MUI Minta Polri Usut Anggota DPR yang Terlibat Judi Online

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

82 Anggota DPR-RI yang Terlibat Judi Online. Ternyata Nilai Agregat dari Transaksi Setiap anggota DPR dan DPRD Sekitar Rp 25 miliar Persatu orang

 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar sumber kekayaan anggota DPR-DPRD yang main judi online, diusut. MUI menduga, untuk memenuhi hasrat judi tersebut, anggota DPR-DPRD melakukan berbagai cara terlarang. Tanggapan MUI ini merespon Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana yang mengungkap lebih dari 1.000 anggota DPR dan DPRD bermain judi online. Ia menyebut ada 63 ribu transaksi dari ribuan anggota dewan itu.

MUI ingatkan, pengusutan terhadap sumber kekayaan anggota DPR-DPRD yang bermain judi online merupakan salah satu langkah agar citra tidak rusak dan pihak lain tidak dirugikan.

"Menyelidiki secara bersungguh-sungguh tentang asal muasal kekayaan yang mereka dapat yang mereka pergunakan untuk berjudi karena berat dugaan untuk memenuhi hasrat berjudinya mereka telah melakukan berbagai cara yang haram dan terlarang seperti korupsi, mencuri, memeras dan merampok," kata Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas dalam keterangannya, Kamis (27/6/2024).

Sementara, ditemukan sebanyak 82 anggota DPR RI Terlibat judi online. Hal itu diungkap Wakil Ketua Komisi III DPR RI Pangeran Khairul Saleh, Kamis sore (27/6).

 

Minta Polri Memproses DPR

Selain itu, MUI berharap pemerintah menutup judi online tersebut dan menindak para penyelenggaranya. Kemudian, meminta Mahkamah Kehormatan Dewan untuk mengadili agar kehormatan DPR dan DPRD terjaga.

"Mahkamah Kehormatan Dewan untuk mengadili mereka agar kehormatan dan keluhuran martabat DPR/DPRD sebagai lembaga perwakilan rakyat dapat terjaga dan terpelihara," pintanya.

Tak cuma itu, pihaknya meminta Kepolisian agar memproses mereka yang telah melanggar hukum.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengaku sudah mengantongi data lengkap para wakil rakyat yang memainkan aktivitas haram tersebut.

"Jadi yang memang diprotet di PPATK sekian ribu orang adalah anggota DPR RI di sini, lalu kemudian DPRD, dan Setjen sini dan beberapa sekertariat DPRD. Itu angkanya masif. Tapi kemudian memang ada pejabat daerah, ada pensiunan, ada profesional lainnya, pengusaha pabrikan, ibu rumah tangga, dokter, kemaren wartawan, notaris, ada kita sampaikan ke masing-masing instansi. Nama, domisili, kediaman, nomor handphone, tanggal lahir, semua ada di sini lengkap. Dia transaksi di wilayah mana saja ada lengkap. Jadi kami ikut saja kalau dipanggil MKD atau kemudian harus dibuka di sini dalam forum tertutup," kata Kepala PPATK Ivan Yustiavandana di Kompleks DPR RI, Rabu (26/6/2024).

 

Sampaikan Data Lengkap

Ivan kemudian menjelaskan, pihaknya sudah menerima instruksi dari Kepala Satuan Tugas Pemberantasan Perjudian Daring yakni Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Hadi Tjahjanto.

Menko Polhukam minta agar temuan PPAT terkait judi online disampaikan kepada pimpinan masing-masing kementerian dan lembaga negara.

Kini ihaknya akan mendatangi Kementerian Komunikasi dan Informatika (kemenkominfo) untuk menyampaikan data lengkap tersebut.

 

Jangan Dianggap Enteng

Ivan Yustiavandana menyebut, lebih dari 1.000 anggota DPR dan DPRD bermain judi online. Tercatat, rata-rata setiap anggota DPR dan DPRD telah bermain sekitar 63 kali.

Dan nilai agregat dari transaksi yang dilakukan setiap anggota DPR dan DPRD sekitar Rp 25 miliar persatu orang.

"Dari data ini, kita tentu judi online tidak boleh dianggap enteng, karena para anggota DPR dan DPRD yang telah kecanduan bermain judi tersebut tentu akan selalu berusaha untuk bisa bermain," tambah Ivan Yustiavandana. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

Luncurkan Program ELSINDUK GEMES, PLN UIT JBM Dorong Ekonomi Sirkular dari Pengelolaan Bank Sampah

Luncurkan Program ELSINDUK GEMES, PLN UIT JBM Dorong Ekonomi Sirkular dari Pengelolaan Bank Sampah

Selasa, 21 Jul 2026 23:16 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 23:16 WIB

SurabayaPagi, Gresik – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan b…

Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol

Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol

Selasa, 21 Jul 2026 23:02 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 23:02 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Upaya pemerintah dalam memberantas praktik judi online (judol) terus mendapatkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kalangan…

2 Hektar Hutan Perhutani di Sampung Ponorogo Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar OTB

2 Hektar Hutan Perhutani di Sampung Ponorogo Terbakar, Diduga Sengaja Dibakar OTB

Selasa, 21 Jul 2026 21:18 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 21:18 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Kebakaran hutan melanda kawasan perhutani di Petak 62 RPH Ngangsiran, BKPH Sampung, KPH Madiun, yang masuk dalam wilayah Kecamatan…

Sensus Ekonomi Ponorogo Capai 58,62 Persen, BPS Beber Faktor Penghambat 

Sensus Ekonomi Ponorogo Capai 58,62 Persen, BPS Beber Faktor Penghambat 

Selasa, 21 Jul 2026 21:10 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 21:10 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Ponorogo menunjukkan progres positif. Berdasarkan data Aplikasi FASIH Pendataan SE…

BEM Nusantara Jatim Kirim Karangan Bunga ke Kejati, Protes Penanganan Kasus Eks Jampidsus

BEM Nusantara Jatim Kirim Karangan Bunga ke Kejati, Protes Penanganan Kasus Eks Jampidsus

Selasa, 21 Jul 2026 20:06 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:06 WIB

‎ ‎SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – BEM Nusantara Jawa Timur mengirim karangan bunga ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur, Selasa (21/7/2026), sebagai aksi simb…

Persidangan Ungkap PT JPC Tidak Miliki Perjanjian Kontraktual Langsung Dengan Pemilik Lahan  ‎

Persidangan Ungkap PT JPC Tidak Miliki Perjanjian Kontraktual Langsung Dengan Pemilik Lahan ‎

Selasa, 21 Jul 2026 20:03 WIB

Selasa, 21 Jul 2026 20:03 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Sidang gugatan perdata sengketa pengelolaan lahan parkir yang melibatkan PT Jatim Parkir Center (JPC) kembali bergulir di Pen…