Tiga Eks Mendiknas Kritik Kebijakan Nadiem

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Mohammad Nuh, Minta Pejabat terkait Pemberian Alokasi Anggaran Pendidikan tahun 2024 Sampai Rp 665,02 triliun, Bertobat

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Tiga Eks Menteri Pendidikan Indonesia 2009-2014 Mohammad Nuh, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi 2014-2019 Mohamad Nasir dan Muhadjir Effendy, Mendikbud pada 2016-2019, ramai ramai mempertanyakan kebijakan Mendikbudristek, Nadiem Anwar Makarim. Terutama alokasi anggaran pendidikan tahun 2024 mencapai Rp 665,02 triliun.

Tiga menteri penasaran mengapa ada Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) di dalam alokasi anggaran pendidikan.

Hal tersebut disampaikan M Nuh dalam RDPU Panja Pembiayaan Pendidikan Komisi X DPR RI dengan tokoh menteri pendidikan terdahulu. Selain M Nuh, ada Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi 2014-2019 Mohamad Nasir serta Muhadjir Effendy, yang dulu menjadi Mendikbud pada 2016-2019.

M Nuh mempertanyakan mulai kapan Dana Desa masuk ke anggaran pendidikan. Alokasi anggaran perlu dikaji ulang sekarang juga.

"Urusan APBN, kan ini tadi yang disampaikan ini Rp 665 triliun terdistribusi macam-macam itu sehingga saatnya yang paling tepat sekarang ini untuk me-review kebijakan dasarnya, tapi ndak cukup sampai itu," kata Nuh dalam rapat, Selasa (2/7/2024).

 

Pertanyaan M Nuh

"Coba kita sama-sama lihat lokasi detail dan implementasinya. Saya terus terang yang paling penasaran mulai kapan masuk Dana Desa di dalam anggaran pendidikan, mulai kapan? Dan isinya apa?" tambahnya.

Dia mengatakan ujung-ujungnya, jika terkait dengan desa, maka akan mengalir ke kelurahan. Dia meminta pihak terkait untuk menjelaskan anggaran Dana Desa yang dimaksud.

"Kalau lurah, kan lurah kan ujungnya kalau Dana Desa lurah, ngurusi apa di pendidikannya itu kalau dicari. Ini nggak bisa kita berargumen secara politik nggak bisa, tetapi argumentasinya adalah argumentasi secara jujur dari hati nurani," ucap Nuh.

Rapat Komisi X DPR dengan eks Menteri Pendidikan, (2 /7/2024). Ia mempertanyakan anggaran pendidikan untuk siapa saja. Nuh meminta pihak terkait jangan berkilah soal alokasi dana pendidikan.

"Ini urusan amanah ini, amanahnya bukan sekadar amanah UU biasa, UU dasar. Sudah, mohon dengan jujur anggaran pendidikan itu untuk sopo sih?" tanyanya.

 

Minta Pejabat Terkait Bertobat

Ia meminta penjelasan realisasi Dana Desa di anggaran pendidikan untuk apa saja. Nuh mengatakan pejabat terkait mesti bertobat jika anggaran yang ada tak digunakan dengan semestinya.

"Untuk apa sih, dan berapa yang di sini? Kalau argumentasi politik terlalu rame dan macam-macam jawabannya, tapi coba kita tanya pada hati nurani kita untuk Dana Desa itu berapa dan siapa yang melaksanakan dan memang riilnya betul nggak dipakai untuk itu. Kalau ndak, dosa loh," ujar Nuh.

"Ini kan urusan amanah ini penyimpangan yang luar biasa kalau seandainya kita secara formal melegalkan sesuatu yang tidak bener dan itu kita legalkan dan pada kenyataannya memang ndak bener pula saya kira tobat, tobat, sehingga masa yang akan datang ini masa pertobatan di dalam mengelola dana pendidikan," sambungnya.

Nuh menyebut mengelola dana pendidikan harus jujur. Jika dana tersebut pada akhirnya digunakan untuk menutupi kekurangan anggaran di tempat lain mestinya disampaikan dan minta izin ke publik.

"Harus jujur, betul nggak. Kalau seandainya memang kekurangan dana lain, sampaikan saja 'Memang kurang dana lain, yang tersisa itu yang terlalu mewah itu pendidikan, oleh karena itu mohon diikhlaskan ya pendidikan saya pakai untuk ini' Nyaman, minta izin," ujar Nuh.

"Tetapi kalau ndak akhirnya apa? Akhirnya komplikasi yang di dunia pendidikan karena kekurangan sumber," imbuhnya. n jk/erc/cr2/rmc

Berita Terbaru

Letusan Erupsi Semeru Letusan Setinggi 1.000 Meter di Atas Puncak Mahameru

Letusan Erupsi Semeru Letusan Setinggi 1.000 Meter di Atas Puncak Mahameru

Senin, 07 Sep 2026 11:55 WIB

Senin, 07 Sep 2026 11:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, mengalami erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter di…

Erupsi Gunung Anak Krakatau, 5 Penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh Dibatalkan

Erupsi Gunung Anak Krakatau, 5 Penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh Dibatalkan

Senin, 07 Sep 2026 11:42 WIB

Senin, 07 Sep 2026 11:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Imbas peristiwa erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di kawasan Selat Sunda, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bandara Abdulrachman Saleh…

Optimalkan Pertemukan Pencari Kerja, Pacitan Temukan Formula Hemat ‘Mini Job Fair’

Optimalkan Pertemukan Pencari Kerja, Pacitan Temukan Formula Hemat ‘Mini Job Fair’

Senin, 07 Sep 2026 11:22 WIB

Senin, 07 Sep 2026 11:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Pacitan - Dinilai lebih efisien dalam mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan di tengah penyesuaian anggaran, Dinas Perdagangan dan…

Banyuwangi Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla TWA Kawah Ijen

Banyuwangi Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla TWA Kawah Ijen

Senin, 07 Sep 2026 11:16 WIB

Senin, 07 Sep 2026 11:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Menindaklanjuti bencana gunung meletus, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana…

Lewat Festival Literasi, Pemkab Banyuwangi Gencar Lestarikan Bahasa Osing

Lewat Festival Literasi, Pemkab Banyuwangi Gencar Lestarikan Bahasa Osing

Senin, 07 Sep 2026 11:04 WIB

Senin, 07 Sep 2026 11:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui gelaran Festival Literasi Osing, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi gencar melestarikan bahasa Osing sebagai…

Kali Surabaya Tercemar: Warga Keluhkan Air PDAM Keruh, Berbusa hingga Berbau Kimia

Kali Surabaya Tercemar: Warga Keluhkan Air PDAM Keruh, Berbusa hingga Berbau Kimia

Senin, 07 Sep 2026 10:50 WIB

Senin, 07 Sep 2026 10:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini warga di Kota Surabaya mengeluhkan kondisi air Perumda Air Minum Surya Sembada atau PDAM Kota Surabaya yang mendadak…