Pilgub 2024, Khofifah Tanpa "Lawan Tanding" Sebanding

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 28 Apr 2024 20:46 WIB

Pilgub 2024, Khofifah Tanpa "Lawan Tanding" Sebanding

i

Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Rakyat lagi! Ya! Rakyat saat Pilkada serentak November 2024 mendatang akan dijadikan subyek dan obyek partai politik. Sebagai subjek, rakyat adalah pemilik kedaulatan dalam berdemokrasi. Aturan tak tertulisnya, semua kepentingan adalah untuk rakyat.

Tapi pada kenyataannya, saat sidang sengketa pilpres 2024 di MK, terungkap banyak rakyat justru menjadi objek Pemilu. Suara sebagian rakyat dibeli, rakyat dipengaruhi dan diintimidasi.

Baca Juga: Pejabat Kemendikbudristek Diduga Ada yang Dungu

Dalam sidang sengketa Pilpres 2024 terungkap rakyat diuber uber untuk memilih satu paslon dengan iming-iming antara lain bansos .

 

***

 

Menurut laporan data dari KPU, total daerah yang mengikuti penyelenggaraan Pilkada serentak tahun 2024 ini ada 37 provinsi dan 508 kabupaten/kota. Pelaksanaan pemungutan suaranya diselenggarakan pada Rabu, 27 November 2024.

Tercatat, sistem Pilkada serentak tahun 2024 ini adalah yang kelima kalinya diselenggarakan di Indonesia, sekaligus yang pertama kalinya melibatkan seluruh provinsi, kabupaten/kota di Indonesia.

Diantara 37 provinsi itu ada pemilihan Umum Gubernur Jawa Timur 2024 .

Gubernur petahana Khofifah Indar Parawansa, akan mencalonkan diri dalam Pilgub Jatim 2024.

Data yang saya miliki sampai akhir April 2024, Khofifah, tanpa lawan serius.

Apalagi, Ketua DPD PDIP Jatim Said Abdullah, memberi sinyal bahwa pihaknya membuka peluang mengusung Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2024.

Terbaru, Menteri Sosial Tri Rismaharini yang diwacanakan maju Pilgub Jatim, kini malah masuk bursa calon Gubernur DKI Jakarta. Namun, Risma berkomentar bahwa dirinya tidak memiliki uang untuk maju dalam Pilkada.

Suara PDIP ini menambah dukungan dari 4 partai politik yang telah merekomendasikan Khofifah sebagai Cagub di Pilgub Jatim 2024. Ke-4 partai itu yakni Golkar, Demokrat, PAN, dan Gerindra.

Menggunakan jargon politik itu cari kawan, bukan cari lawan, peluang khofifah maju Pilgub Jatim kedua, saya prediksi bakal mulus.

Beda dengan persaingan 5-10 tahun lalu. Saat itu Pakde Karwo, jadi pesaing utamanya. Dalam dua kali pertarungan, Pakde Karwo yang berpasangan dengan Saifullah Yusuf (Karsa) selalu mengalahkan Khofifah.

Pertarungan Pakde Karwo dengan Khofifah pertama kali terjadi di Pilgub Jatim tahun 2008. Saat itu ada lima pasang calon yaitu: Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono (KaJi), Sutjipto-Ridwan Hisjam (SR), Soenarjo-Ali Maschan Moesa (Salam), Achmady-Suhartono (Achsan), dan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa).

Baca Juga: Indofarma, Pernah Monopoli Obat, Malah Rugi Rp 371,8 M

Hasil pemungutan suara menunjukkan pasangan Karsa unggul dengan perolehan 26,44 persen suara dan Khofifah yang berpasangan dengan Mudjiono 24,82 persen. Karena tak ada yang mendapatkan 30 persen suara, Pilgub Jatim dilakukan dua putaran.

Di putaran II yang digelar 4 November 2008, KarSa meraih suara 7.729.944 (50,20 persen), sedangkan KaJi mendapat 7.669.721 suara (48,80 persen).

Merasa ada kecurangan dalam proses pencoblosan, Khofifah menggugat ke MK. Mahkamah kemudian memutuskan digelar pemungutan ulang di Sampang dan Bangkalan. Hasilnya pasangan Karsa tetap unggul dengan 50,11 persen suara dan KaJi harus puas dengan mendapat 49,89 persen suara.

Khofifah pun legowo dan duet Pakde Karwo-Gus Ipul pun memimpin Jawa Timur untuk masa 2008-2013. Pada Pilgub 2013, Khofifah menggandeng Herman Surjadi Sumawiredja , mencalonkan diri melawan duet Karsa.

Saat itu, perjalanan Khofifah lolos menjadi Cagub Jatim 2013 cukup berliku. Duet Khofifah dan Herman sempat didiskualifikasi oleh KPUD. Ini bermula saat terjadi dualisme dukungan dari Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) dan Partai Kedaulatan (PK).

Khofifah-Herman, akhirnya menggugat ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. DKPP menyatakan bahwa pasangan Khofifah-Herman dapat mengikuti Pilgub Jatim 2013.

Pemilu gubernur Jatim 2013 akhirnya diikuti 4 pasangan calon, yakni: Soekarwo-Saifullah Yusuf, Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah, Eggi Sudjana-Muhammad Sihat, dan Khofifah Indar Parawansa-Herman Surjadi Sumawiredja. Akhirnya, pasangan petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) berhasil memenangkan pilgub Jatimdengan memperoleh total suara 8.195.816 suara atau 47,25%.

Khofifah-Herman (Berkah) berada di urutan dua dengan memperoleh 6.525.015 suara (37,64%).

 

Baca Juga: KH Marzuki, Diduga Kandidat Rival Pragmatisnya Khofifah

***

 

Record Khofifah, bisa menangkan Paslon nomor 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Berdasar pleno rekapitulasi KPU Jatim, Prabowo-Gibran meraih 16.716.603 suara atau 65,19% di Jawa Timur.

Paslon ini unggul jauh atas paslon 01 Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar yang meraih 4.492.652 suara dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md dengan 4.434.805 suara.  Ini raihan saat Khofifah, jadi Dewan Pengarah TKN Prabowo-Gibran.

Meski demikian, di Jatim, PKB menjadi partai dengan perolehan suara tertinggi dengan perolehan 4.517.228 suara. Di DPRD Jatim, suara tersebut berhasil dikonversi dengan 27 kursi DPRD Jatim.

Perolehan suara PKB ini mengalahkan PDI-P yang pada Pileg 2019 menjadi juara. Pada Pileg 2024, partai berlambang moncong putih itu hanya memperoleh 3.735.865 suara dengan perolehan kursi di DPRD Jatim sebanyak 21 kursi. Berkurang 6 kursi dari hasil Pileg 2019.

Saat ini, ada kasak kusuk PKB akan melawan Khofifah, mengajak PKS. Konon, secara ideologi dua parpol ini berbeda sekali.

Dari catatan jurnalistik saya, pilkada Jatim 2024, tampaknya koalisinya Lebih Lentur. Sampai akhir April 2024, saya tak temukan "lawan tanding" Khofifah, seperti saat ia bersaing dengah PakDe Karwo - Gus Ipul. Juga tak ada kasak kusuk Walikota Pasuruan ini mau maju melawan Khofifah. Apalagi Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Syaiful Huda memastikan, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) tidak maju di Pilgub Jawa Timur (Jatim) 2024. Apa mungkin diciptakan lawan tak bergigi seperti Eggi Sudjana? Wait and see. ([email protected])

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU