PT Pakuwon Jati Bikin Surprise, Bagi Saham Rp 433 M, Bikin Terminal Bus Listrik di IKN

author Erick Kresnadi Koresponden Jakarta

- Pewarta

Rabu, 12 Jun 2024 20:23 WIB

PT Pakuwon Jati Bikin Surprise, Bagi Saham Rp 433 M, Bikin Terminal Bus Listrik di IKN

i

Presiden Direktur Pakuwon Jati, Alexander Stefanus Ridwan Suhendra saat memaparkan hasil RUPS PT Pakuwon Jati Tbk beserta jajaran direksi dan komisaris, di Jakarta.

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - PT Pakuwon Jati (PWON) Tbk, pengembang properti yang awalnya berbasis di Surabaya, tahun 2024 bikin surprise publik dan pemerintah.

Selain memutuskan pembagian dividen sebesar Rp 433 miliar, juga membangun terminal bus listrik di IKN.

Baca Juga: Bertemu MBZ, Jokowi Bahas Investasi IKN, Ojo Kesusu Pak!

Jumlah dividen sebesar Rp 433 miliar tersebut setara 21% dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk PWON di 2023 senilai Rp 2,10 triliun. Keputusan tersebut sudah mendapatkan restu pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).

Selama ini, Presiden Direktur Pakuwon Jati, Alexander Stefanus Ridwan Suhendra, tidak umumkan kontribusi apa saja di IKN .

Saat RUPS pembagian dividen sebesar Rp 433 miliar,Presiden Direktur Pakuwon Jati, Alexander Stefanus Ridwan Suhendra baru bersuara. Ia mengatakan pihaknya tengah membangun proyek terminal bus di ibu kota baru tersebut. Dia menargetkan pembangunannya selesai akhir tahun 2024.

Dia menyebut terminal bus ini akan menampung bus-bus listrik yang beroperasi di IKN. Selain itu, dia bilang terminal bus tersebut akan menjadi penghubung antar kota-kota di sekitar IKN.

"Menurut saya IKN sedang bangun terminal yang orang datang dari luar kota bisa pakai bus yang solar atau bensin, tapi kan kalo di IKN gaboleh dan ganti dengan bus listrik, nah itu kita sedang buat. Saya kira akhir tahun ini akan selesai," kata Ridwan kepada media, Jakarta, Rabu (12/6/2024).

Dari internal Pakuwon, diperoleh keterangan proyek PT Pakuwon Jati Tbk di IKN dinamakan Pakuwon Nusantara. Proyek ini diproyeksikan menelan dana jumbo sebesar Rp 5 triliun. Melalui anak usaha, PT Pakuwon abadi Nusantara (PNA), raja properti yang berbasis di Surabaya, ini ikut membangun Pakuwon Nusantara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) 1 A, yakni di Jalan Sumbu Kebangsaan.

Alexsander menyebut terminal bus ini akan menampung bus-bus listrik yang beroperasi di IKN. Selain itu, terminal bus tersebut akan menjadi penghubung antar kota-kota di sekitar IKN.

 

Baca Juga: Presiden Jokowi Mulai Sering Curhat Soal IKN

Kinerja Tahun 2023 Cukup Baik

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Rabu (12/6),

Presiden Direktur Pakuwon Jati, Alexander Stefanus Ridwan Suhendra mengatakan kinerja perseroan tahun 2023 cukup baik.

Hal ini terlihat dari pendapatan tahun 2023 naik menjadi Rp 6,2 triliun dari tahun sebelumnya Rp 5,99 triliun.

"Ini kenaikannya 21% jadi menonjol ya. Menurut, kita memang ini kemajuan yang cukup bagus ya. Kita berharap tahu. 2024 ini bisa menjadi lebih maju lagi," kata Ridwan dalam Paparan Publik RUPS, Jakarta, Rabu (12/6/2024).

Baca Juga: Polisi Hanya Tegur Viral Video Bule yang Plesetkan IKN jadi Ibu Kota Koruptor Nepotisme

Pada saat yang sama, Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Perseroan mengatakan R12UPS telah menyetujui pembagian dividen tunai dari tahun buku 2023 sebesar Rp 433 miliar, setara dengan 21% dari laba bersih sebesar Rp 2.105 miliar. Ini menggambarkan komitmen berkelanjutan Perseroan kepada para pemegang saham PWON.

 

Laba Bersih Didistribusikan

"Bahwa RUPS telah menyetujui pembagian dividen tunai dari tahun buku 2023 sebesar Rp 433 miliar, setara dengan 21% dari Rp 2.105 miliar laba bersih yang dapat didistribusikan kepada entitas induk. Dividen senilai Rp 9 per saham ini, menggambarkan komitmen berkelanjutan Perseroan kepada para pemegang saham PWON," ujarnya.

Dia menjelaskan recurring revenue atau pendapatan berulang pada tahun 2023 mencapai Rp 4.669 miliar naik 21% dibandingkan tahun 2022 yang sebesar Rp 3.870 miliar. Lebih rinci, pendapatan retail mal Rp 3.124 miliar, naik 18% dibandingkan tahun lalu hanya Rp 2.641 miliar. Pendapatan office leasing sebesar Rp 304 miliar dan pendapatan rumah sakit sebesar Rp 1.214 miliar. n erc/rmc

Editor : Raditya Mohammer Khadaffi

BERITA TERBARU