Rano Karno akan Larang Mobil Daerah Masuk Jakarta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Solusi mengatasi kemacetan di Jakarta.? Bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, keluarkan jurus.

"Jakarta sudah dilengkapi dengan transportasi umum di dalam kota. Ada cara untuk mencegah orang dari daerah luar Jakarta membawa kendaraan pribadi saat bekerja di Jakarta," kata Rano usai ziarah ke Makam Benyamin Sueb di TPU Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (1/9/2024).

Dia mengatakan kebijakan untuk mengatasi macet tak boleh diabaikan. Dia menilai fasilitas dari pemerintah sudah cukup.

"Kalau kendaraan pribadi itu menjadi pilihan, nggak bisa dihindari. Tapi fasilitas negara atau pemerintah sudah cukup. MRT, busway, dengan maaf ya, lepas kita kontroversi, Whoosh, sekarang, kemarin, segala macam kita ke Bandung. Walah, gue belum pernah nyoba ke Bandung cuma 45 (menit) dari rumahnya gue ke tempatnya 1 jam lebih macet Halim. Nah, ini bagaimana orang mau naik begitu kalau jalanan macet? Ini kan harus diatur," tambah Rano.

 

Fokus Atasi Kemacetan

Rano awalnya mengatakan dirinya dan cagub Jakarta Pramono Anung ingin fokus menawarkan solusi yang memang menjadi kewenangan Pemprov Jakarta. Salah satunya ialah mengatasi kemacetan.

"Kita ngurusin kota macet aja dulu deh. Kita nggak usah muluk. Infrastruktur jalan Jakarta udah terbatas. Kita mau bikin jalan baru nggak mungkin. Makanya kita lihat deh, Ancol. Pasti jalan di atas got, di atas kali. Nggak bisa lagi, mau ke mana? Nah sekarang kita lihat Harmoni. Padat kan? Masih ada kali yang bisa, udah bikin jembatan lewat atas itu. Untuk apa? Menambah akses," tambah Rano saat ziarah ke Makam Benyamin Sueb.

Dia mengaku berterima kasih ke mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso yang menginisiasi bus TransJakarta. Menurutnya, bus TransJakarta membantu mengurangi macet.

"Jakarta ini kalau malam, (warganya) 9 juta. Siang pagi, itu bisa 14 juta, 3 atau 4 juta ini pendatang dari luar. Ini distribusinya kudu diatur. Kalau yang di dalam mah udah gampang. Makanya alhamdulillah kita naik busway, naik MRT, naik segala macam," ucapnya.

 

Tambahan Tempat Parkir-Feeder

Rano pun bercerita pengalamannya memimpin Badan Kerja Sama Pembangunan Jabodetabekpunjur. Dia mengatakan perlu ada tambahan tempat parkir dan feeder untuk mengatasi macet di Jakarta.

"Tapi yang dari Bekasi, segala macam, kenapa dibukain feeder? Karena kan untuk itu. Kita naik mobil, tapi mobil kita taruh di stasiun. Parkirnya juga terbatas. Nah ini, kenapa diperlukan Jabodetabekpunjur? Sebetulnya itu intinya," ucapnya.

Rano juga mengatakan perlu ada subsidi kendaraan listrik di Jakarta. Dia mengatakan harga bensin terus naik sehingga harus ada upaya agar kendaraan berbahan bakar minyak diganti dengan kendaraan listrik. Upaya itu, katanya, dapat membantu mengurangi polusi di Jakarta.

"Usaha pemerintah pusat sudah. Makanya kenapa sekarang? Satu, diberikan subsidi untuk listrik. Itu kan salah satu. Untuk mengurangi, pertama adalah karbon, kedua jumlah kendaraan, bensin makin naik, lari ke listrik," kata Rano.

Dia mengatakan Pemprov DKI juga harus menyiapkan sistem untuk mendukung keberadaan kendaraan listrik di Jakarta. Dia mengatakan lokasi untuk ngecas baterai mobil listrik juga harus ditambah.

"Cuman apakah listrik ini sudah siap? Bukan kita tidak siap, kita harus siap. Kalau nggak kita maaf, satu saat mobil bensin udah nggak ada lagi, semuanya ke listrik. Kita siap nggak? Ini yang mesti disiapkan. Maaf nih, kita beli mobil listrik. Belum tentu rumah kita kuat nyoloknya," ujar Rano Karno.

"Kalau rumahnya cuma 900 Watt, mau beli mobil listrik, makanya kenapa di pom-pom bensin ada untuk bisa ngecas. Kan itu sebetulnya. Ngecas bayar nggak? Harus bayar. Nggak mungkin gratis. Nah jadi artinya sistemnya harus disiapkan. Kita harus ke depan melihat," tambahnya. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

Pesona Pantai Pelang, Suguhkan Panorama Eksotis Hamparan Pasir Putih hingga Hutan Tropis

Pesona Pantai Pelang, Suguhkan Panorama Eksotis Hamparan Pasir Putih hingga Hutan Tropis

Kamis, 26 Feb 2026 14:30 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Destinasi wisata alam, Pantai Pelang yang terletak di Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, memang wajib di…

Daya Saing Ekspor Mobil Indonesia Capai Level Tertinggi, Tembus 93 Negara

Daya Saing Ekspor Mobil Indonesia Capai Level Tertinggi, Tembus 93 Negara

Kamis, 26 Feb 2026 14:28 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 14:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Sepanjang 2025, pengiriman kendaraan buatan dalam negeri ke pasar internasional justru menorehkan capaian tertinggi, tentu saja…

Jadi Puncak Mobilitas Tahunan, Teknologi Tukar Baterai Mobil Listrik Dikuasai China

Jadi Puncak Mobilitas Tahunan, Teknologi Tukar Baterai Mobil Listrik Dikuasai China

Kamis, 26 Feb 2026 14:19 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 14:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini, Tesla sempat memamerkan sistem yang mampu mengganti baterai Model S dalam waktu sekitar 90 detik, namun konsep…

Heboh! Wali Murid di Sampang Ngeluh, Menu Buah di MBG Sreseh Membusuk

Heboh! Wali Murid di Sampang Ngeluh, Menu Buah di MBG Sreseh Membusuk

Kamis, 26 Feb 2026 13:00 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sampang - Baru-baru ini, heboh lagi terkait menu di Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Bundeh, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang…

Awal Ramadhan, Harga Cabai hingga Daging Ayam di Sampang Melonjak Naik

Awal Ramadhan, Harga Cabai hingga Daging Ayam di Sampang Melonjak Naik

Kamis, 26 Feb 2026 12:59 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 12:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sampang - Harga sejumlah komoditas bahan pokok diantaranya cabai dan daging ayam di Kabupaten Sampang melonjak di awal Bulan Ramadhan. Daging…

Awal Ramadhan, Bulog Catat Permintaan MinyaKita di Banyuwangi Naik 50 Persen

Awal Ramadhan, Bulog Catat Permintaan MinyaKita di Banyuwangi Naik 50 Persen

Kamis, 26 Feb 2026 12:17 WIB

Kamis, 26 Feb 2026 12:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Berdasarkan catatan Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Banyuwangi peningkatan permintaan mencapai 50% di mana sejak awal…