Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk Generasi Unggul, Malah Masuk Program Prioritas Unggulan Ketiga
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dalam Perpres 79/2025, Presiden Prabowo juga menargetkan bahwa IKN akan dijadikan Ibu Kota Politik Indonesia yang dibidik mulai beroperasi pada 2028.
"Perencanaan dan pembangunan kawasan, serta pemindahan ke Ibu Kota Nusantara dilaksanakan sebagai upaya mendukung terwujudnya Ibu Kota Nusantara menjadi ibu kota politik di tahun 2028," bunyi beleid yang dikutip dari tabel daftar kegiatan prioritas utama RKP 2025, pada lampiran Perpres 79/2025, Minggu (20/9/2025).
Dalam salinan dokumen perpres yang diteken Presiden Prabowo Subianto per 30 Juni 2025 tersebut, tercatat ada sebanyak 83 Kegiatan Prioritas Utama RKP Tahun 2025. Pembangunan IKN masuk ke dalam urutan ke-73 dalam daftar tersebut.
Surabaya Pagi menghubungi Kemendagri Minggu (21/9), tidak informasi terkait program yang menyatakan bahwa pembangunan IKN masuk dalam urutan ke-73. Informasi yang diperoleh, ada angka 73% yang merupakan persentase progres pembangunan, bukan nomor urut.
Anggaran Pembangunan IKN Rp 36,25 T
"Perencanaan dan Pembangunan Kawasan, serta Pemindahan Ibu Kota Nusantara," dikutip dari tabel daftar kegiatan prioritas utama RKP 2025.
Secara akumulasi, alokasi anggaran untuk Otorita IKN melanjutkan perencanaan hingga pembangunan ibu kota baru mencapai sekitar Rp 36,25 triliun. Hal ini tercantum pada Lampiran II bagian Matriks Pembangunan Pemutakhiran RKP 2025.
Jumlah tersebut terdiri atas alokasi untuk tiga kegiatan atau proyek prioritas yang dirincikan alokasi anggarannya dan menjadi bagian yang dikoordinir Otorita IKN. Ketiga kegiatan tersebut antara lain pertama, pembangunan IKN dengan alokasi sebesar Rp 18,12 triliun.
Kegiatan kedua, perencanaan dan pembangunan kawasan, serta pemindahan ke IKN dengan alokasi sebesar Rp 17,82 triliun. Kegiatan atau proyek ketiga, pembangunan sosial, superhub ekonomi, dan pengelolaan lingkungan IKN dengan alokasi sebesar Rp 306,88 miliar.
Delapan Agenda Prioritas Utama
Sumber di Kemenkeu hari Minggu (21/9) malah menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk generasi unggul, melampaui jauh program pembangunan IKN.
Sumber itu menyodorkan Pidato Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 dan Nota Keuangannya di Rapat Paripurna DPR pada Agustus lalu , Presiden menyampaikan RAPBN 2026 mengedepankan delapan agenda prioritas utama.
“RAPBN 2026 kita utamakan pada delapan agenda prioritas,” ungkap Presiden.
Pertama, ketahanan pangan sebagai fondasi kemandirian bangsa.
Kedua, ketahanan energi untuk kedaulatan bangsa.
Ketiga, Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk generasi unggul.
Keempat, pendidikan bermutu untuk SDM berdaya saing global.
Kelima, kesehatan berkualitas yang adil dan merata.
Keenam, penguatan ekonomi rakyat melalui Koperasi Desa Merah Putih (KMDP).
Ketujuh, pertahanan semesta untuk menjaga kedaulatan bangsa.
Kedelapan, percepatan investasi dan perdagangan global. n erc/jk/rmc
Editor : Moch Ilham