SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Hari Raya Idul Adha yang tinggal sebentar lagi, justru lapak penjualan hewan kurban di Lamongan, Jawa Timur Menurun. Diketahui, yang awalnya rata-rata terdapat 40 lapak setiap menjelang Idul Adha 2024, kini tinggal 28 lapak.
Tidak hanya lapak untuk hewak kurban berupa kambing atau domba, lapak hewan kurban sapi juga menurun di bahu jalan yang tersebar di sejumlah kecamatan.
Kepala Dinas Peternakan Hewan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Lamongan, Shofiah Nurhayati mengungkap, pengaruh meredanya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi menjadi pertimbangan kemudahan bagi pembeli hewan kurban untuk langsung ke kandang.
"Penurunan lapak hewan kurban di Lamongan itu karena banyak peternak yang menjual di kandang. Dalam arti banyak yang membeli langsung ke kandang ketimbang di lapak-lapak," jelas Shofiah, Jumat (14/06/2024).
Menurutnya, terdapat banyaknya pilihan hewan kurban di kandang peternak, menjadi alternatif bagi masyarakat yang hendak kurban dalam mencari hewan kurban.
Namun, meski lapak hewan kurban yang cenderung berkurang, pihaknya menjamin Lamongan masih surplus. Diketahui, populasi hewan ternak di Lamongan, Rahendra menyebutkan, stok tahun ini ada sebanyak 8.074 ekor sapi jantan dewasa. Jumlah tersebut lebih dari cukup, karena berkaca kebutuhan tahun 2023 sebanyak 4.835 ekor.
"Untuk hewan kurban sapi dan kambing masih surplus. Lalu, untuk surplus 3.200 ekor siap untuk dijual keluar daerah," ungkapnya.
Sedang stok kambing jantan dewasa yang syar'i untuk kurban saat ini tercatat ada sebanyak 15.772 ekor. Sementara pemotongan kurban tahun 2023 sebanyak 14.490 ekor.
Untuk populasi domba jantan dewasa ada 11.000 ekor. Sementara kurban tahun 2023 sebanyak 4.400 ekor. "Stok surplus 6.600 ekor. Dan kelebihan itu yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat luar Lamongan," katanya. lmg-01/dsy
Editor : Desy Ayu