan, namun setiap hari kami menerima rilis cuaca dari BMKG," kata Rusman Suparno.

Dampak cuaca buruk di perairan selatan Tulungagung juga dirasakan sejumlah kapal berukuran besar. Sebuah kapal tongkang pengangkut batu bara dan kapal besar nelayan dari Jawa Barat memilih berlindung di Teluk Popoh.

Sementara itu selama musim gelombang tinggi pihaknya memastikan tidak ada insiden kecelakaan pelayanan di sekitar Teluk Popoh.

"Alhamdulillah tidak ada insiden sama sekali," imbuhnya. Tl-01/ham

Berita Terbaru

Perkuat Peran Kecamatan dan Desa, Capaian IKD Bondowoso Tembus 6,7 Persen

Perkuat Peran Kecamatan dan Desa, Capaian IKD Bondowoso Tembus 6,7 Persen

Senin, 05 Okt 2026 14:56 WIB

Senin, 05 Okt 2026 14:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bondowoso - Hingga saat ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso terus mempercepat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan…

Hingga Akhir 2026, DKPP Pastikan Ketersediaan Beras di Ngawi Aman

Hingga Akhir 2026, DKPP Pastikan Ketersediaan Beras di Ngawi Aman

Senin, 05 Okt 2026 14:28 WIB

Senin, 05 Okt 2026 14:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Ngawi memastikan ketersediaan beras di…

Antrean BBM di Kota Madiun Mengular Lagi, Buntut Stok Pertalite Langka

Antrean BBM di Kota Madiun Mengular Lagi, Buntut Stok Pertalite Langka

Senin, 05 Okt 2026 14:23 WIB

Senin, 05 Okt 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Buntut kelangkaan Pertalite yang kembali terjadi di Kota Madiun, membuat  sejumlah stasiun pengisian bahan bakar, antrean mengular …

Sehabis Pesta Miras, Dua Pemuda di Blitar Perkosa Remaja Putri 16 Tahun di Kos-kosan

Sehabis Pesta Miras, Dua Pemuda di Blitar Perkosa Remaja Putri 16 Tahun di Kos-kosan

Senin, 05 Okt 2026 14:14 WIB

Senin, 05 Okt 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Peristiwa yang menjadi buah bibir masarakat di Wilkum Polsek Wlingi itu membuat geram masarakat, karena remaja putri sebut saja…

Festival Nyusu Bareng Gerakkan Ekonomi dan Potensi Wisata Dusun Brau

Festival Nyusu Bareng Gerakkan Ekonomi dan Potensi Wisata Dusun Brau

Senin, 05 Okt 2026 12:50 WIB

Senin, 05 Okt 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Melalui Festival Nyusu Bareng 2026 bertajuk “Susumu, Semangatku”, Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kota Batu, mengembangkan identitas wis…

Pemkab Lumajang Lindungi Petani dan Konsumen di Tengah Kenaikan Harga Cabai

Pemkab Lumajang Lindungi Petani dan Konsumen di Tengah Kenaikan Harga Cabai

Senin, 05 Okt 2026 12:40 WIB

Senin, 05 Okt 2026 12:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Sebagai upaya dalam melindungi petani hingga konsumen dari tekanan kenaikan harga sekaligus memastikan petani tetap memperoleh…