Pemkot Surabaya Kebut Pengerjaan Estetika Kota Lama 

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pengerjaan estetika kawasan Kota Lama dikebut sebelum nantinya diresmikan, paling lama awal Juni 2024. SP/SURA
Pengerjaan estetika kawasan Kota Lama dikebut sebelum nantinya diresmikan, paling lama awal Juni 2024. SP/SURA

i

SURABAYAPAGI, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya masih terus mengebut pengerjaan estetika kawasan Kota Lama sebelum nantinya diresmikan, paling lama awal Juni 2024.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga, serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya Hidayat Syah menyebut, supaya pembangunan selesai sesuai target, sejumlah aktivitas wisatawan bakal dibatasi sementara waktu.

“Kota lama masih dibangun, kami batasi dulu yang mau ke sana, nanti Pak Wali Kota maunya awal Juni (diresmikan),” kata Hidayat, Jumat (19/4).

Dia menjelaskan pengerjaan yang dikebut yaitu menciptakan estetika kawasan yang dikonsep meniru Eropa, dengan melengkapi bangunan-bangunan tua yang masih ada di sana.

“Jadi nanti seperti cobblestone (batu berangkal) sebenarnya untuk seperti Eropa, jalannya pakai batu itu untuk memperlambat (laju) orang, juga estetikanya (supaya) lebih kelihatan,” ucapnya.

Sisanya, lanjut Hidayat, akan disiapkan tenant food and beverage (FnB) untuk melengkapi destinasi wisata jika sudah dirombak.

Ke depan, dia ingin menciptakan zona khusus FnB, selain yang ada di pinggir atau tepi jalan.

“Pinggir jalan, mereka untuk usaha, kita ada spot tertentu di Jalan Meliwis dan segala macam,” imbuhnya.

Untuk itu, Pemkot Surabaya akan berkoordinasi dengan Dishub Surabaya soal rencana pengaturan rute transportasi umum Suroboyo Bus dan Feeder Wira-Wiri yang akan dilewatkan kawasan tersebut. Tujuannya, tentu untuk memudahkan akses wisatawan.

“Jeep juga akan keliling, mulai dari Kantor Pos Kebon Rojo, ke Pecinan dan Ampel,” tandasnya.sb/ana

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…