Libur Hari Raya, Harga Suku Cadang Naik 40 Persen dari Harga Normal

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 17 Apr 2024 10:42 WIB

Libur Hari Raya, Harga Suku Cadang Naik 40 Persen dari Harga Normal

i

Ilustrasi. Salah satu toko suku cadang (sparepart) motor di Cimahi Bandung. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Persatuan Bengkel Otomotif Indonesia (PBOIN) mengungkap adanya lonjakan kenaikan harga suku cadang (sparepart) di momen musim libur Lebaran 2024. Lonjakan tersebut bahkan menyentuh 40 persen dari harga normal.

"Dalam kondisi libur Hari Raya, harga suku cadang dan jasa yang sedikit lebih mahal memang wajar terjadi. Yang penting masih dalam batas yang wajar, misal untuk suku cadang ada kenaikan harga 20 persen dari kondisi normal, saya kira masih cukup wajar apalagi di lokasi yang jauh dari kota," ujar Ketua Umum PBOIN, Hermas E. Prabowo, Rabu (17/04/2024).

Baca Juga: Bengkel Reparasi Motor dan Mobil di Jabodetabek Membludak, Tembus 40.000 Titik

Menurut Hermas, ketika harga yang ditawarkan masih masuk akal, pemilik kendaraan bisa mempercayai bengkel tersebut. Kenaikan harga dalam kondisi saat ini masih wajar karena kondisi dan juga kepadatan kendaraan. Selain itu, kenaikan harga lebih dari 40 persen, lebih baik menghindari bengkel atau layanan tersebut.

Selain itu, lonjakan yang terjadi pada harga suku cadang dan jasa bengkel naik selama Lebaran juga karena para mekanik tidak libur, selain mereka tidak memiliki pendapatan harian yang pasti. Para mekanik yang berstatus pekerja lepas juga tidak mendapatkan Tunjangan Hari Raya.

"Kenaikan biaya jasa hingga 40 persen untuk jenis pekerjaan tertentu yang memerlukan keahlian khusus dan upaya yang lebih dari mekanik dan bengkel, itu masih cukup adil. Kalau tidak ada kenaikan ongkos sama sekali tentu itu tidak adil bagi mereka," katanya.

Baca Juga: Imigrasi Surabaya: 3.245 TKI Mudik Lebaran ke Indonesia Lewat Bandara Juanda

Herman juga menghimbau untuk meminta daftar harga dan kesepakatan harga yang jelas agar terhindar dari orang-orang yang memanfaatkan situasi.

"Jika perlu ke bengkel dan harus ditangani bengkel atau mekanik freelance, buat kesepakatan-kesepakatan detail di awal sebelum dilakukan perbaikan. Seperti detail jenis pekerjaan, ongkos dan juga harga sparepart," kata Hermas.

Sementara itu diketahui, kebanyakan para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi memiliki masalah pada kebocoran sistem pendinginan. Kebocoran itu menyebabkan kendaraan mereka menjadi overheat (terlalu panas). 

Baca Juga: Cegah Timbulnya Karatan, Wajib Cuci Mobil Usai Lewati Wilayah Pesisir

Lalu, masalah lain seperti sistem air conditioner (AC) pada kendaraan yang digunakan saat mudik juga terkadang tidak berfungsi atau tidak nyaman, juga sering terjadi.

Sehingga, untuk menghindari masalah tersebut, pemudik wajib melakukan pengecekan menyeluruh sebelum kembali ke tempat tujuan demi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan. jk-02/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU