Usai Neror kepada Nimas, Teman SMP-nya Selama 10 Tahun
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Nama Nimas dan Adi Pradita tengah ramai diperbincangkan di media sosial, hingga menempati trending topic X (Twitter) beberapa hari terakhir. Nimas lelah diteror oleh Adi Pradita, teman SMP-nya selama 10 tahun. Nimas pun lapor ke Tim Siber Polda Jatim, tak lama Adi Pradita piun ditangkap.
Uniknya, Adi Pradita saat ditangkap, tidak menunjukkan rasa penyesalan. Bahkan, tebar senyuman kepada beberapa awak media.
Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Charles P. Tampubolon saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan peneror Nimas sejak tahun 2013 itu.
"Kini sudah ditahan dan sedang kami dalami," jawab AKBP Charles, Minggu (19/4/2024).
AKBP Charles Tampubolon juga menegaskan, kini penyidik sedang mendalami status kejiwaan pelaku. "Jadi fokus pertama adalah mengamankan pelaku agar tidak ada viktimisasi yang berulang lagi, lalu kami gandeng profesional di bidang kesehatan untuk melakuka observasi atau langkah lain untuk kebaikan masa depan Adi," lanjut Charles.
Teman SMP
Nimas Sabella sendiri menungkapkan melalui akun X pribadinya, bagaimana sosok Adi Pradita begitu terobsesi kepadanya, hingga membuat dia merasa seperti di neraka selama 10 tahun terakhir.
"Bener-bener kesel Ya Allah, 10 tahun aku diobsesiin sama yang namanya Adi Pradita lulusan SMPN 34 surabaya, dikira aku baper ke dia padahal aku cuman peduli ke temen sekelas, diganggu sampe 10 tahun diri gue," tuturnya
Nimas pun membeberkan bagaimana Adi Pradita mengganggu hidupnya. Teman sekolahnya itu membuat ribuan akun media sosial hanya untuk memantau atau mengirimkan pesan kepada Nimas selama 10 tahun. Dia pun sudah berkali-kali memblokir akun Adi Pradita. Namun, hasilnya nihil karena pria itu terus melanjutkan 'terornya'.
Merasa tak kuat lagi dengan aksi teror tersebut, akhirnya Nimas membuat laporan ke Unit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim Jumat (17/5/2024) malam, setelah mendapat dorongan banyak netizen.
"Pelaku ini adalah teman sekolah saya waktu masih SMP. Dia terobsesi kepada saya sejak masih sekolah," kata Nimas, Jumat (17/5/2024) malam.
Kepada awak media, Nimas menjelaskan Adi, yang awalnya dibantu berujung menerornya tersebut.
"Adi itu anak pendiam, gak punya teman blas dan jarang ke kantin. Suatu hari aku tanya 'Di, gak ke kantin?' dia jawab 'Gak Nim, gak ada uang saku'. Aku kasih Rp5.000 buat dia makan," ujarnya.
"Aku cuma kasih kamu uang Rp5.000 Di, kamu kasih aku neraka 10 tahun," kata Nimas menambahkan.
Kebaikan Disalah Artikan
Sejak saat itu, kepedulian Nimas sebagai teman tampaknya disalahartikan oleh Adi Pradita. Hal itu justru menjadi awal mula 'neraka' yang diberikan Adi Pradita kepada Nimas.
"Kebaikan saya disalah artikan dikira saya suka. Dan saya pernah menolak pelaku dan dia mencoba untuk mendekati saya pada tahun 2014 - 2015, namun saya tolak dengan baik," ucapnya.
Buat Ratusan Akun
Sejak saat itu, Nimas menduga Adi membuat ratusan akun media sosial Instagram dan Twitter atau X. Ini terbukti dari pesan dan cuitan dari akun tak dikenal yang nyaris setiap hari terkirim ke akun Nimas.
Cuitan dan pesan itu bernada serupa yakni bernuansa godaan dan bahkan pelecehan ke Nimas. Melalui media sosial itu pula pelaku diduga mengirimkan foto alat vital.
"Enggak menghitung [berapa pesan teror]. Kadang sehari tiga kali twit. Kadang sebulan berapa. Kadang dalam seminggu selalu ada. Ada foto-foto kelamin," ucapnya.
Teror Datangi Rumah
Tak hanya di media sosial, Nimas juga menerima teror berupa didatangi langsung kediamannya. Pelaku menurutnya datang ke rumah pada dini hari dan hanya berdiri hingga pagi. Pelaku juga sempat melempar barang ke rumah korban.
"Paling terburuk tahun 2018. Dia pernah melempar jam tangan mati, dan surat cinta. Saya bakar jam 06.00 WIB pagi. Dia pernah jam 01.00 WIB pagi dia di depan rumah, berdiri sampai jam 04.00 WIB subuh," ucapnya.
Nimas mengatakan keluarganya juga pernah memperingati Adi secara langsung agar tak lagi meneror korban. Namun hal itu tak mempan. Pelaku terus melanjutkan perbuatannya.
Adi juga pernah mengancam akan membunuh siapapun pria yang mendekati Nimas. Hal ini jelas membuat korban tertekan secara psikis. Pasalnya dia akan melangsungkan pernikahan tak lama lagi. hik/rl/ham/rmc
Editor : Moch Ilham