SURABAYAPAGI.com, Pasuruan - Para petani garam di Kota Pasuruan, Jawa Timur lesu. Pasalnya, produksi garam kali ini anjlok imbas cuaca yang tidak menentu, di tiga kecamatan yakni Kecamatan Gadingrejo, Bugulkidul, dan Panggungrejo.
"Luas lahan garam luasnya 107,89 hektar," jelas Kepala Dinas Perikanan Kota Pasuruan Mualif Arif, Jumat (25/10/2024).
Padahal, diketahui sepanjang 2024 hingga September, produksi garam di Pasuruan baru mencapai 1.313 ton. Padahal pada tahun 2023 produksi garam mencapai 6.568 ton.
"Tapi produksinya lebih baik dibandingkan 2022 yang hanya 981 ton," ujarnya.
Lebih lanjut, menurut Mualif, anjloknya produksi garam kali ini imbas cuaca. Ketergantungan akan cuaca khususnya musim kemarau membuat produksi garam melimpah. Namun, jika cuaca mendung dan hujan, maka hasil produksinya pun tidak berjalan bagus dan bisa terancam gagal panen.
"Kebetulan tahun lalu cuaca lebih panas dibanding tahun ini," tandas Mualif.
Di sisi lain, petani tambak garam di Kota Pasuruan berharap, musim kemarau kali ini bisa panjang. Supaya mereka bisa memproduksi lebih panjang.
“Yang paling penting, petani garam berharap harga tidak anjlok. Jika musim kemarau panjang dan harga bagus, petani untung. Mudah-mudahan juga tidak ada kebijakan impor garam,” beber Sumardi, salah satu petani tambak garam. ps-01/dsy
Editor : Desy Ayu