Mbah Hardjo, Jemaah Haji Tertua Indonesia Tiba di Tanah Air

author Lailatul Nur Aini

- Pewarta

Jumat, 28 Jun 2024 18:17 WIB

Mbah Hardjo, Jemaah Haji Tertua Indonesia Tiba di Tanah Air

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya -  Hardjo Mislan alias Miskan, jemaah haji tertua di Indonesia yang berusia 109 tahun, tiba di tanah air pada Kamis (27/6/2024). Mbah Hardjo, yang tergabung dalam kloter 19 asal Ponorogo, mendarat di Bandara Juanda sekitar pukul 11.00 WIB dan tiba di asrama haji sekitar pukul 12.20 WIB.

Meski usianya sudah sangat lanjut, Mbah Hardjo tampak sumringah saat tiba di asrama haji, meskipun harus duduk di kursi roda. Dengan gaya khasnya, ia mengacungkan jempol, serta mengucapkan syukur karena tiba dalam kondisi sehat walafiat.

Baca Juga: 37.870 Warga Jatim Jadi Pekerja Migran Indonesia

"Alhamdulillah," ucapnya, yang selalu didampingi oleh putranya, Sirmad, selama pelaksanaan ibadah haji itu.

Menurut Sirmad, meskipun usianya sudah lanjut, Mbah Hardjo dapat melaksanakan rangkaian ibadah haji sendiri, baik yang sunnah maupun wajib.

"Untuk melontar jumroh, saya yang membadalkan. Lainnya, Mbah Hardjo melakukan sendiri," tutur Sirmad.

Selama perjalanan dari Arafah menuju Muzdalifah dan Mina, Mbah Hardjo didampingi oleh Sirmad, mengikuti skema murur. Meskipun membawa kursi roda, Mbah Hardjo tidak selalu memakainya.

"Waktu di Madinah, kebetulan kami memperoleh hotel yang dekat dengan Masjid Nabawi. Mbah Hardjo tiap berangkat salat seringkali berjalan kaki menuju masjid," jelas Sirmad.

Baca Juga: Jemaah Haji Kloter SUB-62 Asal Jombang Wafat di Pesawat

Kedatangan Mbah Hardjo, bersama dengan mertua dan istrinya yang juga menunaikan ibadah haji, membuat Sirmad sangat terharu.

"Alhamdulillah semua pulang dalam keadaan sehat tanpa kurang suatu apapun, mengingat saya harus mendampingi orang tua yang usianya sudah tidak muda lagi," ujarnya sambil terisak.

Sirmad juga menceritakan pengalaman di Mina, di mana suhu udara mencapai 50°C. "Panas sekali waktu itu. Alhamdulillah kondisi kesehatan kami tidak sampai drop. Menurut Mbah Hardjo, kuncinya adalah ikhlas selama menjalani rangkaian ibadah haji. Jalani saja semuanya tanpa ada mengeluh," ungkapnya.

Baca Juga: Atlet UNESA Sumbang Medali Terbanyak untuk Kontingen Indonesia pada AUG XXI 2024

Mbah Hardjo juga tidak rewel dalam hal makanan selama di tanah suci. "Semua menu (khusus lansia) dimakan. Mbah Hardjo tidak minta aneh-aneh," tambah Sirmad.

Bahkan, Mbah Hardjo rajin mengikuti senam lansia, yang menjadi inspirasi bagi jemaah lansia lainnya.

Sekedar informasi, pada tanggal 2 Juli mendatang, Mbah Hardjo akan genap berusia 110 tahun. Keluarga berharap agar Mbah Hardjo diberikan usia yang berkah dan sehat selalu. Kini, Mbah Hardjo sudah kembali ke Ponorogo dengan selamat. Ain

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU