Menko PMK Pratikno, Khawatir Jadi Isu Politik dan Sosial. Kementerian PU Harus Turun Tangan
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Banjir kembali terjadi di Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur, sejak Senin. Air yang meluap dari Sungai Ciliwung merendam rumah warga.
Ini pekerjaan baru, Pramono Anung-Rano Karno yang dilantik pada 20 Februari lalu.
Terjadi hujan deras yang mengguyur DKI Jakarta dan sekitarnya sejak Senin (3/3) malam menyebabkan banjir di sejumlah titik pada Selasa (4/3). BPBD DKI Jakarta mencatat hingga pukul 06.00 WIB, 46 RT dan 4 ruas jalan terendam banjir.
Siang harinya, Menko PMK Pratikno meminta agar banjir yang terjadi di Jabodetabek ditangani secara cepat. Hal itu agar tidak merembet menjadi isu politik dan sosial.
"Jadi Bapak-Ibu sekalian, ini kejadian banjir di jantung nasional, Jabodetabek, mudah sekali isu ini akan bergelinding menjadi isu yang sosial, isu politik, dan seterusnya. Karena itu, mohon untuk ditangani secara cepat-cepatnya, koordinasi adalah kunci," kata Pratikno dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Banjir Jabodetabek, Selasa (4/3/2025).
Diketahui Rakor Pengendalian Banjir itu dihadiri sejumlah pihak, seperti Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Kepala Basarnas Marsekal Madya (Marsdya) TNI Muhammad Syafii, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, dan sejumlah perwakilan pemerintah daerah dan BPBD lainnya.
Kementerian PU Harus Turun
Wakil Ketua Komisi V DPR Andi Iwan Darmawan Aras, meminta seluruh pihak bersikap proaktif terhadap banjir yang melanda Jabodetabek. Andi menilai selain curah hujan yang tinggi, penyebab banjir di Jabodetabek juga perlu didalami.
" Saya kira BMKG saat ini sudah cukup maksimal bekerja dengan memberikan SMS blast ya, kepada warga Jakarta dan kita ingin supaya lebih dioptimalkan lagi dalam bentuk mitigasi," kata Andi kepada wartawan, Selasa (4/3/2025).
Andi menyebut Direktorat Jendral Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU juga harus turun tangan. Ia ingin ada mitigasi yang baik dari pemerintah menyikapi banjir yang merata di Jabodetabek ini.
Jakarta Siaga Dua
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau pintu Air Manggarai, Jakarta Selatan.
Pantauan di lokasi, Selasa (4/3/2025), Pramono didampingi Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin, Wali Kota Jakarta Pusat Arifin, hingga Plt Wali Kota Jakarta Timur Iin Mutmainah. Pramono langsung mengecek data terkait sistem aliran kali Ciliwung.
Dia terlihat berbincang dengan Plt Kepala Dinas Sumber Daya Air Ika Agustin Ningrum. Setelahnya, Pramono mengecek tinggi muka air di pintu Manggarai.
Air di pintu Manggarai mengalir deras. Pantauan pukul 16.18 WIB, tinggi muka air mencapai 850 centimeter atau 8,5 meter. Banyak juga tumpukan sampah yang tertahan di pintu air tersebut.
"Seperti kita ketahui bersama permukaan air di Manggarai ini sudah naik, artinya Jakarta ini sudah siaga dua. Maka dari itu kami ingin mengecek," kata Pram.
Kali Ciliwung, Meluap
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mencatat banjir di Jakarta meluas ke 77 RT. Banjir disebabkan karena Kali Ciliwung, Pesanggrahan dan Krukut meluap.
"BPBD mencatat saat ini genangan terjadi di 77 RT," kata Kepala Pelaksana BPBD Jakarta Isnawa Adji dalam keterangan tertulis, Selasa (4/3/2025).
Isnawa memerinci sebaran titik banjir itu ada di 10 RT di Jakarta Barat, 42 RT di Jakarta Selatan dan 25 RT di Jakarta Timur. Ketinggian air beragam sampai ada yang mencapai 5 meter.
Rano Tinjau Lokasi Banjir
Banjir juga terjadi kawasan Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/3), mengganggu perjalanan ke Jakarta. Puluhan mobil terendam banjir di sekitar Ruko Grand Galaxy City, Bekasi.
Ngerinya!, ketinggian air mencapai 120 cm atau 1,2 meter. Mobil-mobil yang terparkir di depan ruko terendam air berwarna keruh kecoklatan.
Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno, Selasa (4/3/2025) meninjau lokasi banjir yang ada di Lebak Bulus, Jakarta Selatan. Rano berjanji akan fokus membenahi Ciliwung.
Rano bersama Plt Wali Kota Jakarta Timur Iin Mutmainah, juga mengunjungi korban banjir yang masih bertahan di rumahnya itu. Rano dan rombongan menggunakan perahu karet untuk melintasi banjir tersebut.
Ketinggian banjir di lokasi sekitar 10-30 cm. Selain itu, Rano juga memberikan beberapa bantuan seperti sembako, peralatan kelengkapan bayi dan tas bantuan dari BPBD.
Karena bayangin, populasi Jakarta dulu mungkin 6 juta. Sekarang sudah hampir 11 juta. Nah, ini yang harus kita akselerasi, percepatan. Percepatan harus korban dulu. Kalau enggak, enggak bisa. Jadi saya nggak akan capek melakukan sosialisasi," kata Rano.
Dapat Anggaran Cukup Besar
"Jakarta mendapat anggaran cukup besar untuk pengendalian banjir. Tapi tentu tidak akan kelar dalam satu tahun dengan anggaran terbatas. Nah sekarang dengan bantuan, dengan program PSN, Proyek Strategis Nasional, kita akan lebih fokus untuk membenahi Ciliwung," kata Rano di lokasi.
Ketua RT 16/RW 07 Cililitan, Cici Marlina, mengatakan banjir di wilayahnya awalnya terjadi pada Senin (3/3/2025) pagi akibat pintu air yang jebol. Dan air mulai surut sekitar pukul 21.00 WIB .
Namun, banjir kembali terjadi Selasa pagi (4/3/2025). Menurutnya, banjir kali ini lebih deras dibanding kemarin.
"Jam 05.00 WIB-an masuk lagi ke rumah warga. Benar-benar kencang airnya, nggak ketampung, luber dari Kali Ciliwung," ujar Cici.
Ketinggian Air Sampai 180 cm
Hujan yang mengguyur Depok, Jawa Barat, kemarin malam menyebabkan banjir di Tanah Baru. Warga mengatakan banjir juga dipicu jebolnya tanggul kali di sekitar Tanah Baru.
Salah satu lokasi yang terendam banjir berada di Gang Ridi, Tanah Baru, Depok, Jawa Barat. Warga bernama Rizal Bahari mengatakan ada belasan rumah di permukiman itu yang terdampak banjir.
"Jebol kali di daerah Tanah Baru, Depok, sama curah hujan tinggi sekitar pukul 22.30 WIB semalam," ujar Rizal saat dihubungi, Selasa (4/3/2025).
Kini, air masih menggenangi rumah-rumah warga di RW 07. Ketinggian air berbeda di setiap lokasi.
"Ada yang sampai 180 cm," ujarnya.
Banjir juga terlihat menggenangi jalanan di permukiman warga. Cici mengatakan saat ini pihak RW telah membuka posko di depan salah satu kampus swasta.
"Sekarang RW buka pengungsian di depan kampus STBA Pertiwi," ujarnya.
Dia mengatakan ketinggian ari mencapai pinggang orang dewasa pagi ini. Warga pun harus menggunakan rakit untuk melintasi banjir.
Banjir terlihat merendam jalanan hingga bagian dalam rumah warga. Air juga terlihat merendam kendaraan bermotor dan barang-barang milik warga. n jk/erc/bg/rmc
Editor : Moch Ilham