Cuaca Tak Menentu, Produksi Garam Pamekasan Anjlok hanya 19 Ribu Ton

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Petambak garam di Pamekasan tengah memanen hasil tambaknya di tengah cuaca tak menentu yang menyebabkan produksi garam tahun ini menurun drastis. SP/ PMK
Ilustrasi. Petambak garam di Pamekasan tengah memanen hasil tambaknya di tengah cuaca tak menentu yang menyebabkan produksi garam tahun ini menurun drastis. SP/ PMK

i

SURABAYAPAGI.com, Pamekasan - Melihat fenomena cuaca yang tidak menentu, terkadang kemarau juga terkadang hujan deras mengakibatkan produksi garam rakyat di Kabupaten Pamekasan pada tahun 2025 mengalami penurunan tajam dibandingkan tahun sebelumnya. 

Kepala Dinas Perikanan Pamekasan Abdul Fata menjelaskan, kondisi panen tahun ini tidak optimal akibat fenomena kemarau basah, yang berdampak pada terganggunya proses kristalisasi garam. Jika pada 2024 total produksi mencapai 119.700 ton, tahun 2025 ini hanya tercatat sekitar 19.000 ton.

“Cuaca tidak mendukung. Selama tahun 2025 hanya sekitar satu bulan penuh, yakni September dan Oktober, yang benar-benar bisa panen. Selebihnya terganggu oleh hujan dan gerimis,” jelasnya, Senin (10/11/2025).

Lebih lanjut, Fata menuturkan, luas lahan tambak garam juga mengalami sedikit penurunan. Pada tahun 2024, luasnya mencapai 973 hektare, sementara pada 2025 berkurang menjadi 957 hektare. Lahan tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Pademawu, Galis, dan Tlanakan.

Sedangkan fi Kecamatan Pademawu, tambak garam tersebar di Desa Bunder, Dasok, Padelegan, Pagagan, Tanjung, Majungan, Padang Timur, Jarin, dan Baddurih. Sementara di Galis, berada di Desa Lembung, Polagan, Pandan, dan Konang. Adapun di Tlanakan, tambak berada di Desa Branta Tinggi, Branta Pesisir, dan Tlanakan.

“Produksi garam pada tahun 2024 mencapai 119.700 ton, sedangkan hingga Oktober 2025 ini hanya sekitar 19.000 ton,” ungkapnya.

Kendati produksi menurun drastis, pihaknya menyebut, harga garam tahun ini masih cukup stabil, bahkan cenderung menguntungkan bagi petambak. “Harga tahun ini fluktuatif tapi masih tergolong menguntungkan bagi petambak garam,” tegasnya.

Diketahui, pada awal musim, Agustus lalu, harga garam berada di kisaran Rp1.200 per kilogram, kemudian naik hingga Rp2.000 per kilogram pada akhir musim. Saat ini, harga rata-rata di pasaran berkisar Rp1.500 per kilogram.

Dan sebagian besar hasil produksi garam rakyat di Pamekasan dijual ke pabrikan, depo, atau koperasi melalui tengkulak lokal, sementara sebagian kecil lainnya disimpan di gudang garam rakyat sebagai stok. pm-01/dsy

Berita Terbaru

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Musim Hujan di Kota Probolinggo Diperkirakan Mundur Pertengahan Desember 2026

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Menjelang prakiraan cuaca yang harusnya memasuki musim penghujan, namun di Kota Probolinggo justru diprediksi mundur. Hujan…

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Intens Fasilitasi Pelatihan, Jurus Ning ita Perkuat Kemandirian Penyandang Disabilitas

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 15:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Puluhan penyandang distabilitas atau difabel Kota Mojokerto mengikuti pelatihan olahan menu kafe di Gedung PLUT, Kota Mojokerto,…

Ayo Nonton Wayang Kulit di Depan Gedung DPRD Jatim, Lakon Wahyu Jitabsara

Ayo Nonton Wayang Kulit di Depan Gedung DPRD Jatim, Lakon Wahyu Jitabsara

Selasa, 27 Okt 2026 14:53 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pelestarian budaya tradisional terus dilakukan DPRD Jawa Timur melalui Pagelaran Wayang Kulit DPRD Jatim 2026 gratis dalam…

Cegah Penularan TBC, Dinkes Kota Batu Perkuat TPT Bagi Masyarakat Kontak Erat

Cegah Penularan TBC, Dinkes Kota Batu Perkuat TPT Bagi Masyarakat Kontak Erat

Selasa, 27 Okt 2026 14:44 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai upaya menekan risiko penularan, mengingat kontak erat memiliki kemungkinan lebih tinggi terpapar bakteri Tuberkulosis (TBC),…

Pemkab Dukung Aksi Mewarnai Batik Pring Sedapur bagi Anak RA/TK se Magetan

Pemkab Dukung Aksi Mewarnai Batik Pring Sedapur bagi Anak RA/TK se Magetan

Selasa, 27 Okt 2026 14:37 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 14:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menindaklanjuti adanya rencana kegiatan edukatif “Aksi Mewarnai Gambar Batik Pring Sedapur Anak RA/TK se-Kabupaten Magetan”, Pem…

DPRD Jatim Soroti Kasus Pertalite Tak Dijual saat Stok Masih Ada di Blitar

DPRD Jatim Soroti Kasus Pertalite Tak Dijual saat Stok Masih Ada di Blitar

Selasa, 27 Okt 2026 13:58 WIB

Selasa, 27 Okt 2026 13:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur, Guntur Wahono, menyoroti dugaan penghentian penjualan Pertalite saat stok masih…