Gerakan Boikot dan Sweeping Restoran Cepat Saji Terafiliasi dengan Israel

Aprindo: PHK Massal Menghantui Pekerja di Tanah Air

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Seruan aksi boikot produk Israel kembali menyeruak di masyarakat usai serangan yang terjadi di Rafah. Sejumlah gerai yang dianggap sebagian pihak terafiliasi dengan Israel menjadi sasaran. Beberapa hari terakhir, gerakan boikot ini justru mengarah langsung pada aksi sweeping restoran cepat saji oleh sejumlah pihak yang mengeklaim bela Palestina.

Merespons fenomena tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Roy Nicholas Mandey mengakui, seruan aksi boikot secara masif hingga gerakan sweeping tentunya akan berdampak nyata terhadap kinerja bisnis. Tingkat kunjungan pembeli akan berkurang hingga memukul produktivitas usaha.

"Ujung-ujungnya tidak ada jalan lain, akan ada pengurangan tenaga kerja dan PHK," ujar Roy saat dihubungi, Sabtu (8/6/2024).

Tidak hanya waralaba restoran cepat saji yang akan tergerus bisnisnya akibat aksi boikot, tapi penjualan produk Unilever di gerai ritel modern pun diakui Roy juga bisa terdampak.

Padahal, lanjutnya, mayoritas waralaba cepat saji seperti McDonalds dan KFC di Indonesia telah menyatakan tidak ada keterlibatan dengan korporasi pemilik label induknya di Amerika Serikat yang diduga terlibat mendukung aksi Israel.

Begitupun, dengan produk Unilever di Indonesia, kata Roy, dihasilkan dari perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja lokal, membayar pajak kepada negara dan memberi andil terhadap ekonomi nasional lewat investasi.

"Terkadang brand memang sama, cuma kan sudah masing-masing negara menjalankannya, sudah independen tidak ada kaitannya dengan yang di sana [luar negeri]," ucapnya.

Oleh karena itu, Roy menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam menyikapi fenomena boikot. Pemerintah perlu mengambil langkah seimbang untuk mencapai perdamaian dunia, tanpa merugikan ekonomi nasional.

Misalnya lewat diplomasi yang andal di tingkat internasional. Menurut Roy, pemerintah Indonesia perlu membuktikan kebenaran dari deretan tuduhan pro-Israel terhadap sejumlah produk atau perusahaan yang dijalankan di Indonesia.

Pasalnya, apabila pemerintah membiarkan opini publik terkait boikot meluas tanpa aksi pembuktian, dikhawatirkan ancaman PHK makin membelenggu nasib pekerja di Tanah Air.

"Pemerintah harus hadir supaya tidak terjadi polemik berkepanjangan, perlu ada penjelasan dan data akurat, melindungi pelaku usaha dan tenaga kerja yang ada di dalamnya," tutur Roy. 

Berita Terbaru

Apresiasi Laporan Komisi E DPRD Jatim, BPBD Sebut Anggaran Pos Mie Instan di RAPBD 2027 Masih Input Awal

Apresiasi Laporan Komisi E DPRD Jatim, BPBD Sebut Anggaran Pos Mie Instan di RAPBD 2027 Masih Input Awal

Senin, 02 Nov 2026 09:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 09:29 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SIDOARJO- Laporan Komisi E DPRD Jawa Timur terhadap usulan anggaran BPBD Jawa Timur pada Rancangan APBD 2027 dalam Rapat Paripurna DPRD…

Fraksi PDI-P Kritisi Anggaran Bencana, Bunda Renny : Libatkan UMKM dan Petani Terdekat

Fraksi PDI-P Kritisi Anggaran Bencana, Bunda Renny : Libatkan UMKM dan Petani Terdekat

Senin, 02 Nov 2026 09:22 WIB

Senin, 02 Nov 2026 09:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya- Belanja logistik untuk penanganan korban bencana di Jawa Timur mendapat atensi Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim, Wara Sundari…

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

33 Negara Bingung Mentan Jamin Stok Pangan Ri Aman

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:31 WIB

SURABAYAPAGI.com - Alhamdulillah, kita patut bersyukur. Di saat dunia sedang menghadapi ketegangan geopolitik, ancaman krisis pangan dan gangguan rantai pasok,…

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Menekraf Dorong Desa jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Kreatif

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:29 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf ) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan potensi desa sebagai sumber pertumbuhan ekonomi kreatif baru,…

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Bursa Kripto OKX Siapkan Ganti Rugi hingga Rp 8,19 Miliar jika Ada Peretasan

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:27 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bursa aset kripto global OKX merayakan empat tahun pelaksanaan program Proof of Reserves (PoR) bulanan dengan menerbitkan 48 laporan…

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

10 Negara dengan Biaya Makan Termahal

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

Senin, 02 Nov 2026 07:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Uang sebesar US$ 20 atau sekitar Rp 362.543 (kurs Rp 18.127 per US$) yang hanya cukup untuk membeli satu porsi makan di restoran sederhana…