Kerjasama Dengan Polsek Tandes, PLN Gelar Edukasi Bahaya Bermain Layang-Layang di Dekat Saluran Listrik

author Arlana Chandra Wijaya

- Pewarta

Senin, 08 Jul 2024 17:53 WIB

Kerjasama Dengan Polsek Tandes, PLN Gelar Edukasi Bahaya Bermain Layang-Layang di Dekat Saluran Listrik

SurabayaPagi, Surabaya - PLN UPT (Unit Pelaksana Transmisi) Gresik bekerja sama dengan Polsek Tandes, Surabaya melakukan peninjauan langsung ke daerah perkampungan di kawasan Balongsari, Surabaya, guna memastikan permainan layang-layang tidak berbahaya terhadap penyaluran listrik, Minggu (7/7/2024).

Hal ini dilakukan guna mengantisipasi kebiasaan menghabiskan masa liburan sekolah dengan bermain layang-layang yang dilakukan oleh anak-anak dan orang tua.

Baca Juga: Kawal Piala AFF U-19 Boys Championship 2024, UIT JBM Jaga Keandalan Sistem Transmisi

General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) Amiruddin menyampaikan, petugas berpatroli pada jalur tower transmisi.

“Patroli dilakukan pada sepanjang jalur SUTT 150 kV Surabaya Barat - Darmo grande, bertujuan memberikan edukasi bahayanya jika layang-layang diterbangkan dekat dengan tower transmisi, termasuk dapat menjadi penyebab terganggunya sistem kelistrikan apabila layang-layang putus dan mengenai jaringan tower transmisi. Apalagi dalam musim liburan sekolah saat ini, setiap hari petugas mendatangi langsung jika terlihat pemain layang-layang berada di sekitar wilayah tower transmisi," ungkap Amiruddin.

Amiruddin menyebut pihaknya telah melakukan himbauan kepada masyarakat untuk tidak bermain layang-layang di dekat jaringan listrik.

Baca Juga: Enterprise Customer Gathering, PLN Apresiasi Pelanggan Dari Sektor Industri

“Upaya beragam dilakukan untuk pendekatan ke anak-anak dan masyarakat sekitar, agar pesan yang disampaikan oleh PLN bisa diterima dan dimengerti, karena potensi yang ditimbulkan apabila bermain layang-layang di sekitar jaringan SUTT/SUTET dapat membahayakan masyarakat sekitar serta mengganggu pasokan listrik kepada pelanggan," lanjut Amiruddin.

Lebih lanjut Amiruddin menjelaskan agar masyarakat khususnya anak-anak yang memiliki kegemaran bermain layang-layang bisa melakukan kegiatan tersebut di tempat yang lebih aman dan terbuka seperti tanah lapang yang jauh dari infrastruktur kelistrikan.

“Edukasi diberikan dengan menjelaskan gambaran Peduli Bahaya Listrik Tegangan Tinggi terkait komponen pada layang-layang yakni benang layang-layang yang terbuat dari kawat atau benang basah dapat menghantarkan listrik sehingga dapat membahayakan baik untuk pemainnya dan orang disekitarnya, dan lebih luas lagi berdampak pada gangguan penyaluran listrik," lanjutnya.

Baca Juga: Perkuat Kolaborasi Global, PLN Gandeng USAID untuk Akselerasi Transisi Energi

Edukasi yang diberikan petugas saat patroli, diharapkan memberi kesadaran warga membantu menjaga keandalan system ketenagalistrikan dengan mematuhi larangan yang disampaikan PLN.

“Apabila masyarakat telah memahami, bermain layang-layang dapat dilakukan dengan aman, jauh dari infrastruktur kelistrikan, dan menggunakan bahan yang tidak membahayakan. Sehingga anak-anak tetap bisa bermain untuk mengisi liburan sekolah, peralatan aman dan pasokan listrik kepada pelanggan tetap andal," pungkas Amiruddin. Byb

Editor : Redaksi

BERITA TERBARU