RI akan Adopsi Label Nutri-Grade Singapura

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Ajak Masyarakat Indonesia Pilih Pangan Lebih Sehat dan Berlebihan Gula, Cegah Diabetes 

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) tengah mempersiapkan aturan soal kandungan gula, garam, dan lemak dalam pangan.

Menurut Plt Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI) Lucia Rizka Andalusia, bukan tidak mungkin Indonesia ikut memiliki regulasi seperti label Nutri-Grade Singapura yang sempat viral beberapa waktu lalu. "Iya, kita dalam menuju ke sana," ucap Lucia Rizka Andalusia, Jumat (5/7/2024).

NutriGrade merupakan pengelompokan minuman dengan menggunakan level abjad A sampai D. Pengelompokan ini berdasarkan kandungan gula dan lemak jenuh yang ada di dalamnya. Aturan ini terbukti cukup efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat dalam opsi memilih pangan lebih sehat.

 

Lebih Berhati-hati

Beberapa warga di Singapura, mengaku kandungan gula yang kini terlihat jelas membuat mereka lebih berhati-hati dalam memilih minuman yang lebih sehat. Di sisi lain, regulasi ini juga membuat para produsen minuman di Singapura memformulasi ulang produknya dan bisa menyesuaikan dengan perubahan selera konsumen yang terus membaik.

Ada sejumlah remaja mengaku kandungan gula yang kini terlihat jelas membuat mereka lebih berhati-hati dalam memilih minuman yang lebih sehat. Di sisi lain, regulasi ini juga membuat para produsen minuman di Singapura memformulasi ulang produknya agar lebih sehat dan bisa menyesuaikan dengan perubahan selera konsumen.

Aturan ini dilatarbelakangi proyeksi angka diabetes Singapura bakal melonjak di 2050.

Survei Nutrisi Nasional Singapura di 2022 juga menemukan mayoritas minuman memiliki 52 persen total asupan gula harian.

 

Cara Mengedukasi Masyarakat

Rizka mengatakan regulasi yang mirip dengan NutriGrade dibuat untuk mengedukasi masyarakat agar memilih makanan dan minuman yang lebih sehat, yakni kandungan garam, gula, dan lemaknya tak melebihi batas ketentuan sehat yang ditentukan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Karena kita kadang-kadang mengkonsumsi tidak cukup satu sehari, kalau dia anak-anak mengkonsumsi dua kotak minuman misalnya Kalau dia cuma separuhnya kan nanti melebihi juga, jadi kita paling tidak 50 persen dari batas ambang sehatnya," lanjutnya lagi.

Meski begitu, Rizka tak merinci lebih lanjut soal kapan kebijakan tersebut bakal diterapkan. Menurutnya, saat ini penerapan tersebut masih dalam proses transisi.

"Kita belum mandatori ya nanti sebentar lagi kita bertahap kita akan mandatorikan," imbuh Rizka.

"Tapi kita mengedukasi kepada pelaku usaha dan kepada masyarakat untuk memilih makanan yang kandungan kadar garam gula lemaknya tidak terlalu tinggi, dengan Logo Pangan Lebih Sehat itu sudah ada. Tapi belum mandatori ya semua, karena memang masih dalam proses transisi. Ke depan kita akan kalau mandatori nanti akan diwajibkan semua," katanya lagi.

 

Pangan Tidak Aman

Di sisi lain, Rizka menyebut burden of disease di Indonesia sudah bergeser dari penyakit menular ke penyakit tidak menular (PTM).

Menurutnya salah satu pemicu yang meningkatkan kasus PTM di Indonesia karena pangan yang tidak aman, mulai dari bahan-bahan tambahan pangan yang tak aman dan bersifat karsinogenik, pemberian bahan tambahan makanan yang tak sesuai ketentuan, hingga kandungan bahan pangan tak sehat, seperti gula garam, dan kadar lemak yang tinggi.

"Disease burden kita yang paling tinggi adalah penyakit kardiovascular dan diabetes, yang mostly disebabkan oleh makanan yang tidak sehat," imbuhnya. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai bagian dari duka atas tragedi kecelakaan pekerjaan yang menewaskan 4 karyawan dan 3 lainya masih perawatan, semua karyawan…

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemkot Madiun ingin memperjelas peran forum yang mengoordinasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Untuk itu, Pemkot m…