Dicekoki Miras, Anak 12 Tahun Dicabuli dan Diperkosa 4 Pemuda

author Lestariyono Blitar

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kasat Reskrim AKP Febby saat beri keterangan dalam release. SP/Lestariono
Kasat Reskrim AKP Febby saat beri keterangan dalam release. SP/Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Ulah keempat pria warga Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar ini membuat mereka harus berurusan dengan Satuan Reserse Polres Blitar. Mereka dibekuk di rumahnya masing-masing pada Minggu (28/7).

Empat kawanan tersebut yakni, IM (18), DAP (28), DK (24) dan DA (19), keempatnya merupakan warga Kec Selopuro Kab Blitar, atas  laporan keluarga Mawar (12), atas dugaan perkosaan dan pencabulan terhadap Mawar.

"Kita ungkap kasus ini setelah laporan dari keluarga Mawar, atas perbuatan keempat tersangka dalam kasus persetubuhan dan pelecehan/pencabulan seksual, dan sebelum melakukan perbuatannya, mereka (4 tersangka)  mencekoki minuman keras (miras) terhadap korban, selanjutnya memerkosa dan perbuatan cabul," kata Kasat Reskrim Polres Blitar AKP Febby Pahlevi Riza SH S.IK pada wartawan dalam releasenya, Rabu (31/7) siang.

Peristiwa bermula saat korban pulang pada subuh, sesampainya di rumah, korban melapor kepada orang tua korban bahwa ia telah diperkosa oleh keempat pelaku.

"Awal pertama saudara korban mengetahui korban pulang saat subuh, kemudian lapor ke orang tuanya, ketika ditanya, korban mengaku telah disetubuhi dan dicabuli oleh empat pelaku," ungkap AKP Febby seijin Kapolres Blitar AKBP Wiwit Adisatriya SH S.IK.MT.

Berkat  laporan tersebut, langsung Satreskrim Polres Blitar di komandani AKP Febby mengambil  gerak cepat untuk melakukan penyelidikan, guna ungkap laporan tersebut, hanya butuh waktu 24 jam akhirnya ke empat orang pelaku ditangkap, setelah melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi termasuk korban serta barang bukti, akhirnya ditetapkan keempatnya sebagai tersangka.

Secara rinci AKP Febby panggilan akrabnya, menjelaskan, awalnya korban Mawar ketemu IM untuk diajak membeli arak, rupanya di tengah jalan, korban diajak ke rumah DAP (28) dan dirayu untuk meminum miras atau arak, dan korban menolak.

"Memang antara korban dan IM sudah saling kenal melalui Facebook, dan saat itu IM hendak meminjam uang ke korban untuk membeli arak. Tetapi ternyata korban diajak ke rumah DAP, ternyata disana sudah ada beberapa tersangka lain yang sedang mengkonsumsi (pesta) miras, sementara korban tidak mengenali mereka," jelas AKP Febby.

"Saat korban di rumah DAP diajak bersetubuh oleh IM tetapi korban menolak karena lagi datang bulan, karena ditolak bersetubuh, IM melakukan pencabulan kepada korban. Melihat hal itu, DK turut mengajak korban untuk bersetubuh, namun korban tetap menolak. Hingga akhirnya, DK membawa paksa korban ke kamar mandi, karena ketakutan terjadilah persetubuhan," AKP Febby menambahkan.

Sedangkan tiga tersangka lainnya turut melakukan pencabulan terhadap korban. Korban mengaku tidak bisa melawan karena ketakutan, terlebih para tersangka dalam pengaruh miras.

Untuk itu AKP Febby menegaskan, untuk  tersangka akan dijerat dengan pasal 81 dan pasal 82 UU No 17 tentang perlindungan anak. Adapun ancaman hukumannya yakni maksimal 15 tahun penjara.

Mengakhiri releasenya AKP Febby  menyampaikan pesan Kamtibmas antara lain, “Atas perkembangan teknologi yang tidak bisa dihindari, untuk itu sebagai orang tua, kita dituntut dapat beradaptasi pada anak jaman sekarang, apalagi era teknologi, jadi bukan hanya dalam kehidupan fisik sehari hari, juga di dunia maya, dan setiap masalah orang tua menjadi seorang Problem solver dan bukan sebagai Diktator." Pungkas AKP Febby. Les

Berita Terbaru

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri turut ambil bagian dalam ajang Liga Tendang Bola (LTB) 2026, sebuah l…

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Legislator Golkar, Masih Kritik MBG

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:09 WIB

Peristiwa Pemilihan Lokasi Dapur SPPG di Samping Peternakan Babi di Sragen, Resahkan Masyarakat      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Lagi, Wakil Ketua Komisi IX …

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan adanya penghematan signifikan dalam anggaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.…

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga terlibat kasus dugaan korupsi…

PP Muhammadiyah dan PBNU Campuri Laporan ke Komika

PP Muhammadiyah dan PBNU Campuri Laporan ke Komika

Jumat, 09 Jan 2026 19:01 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:01 WIB

Pelapor Dugaan Penistaan Agama ke Pandji Pragiwaksono Bukan Sikap Resmi Persyarikatan           SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah me…

Satu Pasien di Bandung Bergejala 'Super Flu', Meninggal

Satu Pasien di Bandung Bergejala 'Super Flu', Meninggal

Jumat, 09 Jan 2026 18:59 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Bandung - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung melaporkan telah menangani 10 pasien yang mengalami gejala Influenza A H3N2 subclade K…