SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Usia Surabaya yang sudah tidak muda lagi beragam peristiwa penting yang terjadi di Kota Pahlawan ini. Menjelang Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke-731 yang jatuh pada 31 Mei 2024 berbagai harapan dan doa agar kota Surabaya yang kita sayangi ini makin terus maju dan tumbuh, yang paling utama kesejahteraan warganya.
Ketua DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kota Surabaya, Adi Sutarwijono melihat kota Surabaya sebagai daerah yang terus bergerak dinamis dari waktu ke waktu. Melalui kebijakan Pemerintah Kota bersama DPRD Surabaya dan para stakeholder pembangunan di Surabaya ini dimaksimalkan di segala bidang. Surabaya telah tumbuh menjadi kota besar yang berkembang dalam segala keadaan zaman.
Menurut Adi Sutarwijono, hal itu tidak lepas dari peran pemerintahan yang baik dan berintegritas. Ia menilai, dibawah Wali Kota Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji, roda pembangunan di Surabaya tak henti bergerak.
“Memang, keduanya rajin bertemu kelompok-kelompok masyarakat dan menjaring aspirasi untuk diwujudkan. Hal itu sebagai bukti bahwa dalam pengambilan kebijakan dan pembangunan, pemerintah juga menyertakan suara masyarakat,” ungkap Adi Sutarwijono, Selasa (28/5).
Adi melanjutkan, berbagai bidang terus mengalami peningkatan. Bahkan, tahun ini APBD Surabaya mencapai Rp 10,9 triliun yang merupakan APBD dengan jumlah terbesar di seluruh Indonesia. Hal itu menunjukkan bahwa kemampuan fiskal Surabaya masih di atas rata-rata.
Di bidang kesehatan, layanan juga tak henti dimaksimalkan. Salah satunya dengan pembangunan RSUD di Surabaya Timur. Rencananya, RSUD tersebut bisa mulai beroperasi pada September nanti. Adanya RSUD baru itu untuk mengurai antrean di RSUD lain agar merata, serta tidak terfokus di satu kawasan saja. Sehingga pemerataan layanan kesehatan bisa tercapai untuk seluruh masyarakat.
Tak hanya itu, bahkan di tingkat puskesmas pun layanan juga senantiasa di-upgrade. Pemerintah memformulasikan agar akses kesehatan lebih simpel dan diakses lebih mudah. Pemkot juga bekerjasama dengan berbagai rumah sakit untuk memberikan layanan paripurna bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu di bidang pendidikan, pemerintah mengupayakan seluruh masyarakat mendapatkan akses maksimal. Salah satunya dengan Beasiswa Pemuda Tangguh. Untuk tingkat perguruan tinggi, tahun ini diberikan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) serta uang penunjang pembelajaran senilai Rp 1,25 juta. Khusus tingkat SMA/SMK/MA, diberikan bantuan sekitar Rp 200 ribu per bulan.
Pelayanan publik juga terus ditingkatkan. Yakni dengan melakukan percepatan layanan, penyederhanaan sistem, dan memberikan kenyamanan tempat layanan publik. Adi Sutarwijono juga mengapresiasi pemerintah yang kini menggunakan sistem online dalam pelayanan publik sehingga lebih memudahkan masyarakat.
Seluruh sudut kampung telah merasakan pembangunan di Surabaya. Baik lewat pavingisasi jalan-jalan kampung, perbaikan saluran air, penerangan jalan umum (PJU), hingga pembangunan balai RW.
“Balai RW dibangun dengan serius, lantas dimanfaatkan sebagai tempat bersekolah, mengaji, atau kumpul warga. Itu jadi pertanda bahwa pembangunan sudah merata dan dirasakan benar oleh warga,” terang Adi.
Dengan memaksimalkan partisipasi publik, kata Adi, Pemerintah selalu menyertakan suara rakyat dalam melakukan pengambilan kebijakan. Terbukti, stakeholder, pejabat, dan tokoh masyarakat kerap diundang untuk melakukan dialog langsung.
"Di tengah kemajemukan masyarakat Surabaya, pemerintah bisa merangkul dan memaksimalkan partisipasi publik. Tujuannya, agar tercipta kebijakan yang sesuai dengan kepentingan masyarakat," kata Adi.
“Artinya, pembangunan yang sukses di Surabaya ini adalah buah dari leadership yang bagus dan dikawal langsung oleh masyarakat. Saya optimis pertumbuhan segala bidang di Surabaya akan makin baik,” tambah Adi Sutarwijono.
Adi berharap, sekalipun Surabaya bergerak maju dan tumbuh dengan sangat baik, jangan pernah kehilangan karakteristik asli Arek Suroboyo yang berani, optimis, dan bersemangat.
Kepada masyarakat, Adi mengajak untuk bersama memajukan kota. Sebab, untuk kemajuan kota, tak bisa hanya dari peran pemerintah saja. Dukungan penuh dari masyarakat sangat dibutuhkan. Baik lewat peran langsung maupun aspirasi yang diberikan.
“Layaknya tema HJKS kali ini, yakni Satukan Tekad Surabaya Hebat. Mari kita maknai perayaan ini sebagai momentum menyatukan tekad dan langkah. Tujuannya satu, membawa Surabaya menjadi kota hebat yang terus maju di segala bidang,” pungkas Adi. Alq
Editor : Moch Ilham