Disnaker Jatim Punya Pusat Pelatihan Welder, DPD RI Terpilih: Inovasi Out Of The Box

author Riko Abdiono

- Pewarta

Jumat, 05 Jul 2024 11:05 WIB

Disnaker Jatim Punya Pusat Pelatihan Welder, DPD RI Terpilih: Inovasi Out Of The Box

i

Kadisnaker Jatim Sigit Priyanto dan Senator DPD RI terpilih Lia Istifhama. SP/ RIKO

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur memiliki inovasi pelatihan welder dengan standar internasional. Nantinya para peserta pelatihan ini disiapkan untuk bisa membuka usaha sendiri dan siap kerja di perusahaan-perusahaan nasional maupun internasional.

Sigit Priyanto, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Timur mengatakan saat ini pelatihan Welder ada di sejumlah Balai Latihan Kerja (BLK). 

Baca Juga: DPR: Reputasi Bea Cukai, Terdegradasi

“BLK kami konsisten menjadi pusat pelatihan welder guna mempersiapkan 4000 tenaga kerja di Pertamina Tuban dan permintaan ribuan tenaga kerja di luar negeri, diantaranya Korea,” terang Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim, Sigit Priyanto, di hadapan anggota DPD RI Terpilih, Lia Istifhama, Jumat (05/07/2024).

Lantas, apa itu welder? Dikutip dari Wikipedia, welder adalah juru las, yaitu orang yang mengelas menyatukan material. Pada prakteknya, welder merupakan salah satu profesi menggiurkan di skala internasional. kebutuhan welder dalam proyek luar negeri cukup tinggi, sekalipun mematok syarat welder dengan keahlian atau bersertifikasi. 

Dalam sebulan, gaji welder kisaran Rp25 juta hingga Rp30 juta, tergantung resiko kerjanya. Tak mengherankan jika gaji welder ini terbilang besar, karena tak sedikit welder dengan kualifikasi khusus yang bekerja untuk melakukan pengelasan di bawah laut ataupun dalam pembangunan pipa dan gas. Penuh resiko tingggi, itulah yang menjadi alasan mengapa gaji welder bisa mencapai range 2 jutaan per jamnya.

Dukungan Disnaker terhadap skill welder untuk memenuhi kebutuhan kerja itulah, yang menjadi apresiasi khusus dari senator DPD RI terpilih Lia Istifhama. “Ini namanya inovasi out of the box,” ujar keponakan Khofifah Indar Parawansa itu, di sela kunjungannya ke kantor Disnaker Jatim Rabu, 3 Juli 2024.

Menurutnya, persiapan tenaga kerja bersertifikasi dan skill khusus yang tidak semua wilayah bahkan semua negara mempersiapkan, bukan hanya menjadi potensi kuat menekan pengangguran. Namun juga mengangkat derajat ekonomi masyarakat. Tenaga welder ini bukan hanya bersifat entry barrier yang bertujuan penghadang potensi tenaga asing. 

Baca Juga: Santrinya Lolos Senayan, Gus Badar Bocorkan Masa Lalu Ning Lia, Bikin Baper?

“Tapi juga memenuhi kebutuhan luar negeri yang secara langsung meningkatkan penerimaan negara karena kita semua tahu, TKI adalah pahlawan devisa negara,” jelasnya.

Bukan hanya terkait persiapan tenaga kerja yang sifatnya ‘out of the box’, ning Lia, sapaan akrab Doktoral UINSA itu juga menyoroti komitmen Disnaker Jatim yang terus mendorong penerapan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan kerja.

“Kebetulan saya pernah kerja sebagai HRD, jadi saya sangat sepakat pentingnya perusahaan memberikan atensi pada penerapan K3. Lebih baik menyisihkan operational cost sedikit lagi untuk kepatutan K3 ini daripada berpotensi rugi besar akibat kecelakaan yang terjadi,” imbuhnya.

Baca Juga: Jelajahi Kebun Binatang Surabaya, Anggota DPR RI Djarot Saiful Hidayat Beri Nilai B

Pujian yang disampaikan Lia Istifhama memang bukan isapan jempol belaka. Hal ini karena Disnaker Jatim melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Latihan Kerja (BLK) Surabaya memang telah resmi menjadi pusat pelatihan welder atau juru las pada 15/1/2024 dan sekaligus penandatanganan plakat MoU dengan pimpinan Samsung Heavy Industries, Kim Jong San.

“Kami memang mempersiapkan BLK ini tuntas dari hulu sampai hilir, yaitu sudah memikirkan penempatan kerja para siswa didik BLK. Diantaranya MoU tersebut terkait penempatan siswa pelatihan las sejak tahun 2023 yang memang siap dilepas di dunia kerja. Maka dari itu, Januari lalu kami juga sudah memberangkatkan peserta Pelatihan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) Las FCAW ke Korea Selatan yang selanjutnya mereka ini ditempatkan di Samsung Heavy Industries,” papar Kadisnaker Sigit Priyanto.

“Mereka bukan hanya dilatih dengan kesesuian standar industri pembuatan kapal saja, tapi juga sudah melek K3, yang mana mereka ini ditempa untuk memperhatikan Kesehatan dan Keselamatan (K3) guna menghindari kecelakaan kerja,” jelas Sigit di hadapan rombongan politisi cantik asal Jatim itu. rko

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU