PT Pakuwon Jati, Tadi Pagi, Bagi Saham Rp 433 Miiliar

author Erick Kresnadi Koresponden Jakarta

- Pewarta

Rabu, 12 Jun 2024 13:20 WIB

PT Pakuwon Jati, Tadi Pagi, Bagi Saham Rp 433 Miiliar

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - PT Pakuwon Jati (PWON) Tbk, pengembang properti yang awalnya berbasis di Surabaya, menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 433 miliar atau Rp 9 per lembar saham yang akan didistribusikan kepada entitas induk untuk Tahun Buku 2023.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (12/6/2024) tadi,
Presiden Direktur Pakuwon Jati, Alexander Stefanus Ridwan Suhendra mengatakan kinerja perseroan tahun 2023 cukup baik.

Baca Juga: PT Pakuwon Jati Bikin Surprise, Bagi Saham Rp 433 M, Bikin Terminal Bus Listrik di IKN

Hal ini terlihat dari pendapatan tahun 2023 naik menjadi Rp 6,2 triliun dari tahun sebelumnya Rp 5,99 triliun.

"Ini kenaikannya 21% jadi menonjol ya. Menurut, kita memang ini kemajuan yang cukup bagus ya. Kita berharap tahu. 2024 ini bisa menjadi lebih maju lagi," kata Ridwan dalam Paparan Publik RUPS, Jakarta, Rabu (12/6/2024).

Baca Juga: Presdir Pakuwon Jati, Bikin Surprise di IKN

Pada saat yang sama, Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Perseroan mengatakan R12UPS telah menyetujui pembagian dividen tunai dari tahun buku 2023 sebesar Rp 433 miliar, setara dengan 21% dari laba bersih sebesar Rp 2.105 miliar. Ini menggambarkan komitmen berkelanjutan Perseroan kepada para pemegang saham PWON.

"Bahwa RUPS telah menyetujui pembagian dividen tunai dari tahun buku 2023 sebesar Rp 433 miliar, setara dengan 21% dari Rp 2.105 miliar laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk. Dividen senilai Rp 9 per saham ini, menggambarkan komitmen berkelanjutan Perseroan kepada para pemegang saham PWON," ujarnya.

Baca Juga: Demo Lapangan Golf Pakuwon, Ahli Waris Dinilai Salah Alamat

Dia menjelaskan recurring revenue atau pendapatan berulang pada tahun 2023 mencapai Rp 4.669 miliar naik 21% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp 3.870 miliar.

Lebih rinci, pendapatan retail mal Rp 3.124 miliar, naik 18% dibandingkan tahun lalu hanya Rp 2.641 miliar. Pendapatan office leasing sebesar Rp 304 miliar dan pendapatan rumah sakit sebesar Rp 1.214 miliar. erc/rmc

Editor : Raditya Mohammer Khadaffi

BERITA TERBARU