Harga Sejumlah Bumbu Dapur di Lamongan Melonjak

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Harga bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih di pasar tradisional Lamongan mengalami lonjakan yang cukup signifikan.

Naiknya harga dipicu karena faktor cuaca dan berdampak dengan minimnya pasokan. Praktis pedagang harus mengikuti harga yang berlaku di tingkat pedagang yang ada di pasaran.

Seperti harga kebutuhan bumbu dapur di pasar Sidoharjo Lamongan mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan, diantaranya, harga bawang merah dan bawang putih yang bersaing naik.

Bawang merah misalnya, jika dua minggu lalu berada pada harga Rp40 ribu rupiah perkilo,  kini melonjak Rp 55 hingga Rp 60 ribu perkilogram tergantung ukuran bawang.

Sementara harga bawang putih, mengalami kenaikan sebesar Rp  5 ribu rupiah atau menjadi 40 ribu perkilogramnya dari sebelumnya, Rp 35 ribu perkilo.

Selain bawang merah dan putih, kenaikan harga juga terjadi pada cabe besar. Sebelumnya Rp 35 ribu  perkilogramnya, kini naik menjadi Rp 40 ribu perkilogramnya. 

Sedangkan cabai rawit naik sebesar Rp 5 ribu menjadi Rp 35 ribu perkilogramnya.

Menurut salah satu pedagang, Sutri (40), lonjakan harga yang terus terjadi, karena faktor cuaca ekstrem dan pasokan berkurang. Imbasnya,  daya beli masyarakat menjadi berkurang.

Meski begitu mereka tetap membeli dengan mengurangi jumlah barang pembelian.

"Pembeli tetap ada karena bawang itu untuk kebutuhan sehari-hari. Hanya mereka mengurangi pembelian," kata Sutri.

Selain bumbu dapur, daging ayam pun turut terkerek  harganya. Daging ayam merah sebelumnya Rp  42  ribu hingga Rp  45 ribu rupiah, kini mencapai Rp 52 ribu perkilogramnya.

Sementara daging ayam potong justru turun menjadi Rp  38 ribu dari sebelumnya Rp 42 ribu perkilogramnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Lamongan, Anang Taufik dikonfirmasi terkait kenaikan harga sebagian bumbu dapur mengatakan, bahwa semua terkait dengan cuaca.

"Ya, akhirnya hukum pasar yang berlaku. Tapi semuanya masih terkendali," kata Anang. Lm-01/ham

Berita Terbaru

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Menkeu Mulai Shock Therapy Pejabat Pajak dan BC

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:37 WIB

34 Pejabat Bea Cukai dan  40-45 Pejabat Direktorat Jenderal Pajak Dibuang ke Tempat Sepi, dari Wilayah Gemuk Usai OTT KPK       SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - …

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Restitusi Pajak Puluhan Miliar Diatur Pejabat Pajak Dalang Wayang Kulit

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - KPK menyita barang bukti berupa uang saat operasi tangkap tangan (OTT) di KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).…

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Guru dan Dosen Gugat ke MK, APBN Jangan untuk MBG

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:28 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Penggunaan anggaran pendidikan dalam APBN untuk makan bergizi gratis (MBG) kembali digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Kali ini,…

Bulan Syaban

Bulan Syaban

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Bulan Syaban merupakan bulan kedelapan dalam kalender Hijriah dan termasuk juga bulan mulia yang dimana letak waktunya berada…

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jokowi Ajak PSI Mati-matian, Diduga Pertahankan Dinastinya

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:23 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Judul utama harian Surabaya Sore edisi Rabu (4/2) kemarin "PSI Siap Mati-matian Ikuti Jokowi". Judul ini terkesan bombastis. Tapi…