Mendag Ajak Pengecer-Toko Beli Produk Resmi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengimbau pedagang pengecer serta toko untuk membeli produk resmi guna membantu mengurangi persebaran produk impor ilegal.

"Jadi berdasarkan temuan dari satuan tugas (Satgas) barang impor ilegal sebenarnya dari 30 persen pangsa pasar UMKM, sudah banyak produk yang dikategorikan ilegal. Sehingga saya imbau kepada toko-toko dan pengecer beli serta jual produk-produk yang resmi," ujar Zulkifli Hasan di Lampung Selatan, Jumat (2/8).

Ia mengatakan Kementerian Perdagangan pun telah membentuk satuan tugas (Satgas) barang impor ilegal guna memberhentikan laju barang impor ilegal di dalam negeri.

"Tapi saya jelaskan dan tegaskan satgas barang impor ilegal ini sasarannya itu importir, distributor besar dan oknum. Jadi bukan pengecer dan toko-toko, sehingga pengecer tenang aja selama menggunakan barang resmi," katanya.

Dia melanjutkan barang yang dikategorikan sebagai barang ilegal tersebut meliputi barang yang tidak sesuai dengan standar, termasuk yang tidak memiliki Standar Nasional Indonesia (SNI), tidak memiliki jaminan. Kemudian tata niaga impor ataupun pajak yang tidak sesuai, dan bila jenis makanan dan minuman tidak memiliki serta tidak sesuai dengan izin BPOM.

"Barang dengan kategori itu akan kami tertibkan karena tentu sangat merugikan masyarakat dan merugikan UMKM," ucap dia.

Ia menegaskan ada tujuh jenis barang yang akan diawasi oleh satgas barang impor ilegal meliputi tekstil dan produk tekstil, elektronik, alas kaki, produk kecantikan, pakaian, dan keramik. 

Berita Terbaru

Menyusuri Lima Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

Menyusuri Lima Ruas PISEW yang Menguatkan Program Jamula

Kamis, 15 Okt 2026 18:22 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 18:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Pada 2026, lima ruas jalan di Kabupaten Lamongan dibangun melalui program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah…

Klunting, Senjata Ampuh PKK Tekan Stunting

Klunting, Senjata Ampuh PKK Tekan Stunting

Kamis, 15 Okt 2026 18:21 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 18:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Upaya penurunan stunting di Kabupaten Lamongan menunjukkan capaian positif. Prevalensi stunting yang mencapai 27,5 persen pada…

Gus Ipul Sebut Berbelanja di KDKMP Bisa Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Warga

Gus Ipul Sebut Berbelanja di KDKMP Bisa Dongkrak Ekonomi dan Kesejahteraan Warga

Kamis, 15 Okt 2026 18:20 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 18:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) merupakan program nasional, yang dirancang selain sebagai pilar utama pembangun desa,…

Serumpun Dengan Reog Ponorogo, Barongan Blora Ingin Menyusul ke UNESCO

Serumpun Dengan Reog Ponorogo, Barongan Blora Ingin Menyusul ke UNESCO

Kamis, 15 Okt 2026 18:16 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 18:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo – Pemerintah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, menggandeng Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, untuk mendorong kesenian Barongan B…

INVESTOR KOMITMEN WUJUDKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAN DUKUNG KEMAJUAN EKONOMI DAERAH

INVESTOR KOMITMEN WUJUDKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DAN DUKUNG KEMAJUAN EKONOMI DAERAH

Kamis, 15 Okt 2026 18:09 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 18:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Kehadiran investasi swasta di Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan geliat positif yang diyakini mampu menjadi motor penggerak p…

5 Kebutuhan Modal Kerja Mendesak yang Terbantu Pinjaman UMKM Tanpa Jaminan

5 Kebutuhan Modal Kerja Mendesak yang Terbantu Pinjaman UMKM Tanpa Jaminan

Kamis, 15 Okt 2026 17:55 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 17:55 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Modal kerja adalah dana yang menjaga operasional harian usaha tetap berjalan, mulai dari stok, bahan baku, sampai biaya operasional. Dalam…