Produksi Ecoprint di Mojokerto Tembus Hingga Mancanegara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Luluk Pangestuti menunjukkan hasil pengolahan ecoprint yang ramah lingkungan atau sustentable secara mandiri. SP/ MJK
Luluk Pangestuti menunjukkan hasil pengolahan ecoprint yang ramah lingkungan atau sustentable secara mandiri. SP/ MJK

i

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Sumber daya alam (SDA) di lingkungan Kabupaten Mojokerto nyatanya memiliki barang bernilai jual. Salah satunya, pengolahan ecoprint yang ramah lingkungan atau sustentable secara mandiri, hingga akhirnya tembus ke pasar lokal maupun mancanegara.

Luluk Pangestuti (42) mengungkap, pemanfaatan pengelola ecoprint itu mberawal dari kegemaran mendaki gunung semasa kuliah, membuat ibu 3 anak asal Kabupaten Mojokerto ini tergerak memanfaatkan.

"Awalnya karena saya suka berpetualang ke hutan, naik gunung dulu (sebelum menikah). Terus belajar produk ini di pelatihan, kok ramah lingkungan semuanya bisa dimanfaatkan sampai ke limbahnya," ujar Luluk, Minggu (02/06/2024).

Sementara itu, untuk dalam negeri produknya sudah masuk di Surabaya, Bandung, Jakarta, Kalimantan, Batam, sedangkan untuk mancanegara sudah merambah Turki dan Australia.

Sedangkan bahan baku yang digunakan Luluk menggunakan dedaunan khusus yang ditanamnya sendiri dan dibelinya dari pengepul di wilayah Pacet. Seperti daun kayu lanang, daun afrika, dan daun jarak wulung yang bisa menghasilkan warna alami pada kain berbahan primisima, rayon, blacu, katun (3d), sutra, dan katun paris.

Diketahui, produksi kain ecoprint tersebut sudah sampai 20 helai per harinya dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghasilkan berbagai macam variasi barang dengan bahan ecoprint produksinya, mulai dari tas, sandal, sepatu, taplak meja, tempat tisu.

"Yang kaya warna orange itu pakai daun kayu lanang, itu warna semua dari noda warna daun itu sendiri," beber pemilik NaySyifa Craft.

Saat disinggung soal harga, produk ramah lingkungan tersebut dibanderol dengan harga yang bervariatif. Untuk kain rayon mulai dari Rp 150.000, katun Rp 300.000, dan kain sutra Rp 1 juta. Sementara, harga pakaian jadi, sepatu, dan tas mulai dari Rp 250.000 sampai Rp 750.000. mjk-01/dsy

Berita Terbaru

Diduga Buang Limbah Sembarangan, SPPG Grogol Ponorogo Viral

Diduga Buang Limbah Sembarangan, SPPG Grogol Ponorogo Viral

Kamis, 16 Jul 2026 18:37 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 18:37 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kendati belum genap seminggu beroperasi namun program Menu Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Ponorogo kembali bermasalah.  Ini …

JPU Tetap pada Tuntutan, Replik Tegaskan Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Dipakai Tak Sesuai Peruntukan

JPU Tetap pada Tuntutan, Replik Tegaskan Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Dipakai Tak Sesuai Peruntukan

Kamis, 16 Jul 2026 17:56 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 17:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Kejaksaan Negeri Gresik bergeming menyikapi pledoi tiga terdakwa kasus dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur…

Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg, Berlaku di Seluruh Indonesia

Pertamina Turunkan Harga Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg, Berlaku di Seluruh Indonesia

Kamis, 16 Jul 2026 16:33 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 16:33 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - PT Pertamina (Persero) menurunkan harga liquefied petroleum gas (LPG) nonsubsidi Bright Gas ukuran 5,5 kilogram (kg) dan 12 kg yang…

PLN UID Jawa Timur Pamerkan Dua Karya Inovasi Terbaik di Surabaya Electric Forum 2026

PLN UID Jawa Timur Pamerkan Dua Karya Inovasi Terbaik di Surabaya Electric Forum 2026

Kamis, 16 Jul 2026 16:24 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 16:24 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur menampilkan dua inovasi unggulan di bidang distribusi tenaga listrik, yakni ASTROLT d…

JKSN dorong KH. Muhammad Yusuf Hasyim ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional 2026

JKSN dorong KH. Muhammad Yusuf Hasyim ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional 2026

Kamis, 16 Jul 2026 16:18 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 16:18 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Ketua Umum Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim menyebut KH Muhammad Yusuf Hasyim telah memenuhi…

Sudah 65 Orang Diperiksa Soal Tunjangan DPRD Ponorogo, Kabar Perbub Dikebut Semalam Beredar

Sudah 65 Orang Diperiksa Soal Tunjangan DPRD Ponorogo, Kabar Perbub Dikebut Semalam Beredar

Kamis, 16 Jul 2026 15:43 WIB

Kamis, 16 Jul 2026 15:43 WIB

Foto:       SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kasus dugaan korupsi tunjangan perumahan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Ponorogo periode ta…