Ketua REI: Sektor Properti Bisa Masuk Proyek Strategis Nasional

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Real Estat Indonesia (REI) Joko Suranto. SP/JAKA
Ketua Real Estat Indonesia (REI) Joko Suranto. SP/JAKA

i

SURABAYAPAGI, Jakarta - Ketua Real Estat Indonesia (REI) Joko Suranto mengungkapkan jika dirinya telah beberapa kali bertemu dengan Presiden terpilih, Prabowo Subianto. Dalam tiga kali kesempatan pertemuan tersebut, Joko berharap sektor perumahan atau properti bisa masuk ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

Joko mengklaim Prabowo sudah mengonfirmasi perumahan adalah program yang penting, sehingga akan berdampak baik ke masyarakat yang berkeinginan untuk memiliki hunian.

"Pada saatnya ini akan menjadi sebuah proyek strategis nasional dan kemarin kita mendengar ada industri properti atau kawasan properti yang menjadi proyek PSN. Semoga pada saatnya PSN-nya adalah properti nasional. Sehingga itu bisa lebih berdampak banyak kepada masyarakat atau setidaknya ada hal yang serius yang dilakukan pemerintah bagaimana backlog ini bisa diurai," ujar Joko, Kamis (25/04).

Baru-baru ini kawasan BSD dan PIK resmi masuk ke dalam PSN. Joko menilai bahwa itu bisa menjadi pintu gerbang bagi pengembang lain di sektor perumahan ikut masuk ke dalam prioritas. Apalagi masalah backlog perumahan masih tergolong tinggi, misalnya pada 2010, backlognya 13,5 juta, kemudian 2020, backlognya hanya turun menjadi 12,7. Artinya dengan cara yang sama maka tidak akan ada perubahan.

"Kita Alhamdulillah ucapkan selamat kepada kawan-kawan kita dari PIK dan BSD yang sudah menjadi program strategis nasional dan di proposal propertynomic yang sudah kami serahkan kepada Pak Prabowo itu juga mendorong, meyakinkan pemerintah bahwa properti harus menjadi program strategis nasional. Karena apa? Hanya dengan cara yang berbeda, maka hasilnya akan berbeda," tambah Joko.

Salah satu bentuk konkretnya adalah membentuk Kementerian Perumahan. Namun, meskipun memang sampai saat ini pemerintah masih belum mengarah ke membuat Kementerian Perumahan, tapi apa yang dilakukan oleh pemerintah, terutama yang baru, saat ini sudah menuju ke sana.

"Permasalahan perumahan ini memang akan menjadi masalah yang berat dan akan terakumulasi terus. Karena pertumbuhan kebutuhan setiap tahun itu adalah 600-800 ribu per tahun. Sementara supply saat ini hanya 400-450 ribu per tahun. Itu satu masalah dulu. Kemudian kalau kita bicara proyeksi 2035, 2035 di mana jumlah penduduk kita Indonesia 304 juta 66% hidup di perkotaan," pungkas Joko.jk/ana

Berita Terbaru

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…

Harga Kedelai Melonjak Ugal-ugalan, Produsen Tempe di Lumajang Terancam Tak Sanggup Produksi Lagi

Harga Kedelai Melonjak Ugal-ugalan, Produsen Tempe di Lumajang Terancam Tak Sanggup Produksi Lagi

Minggu, 05 Apr 2026 13:56 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Para produsen tempe di Lumajang, Jawa Timur mengeluh dan menjerit usai harga kedelai melonjak ugal-ugalan yang juga dipicu imbas…

Viral, Sepiring Mi Goreng di Terminal Purabaya Seharga Rp15 Ribu Tanpa Telor

Viral, Sepiring Mi Goreng di Terminal Purabaya Seharga Rp15 Ribu Tanpa Telor

Minggu, 05 Apr 2026 13:46 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 13:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, viral di media sosial (medsos) terkait aksi protes terhadap harga sepiring mi goreng yang dibanderol Rp15 ribu di…

Efisiensi BBM dan Listrik OPD, Pemkab Ponorogo Bakal Terapkan ASN 50 Persen WFH dan 50 Persen WFO

Efisiensi BBM dan Listrik OPD, Pemkab Ponorogo Bakal Terapkan ASN 50 Persen WFH dan 50 Persen WFO

Minggu, 05 Apr 2026 13:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 13:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Dalam rangka menghemat (efisiensi) penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, Jawa…