120 Stan Industri Pendukung Ekspor, Ramaikan Lamongan Ekportiva

author Muhajirrin

- Pewarta

Kamis, 06 Jun 2024 16:56 WIB

120 Stan Industri Pendukung Ekspor, Ramaikan Lamongan Ekportiva

i

Bupati saat mengunjungi salah satu stan dalam pameran Lamongan Eksportiva. SP/MUHAJIRIN 

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Ada 120 perusahaan industri pendukung ekspor, ikut andil meramaikan Lamongan Ekportiva selama 4 hari di telah resmi dibuka oleh Bupati Yuhronur Efendi, Rabu (5/6/2024) malam di Lamongan Sport Center malam ini.

Lamongan Exportiva 2024, yang dimaksudkan untuk meningkatkan peluang ekspor produk unggulan Lamongan tersebut, karena selama setahun tidak kurang lebih dari 96 triliun nilai ekspor berbagai bidang dari kota soto.

Baca Juga: Ombudsman RI Kepincut Lamongan yang Memberikan Perlindungan Sosial Tenaga Kerja Informal

“Digelarnya kegiatan ini memiliki tujuan utama membuka peluang ekspor bagi industriawan di Kabupaten Lamongan. Selain itu juga ajang untuk saling memotivasi antar pelaku usaha masing-masing,” tutur Bupati yang akrab disapa Pak Yes saat memberikan pengarahan.

Kegiatan ekspor ini tambah bupati, tentu sangat menunjang kesejahteraan industri. Yang mana keberhasilan tersebut juga akan membawa dampak positif pada pertumbuhan ekonomi para pelaku industri di Kabupaten Lamongan.

Dijelaskan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lamongan Anang Taufik bahwa komoditi penyumbang nilai pemasaran ialah hasil perikanan, produk alas kaki, plastik dan hasil hutan. Pada gelombang pertama ekspor tahun 2024, sebanyak 8 ton komoditi ikan tenggiri dan tuna berhasil diekspor ke Thailand.

Baca Juga: Ikut Ciptakan Rendah Emisi, Uji Emisi di Lingkungan Dinas Pemkab Lamongan Dimasifkan

“Potensi perikanan yang dimiliki Lamongan akan dikelola dengan baik, tentu berkat kolaborasi bersama seluruh perusahaan. Pada gelombang pertama sudah 8 ton yang berhasil kami ekspor, semoga jumlah tersebut terus bertambah,” jelas Anang.

Tidak hanya itu, industri kecil menengah (IKM) yang ada di Lamongan terus aktif dan bertambah, khususnya di bidang makanan dan minuman (mamin). Dari total IKM yang ada di Lamongan yakni 18 ribu, 50% diantaranya bergerak di bidang mamin. 

Menurut Anang kondisi terkini pada pelaku IKM mamin cenderung meningkat, karena permintaan selalu stabil. Namun pendampingan oleh Disperindag Kabupaten Lamongan juga terus digencarkan, saat ini yang menjadi tantangan pelaku IKM ialah keterbatasan jaringan dan keterbatasan adaptasi dengan teknologi.

Baca Juga: Usai Serahkan SK Perpanjangan Kades, Bupati Lamongan Ajak Wujudkan Desa Mandiri

“Produk unggulan dari IKM ini semakin banyak yang berhasil masuk ke pasar modern. Namun Disperindag juga terus mendampingi,” kata Anang.

Selama lima hari kedepan, Lamongan Eksportiva akan menampilkan 120 stan yang memamerkan perusahaan industri pendukung ekspor, UMKM naik kelas, layanan ekspor dan P3DN, sosialisasi 11 program prioritas Lamongan, perbankan dan lembaga layanan, perusahaan nasional multi produk, aneka kuliner, hingga wahana hiburan dan permainan. jir

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU