Produksi Ecoprint di Mojokerto Tembus Hingga Mancanegara

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 02 Jun 2024 12:34 WIB

Produksi Ecoprint di Mojokerto Tembus Hingga Mancanegara

i

Luluk Pangestuti menunjukkan hasil pengolahan ecoprint yang ramah lingkungan atau sustentable secara mandiri. SP/ MJK

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Sumber daya alam (SDA) di lingkungan Kabupaten Mojokerto nyatanya memiliki barang bernilai jual. Salah satunya, pengolahan ecoprint yang ramah lingkungan atau sustentable secara mandiri, hingga akhirnya tembus ke pasar lokal maupun mancanegara.

Luluk Pangestuti (42) mengungkap, pemanfaatan pengelola ecoprint itu mberawal dari kegemaran mendaki gunung semasa kuliah, membuat ibu 3 anak asal Kabupaten Mojokerto ini tergerak memanfaatkan.

Baca Juga: Lokapasar Wajib Patuhi Permendag 31/2023

"Awalnya karena saya suka berpetualang ke hutan, naik gunung dulu (sebelum menikah). Terus belajar produk ini di pelatihan, kok ramah lingkungan semuanya bisa dimanfaatkan sampai ke limbahnya," ujar Luluk, Minggu (02/06/2024).

Sementara itu, untuk dalam negeri produknya sudah masuk di Surabaya, Bandung, Jakarta, Kalimantan, Batam, sedangkan untuk mancanegara sudah merambah Turki dan Australia.

Baca Juga: Perajin Tusuk Sate Panen Cuan Jelang Kurban Idul Adha

Sedangkan bahan baku yang digunakan Luluk menggunakan dedaunan khusus yang ditanamnya sendiri dan dibelinya dari pengepul di wilayah Pacet. Seperti daun kayu lanang, daun afrika, dan daun jarak wulung yang bisa menghasilkan warna alami pada kain berbahan primisima, rayon, blacu, katun (3d), sutra, dan katun paris.

Diketahui, produksi kain ecoprint tersebut sudah sampai 20 helai per harinya dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menghasilkan berbagai macam variasi barang dengan bahan ecoprint produksinya, mulai dari tas, sandal, sepatu, taplak meja, tempat tisu.

Baca Juga: Perajin Anyaman Diberdayakan Lewat Kompetisi

"Yang kaya warna orange itu pakai daun kayu lanang, itu warna semua dari noda warna daun itu sendiri," beber pemilik NaySyifa Craft.

Saat disinggung soal harga, produk ramah lingkungan tersebut dibanderol dengan harga yang bervariatif. Untuk kain rayon mulai dari Rp 150.000, katun Rp 300.000, dan kain sutra Rp 1 juta. Sementara, harga pakaian jadi, sepatu, dan tas mulai dari Rp 250.000 sampai Rp 750.000. mjk-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU