Debut Tahun Depan, Stellantis Jeep Compass Terbaru Bakal Diproduksi di Italia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Stellantis Jeep Compass terbaru. SP/ JKT
Stellantis Jeep Compass terbaru. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Stellantis baru saja mengonfirmasi bakal memulai produksi versi terbaru dari Jeep Compass yang diklaim memiliki fleksibilitas untuk berbagai konfigurasi.untuk tahun depan yang bakal segera diproduksi di Melfi, Italia, Rabu (09/10/2024).

Model SUV terbaru itu akan dihadirkan dalam versi mesin bensin. Kemudian, seiring berjalannya waktu bakal meluncur dalam versi kendaraan listrik (EV) dan hybrid.

Platform STLA Medium telah digunakan dalam beberapa model di bawah naungan Stellantis, terdiri dari Peugeot 3008 dan 5008, Opel Grandland, serta akan hadir pada Citroen C5 Aircross dan DS 7 generasi terbaru.

Dimulainya produksi model baru ini diharapkan dapat membantu Stellantis, setidaknya sebagian, menghidupkan kembali penurunan produksinya di negeri pizza, yang dalam beberapa bulan terakhir telah terpengaruh oleh lemahnya permintaan pasar dan konfigurasi ulang pabrik untuk peluncuran mobil terbarunya.

Menurut perusahaan induk ini, Compass terbaru akan dibekali dengan powertrain mild-hybrid dengan mesin 1,2 liter bensin bertenaga 134 dk dipasangkan dengan motor listrik ganda 28 dk yang dioptimalkan bersama transmisi enam percepatan dual-clutch.

Sedangkan untuk versi listriknya, Jeep akan luncurkan berbagai varian tergantung dari tenaga dan ukuran baterainya. Diperkirakan akan menggunakan teknologi dari Peugeot dengan motor listrik bertenaga 316 dk serta baterai 96 kWh yang sanggup berikan jarak tempuh 700 km.

Sebagai informasi, Compass baru akan mulai diproduksi di pabrik Stellantis di Melfi, Italia, tahun depan sebelum produksinya meluas ke Amerika Utara dan wilayah lain pada 2026.

Di AS, crossover generasi berikutnya akan diposisikan di atas Renegade baru dan di bawah Recon serta “kendaraan utilitas utama baru” yang misterius. Ketiganya akan hadir pada tahun 2027, menurut peta jalan produk yang dirilis pada bulan Juni. jk-01/dsy

Berita Terbaru

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Bos MNC Group Hary Tanoe, Dihukum Bayar Rp 531,5 miliar

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 20:01 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, menghukum bos MNC Group Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo atau Hary Tanoe dan PT MNC…

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, di Hotel Mewah

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:58 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Berkas pendaftaran nikah El Rumi dan Syifa Hadju rampung. Pernikahan juga sudah didaftarkan oleh KUA Setiabudi.Yusuf Mimbar dari KUA…

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Anies , Tolak Capres - Cawapres Dari Kader Partai

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:57 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Juru Bicara (Jubir) Anies Baswedan, Angga Putra Fidrian, menilai demokrasi harus tetap membuka ruang luas bagi semua kalangan.           …

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Terbongkar Sindikat Perjokian UTBK-SNBT Hingga Surabaya

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:51 WIB

SURABAYAPAGI : Hingga Kamis (23/4), kasus dugaan perjokian dan kecurangan UTBK meski mencuat masih dalam tahap pendalaman oleh panitia pusat. Penyelidikan…

Legislator Nilai Kasus Perjokian Bukan Masalah Sederhana

Legislator Nilai Kasus Perjokian Bukan Masalah Sederhana

Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, menegaskan, kasus perjokian di UTBK-SNBT 2026 bukanlah masalah sederhana. Kasus ini secara…

KPK, Usulkan Ketua Umum Parpol Dua Periode Saja

KPK, Usulkan Ketua Umum Parpol Dua Periode Saja

Kamis, 23 Apr 2026 19:49 WIB

Kamis, 23 Apr 2026 19:49 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA : Salah satu poin masukan KPK yaitu adanya pembatasan ketua umum partai politik menjadi dua periode. Usulan dalam kajian itu muncul karena…