UMKM Parsel Lebaran Banjir Pesanan, Tembus Pasar Singapura

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 21 Mar 2024 11:15 WIB

UMKM Parsel Lebaran Banjir Pesanan, Tembus Pasar Singapura

i

Parsel lebaran buatan SJ Store. Alfiana Rosyidah/ Kompas.com

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Parsel Lebaran merupakan peluang bisnis yang menjanjikan setiap tahun, terutama menjelang akhir bulan Ramadhan. Salah satu UMKM parsel lebaran, Vigo (22) mengungkap dirinya kebanjiran pesanan hingga tembus pasar luar negeri.

Vigo yang masih merupakan seorang mahasiswa itu raup cuan banyak dari berbisnis parsel dengan membuka toko offline di daerah Jakarta Utara. Namun kali ini, ia juga membuka toko offline di Tanah Abang. 

Baca Juga: 217 Pos Kesehatan Tersebar di 35 Kabupaten/Kota Jatim Selama Musim Mudik Lebaran

Menurutnya, pasar parsel Lebaran pun banyak menyasar pada orang tua dan perusahaan yang akan memberi parsel pada klien. Vigo menceritakan bisnis parsel yang dijalankannya terinspirasi dari nama ibunya. 

Bahkan, sebanyak ratusan jenis parsel yang dibuat oleh Vigo, semuanya adalah hasil rakitan dirinya dan ibunya. Vigo menyebut bahwa ibunya memiliki bakat dalam kreasi parsel dan dirinya juga mampu membaca desain parsel yang menarik.  

"Ibu saya itu pintar dalam berkreasi dan menyusun parsel. Jadi saya banyak belajar dari ibu saya. Kue-kue kering yang ada dalam parsel pun juga kami buat sendiri," jelas Vigo, Kamis (21/03/2024).

Selain itu, Vigo juga menjual hiasan lebaran. Untuk produk hiasan tersebut dijual dengan harga di bawah Rp 100.000.

Berkah tersendiri, toko parsel SJ Store milik Vigo rupanya telah mengirim parsel hingga ke luar negeri. Tepatnya di Singapura. Hal itu, menjadi tantangan tersendiri karena harus mengirim parsel dalam keadaan utuh dan tidak boleh pecah.  

Baca Juga: Aksi Heroik Sang Petualang Mudik Gunakan Sepeda Motor Antar Pulau

"Kalau ada orang yang pesan dari luar negeri, kami takut parselnya rusak. Sejauh ini aman, tetapi kadang beberapa ada yang komplain," ucapnya. 

Meski demikian, Vigo berupaya mengantisipasi kerusakan parsel yang dikirim secara online, baik ke luar negeri maupun dalam negeri.  

"Supaya packing-nya aman, kita pakai bubble wrap untuk parselnya. Terus juga pakai kardus yang berlapis supaya tidak pecah," jelas Vigo.  

Vigo menyebutkan jumlah parsel yang telah terjual. Biasanya, parsel banyak terjual dalam musim-musim tertentu seperti Lebaran, Natal, dan Imlek. 

Baca Juga: Libur Lebaran, Pengurusan Paspor Kantor Imigrasi Kelas I Surabaya Tutup Selama 8 Hari

"Kalau lebaran gini bisa jual 100-200 parsel per orangnya, biasanya yang beli perusahaan-perusahaan gitu. Jadi kalau ditotal bisa mencapai ribuan," tuturnya.  

Diketahui, pada hari-hari biasa, Vigo mengatakan penjualan parsel masih tergolong aman. Namun, saat hari biasa, Vigo hanya membuka toko parsel di platform online. 

Lebih lanjut, Vigo menyebut bahwa dalam menjalankan bisnis diperlukan niat yang kuat. Hal ini nantinya akan membuat pebisnis fokus dalam mengerjakan produk bisnis dan tidak mudah menyerah, sehingga akan memberikan effort untuk mengembangkan bisnis. jk-03/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU