REI Geleng-geleng Kepala Terhadap Menteri Perumahan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta: Ada peristiwa unik di Jakarta. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) meminta data biaya pembangunan rumah subsidi kepada asosiasi pengembang perumahan, REI. Ini sebagai dasar menetapkan harga rumah subsidi yang lebih tepat.

Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Joko Suranto, kaget. "Data biaya bangun rumah lebih baik menggunakan acuan dari instansi pemerintah. Ia menilai pemerintah lebih layak untuk menetapkan hal tersebut.

Mana berani nolak, pasti kita kasih tetapi deviasi lagi itu. Kenapa tidak menggunakan institusi pemerintah yang ada yang selama ini sudah memberikan suplai, perhitungan secara clear dan bisa dipertanggungjawabkan," ujar Joko di Kantor DPP REI, Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2025).

 

Kenapa Tidak Percaya PU

Joko menjelaskan terdapat beberapa faktor pembeda yang mempengaruhi perhitungan pengembang. Perbedaan proyek mulai dari lokasi, pengemasan, jenis produk, hingga luas, sehingga data biaya dapat berbeda antar pengembang.

Selain itu, perhitungan yang dilakukan oleh para pengembang belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Sebab, tidak semua pengembang secara akuntabilitas mempunyai passing grade yang sama.

"Kenapa tidak percaya dengan PU (pekerjaan umum) pemerintah? Karena mereka punya pedoman harga setempat, gunakan itu," imbuhnya.

Joko menyarankan agar pemerintah melanjutkan upaya baik yang sudah ada selama ini. Dengan begitu tidak akan timbul ketidakpastian.

"Imbauan kita adalah gunakanlah instansi pemerintah, hargai instansi pemerintah yang lainnya secara tupoksi memang ada di situ. Hargailah karya mereka yang selama ini sudah dihargai oleh Menteri Keuangan oleh PU untuk menjadi harga jual FLPP," tuturnya.

Sebelumnya, Ara meminta asosiasi pengembang perumahan untuk menyiapkan data perkiraan biaya pembangunan rumah subsidi. Data tersebut akan menjadi salah satu dasar dalam perhitungan untuk skema baru pembiayaan rumah subsidi yakni fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (KPR FLPP) di 2025.

"Tadi saya diskusi termasuk dengan Bapak Kepala BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan, red) melalui telepon. Nanti BPKP akan secara resmi bersurat kepada rekan-rekan asosiasi pengembang untuk bisa menjelaskan berapa biaya pembangunan rumah subsidi di luar harga tanah untuk kaitan FLPP," kata Menteri Ara di Jakarta. n ec, erc, rmc

Berita Terbaru

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan Jerman

Ekonomi RI Tumbuh 5,47%, Airlangga: Lebih Tinggi dari China dan Jerman

Jumat, 06 Nov 2026 07:32 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:32 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa fondasi perekonomian Indonesia masih menunjukkan kinerja…

IHSG Ditutup Menguat

IHSG Ditutup Menguat

Jumat, 06 Nov 2026 07:31 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup menguat ditopang oleh kombinasi sentimen dari tingkat…

Menekraf Sebut Sektor Digital Jadi Potensi Baru Ekraf Di Cirebon

Menekraf Sebut Sektor Digital Jadi Potensi Baru Ekraf Di Cirebon

Jumat, 06 Nov 2026 07:28 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:28 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya menyebut sektor digital menjadi salah satu potensi ekonomi kreatif (ekraf ) di Kota…

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

Utang Pemerintah 2026 Tembus Rp 1.600 Triliun

Jumat, 06 Nov 2026 07:25 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Berdasarkan perkiraan Kementerian Keuangan, kebutuhan pembiayaan utang pemerintah Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp…

Jumat Berkah: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jumat Berkah: Tidak Ada Kejahatan yang Sempurna

Jumat, 06 Nov 2026 07:24 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:24 WIB

Oleh: Hj. Lordna Putri Ini adalah terjemahan dari Adagium hukum paling terkenal di dunia: “Summum Ius Summa Iniuria”* (Cicero - Romawi) artinya: Keadilan Ter…

Gerindra Minta Polisi Periksa Teddy

Gerindra Minta Polisi Periksa Teddy

Jumat, 06 Nov 2026 07:20 WIB

Jumat, 06 Nov 2026 07:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pendiri Partai Gerindra Rahmat Sorialam Harahap, S.H., meminta Bareskrim Polri mendalami setiap informasi dan petunjuk yang relevan…