Tren Positif Budidaya Ikan Koi di Ponorogo, Sekali Panen Raup 100 Juta

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Rizal Akbar (33 tahun) sukses membudidayakan ikan koi hingga miliki 20 kolam. SP/ PNG
Rizal Akbar (33 tahun) sukses membudidayakan ikan koi hingga miliki 20 kolam. SP/ PNG

i

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Budidaya ikan koi menjadi tren positif tersendiri bagi seorang pemuda di Desa Ngadisanan, Kecamatan Sambit, Ponorogo, Jawa Timur. Salah satunya pembudidaya bernama Rizal Akbar (33) yang sukses meraup ratusan juta rupiah setiap bulan.

"Ini di sini totalnya ada 20 kolam koi jadi ada pembesaran ikan koi," tutur Rizal, Senin (11/11/2024).

Ia bahkan pernah belajar langsung ke negeri Sakura sekaligus membeli langsung bibit ikan untuk dibudidayakan, hingga mahir dalam budidaya ikan. Bahkan, usahanya kian manis laris manis pasca pandemi COVID-19

"Kita ngambil di Jepang kemudian pemijahan jadi penghobi, penghobi ini kita ajak kalau punya ikan yang sudah hamil kita beli ikannya. Biasanya mereka nggak mau repot kita bisa di sini kita tebar kita sortir nah ini jadi ekonomi baru," terang Rizal.

Ada beragam ikan koi dimilikinya, seperti jenis showa corak merah, hitam dan putih. Ada kohaku, dominan merah dan putih. Dan shiro corak hitam-putih. Sedangkan untuk masa panen 6 bulan, setiap dua bulan sekali. Sebanyak 10 ribu benih ikan akan disortir jadi 200 ekor yang layak jadi ikan kontes.

Lebih lanjut, ikan hasil sortiran, akan dijual ke pengepul dengan harga mulai seribu Rupiah per ekor hingga Rp 300.000/ ekor untuk kualitas sedang. Sedangkan 200 koi kualitas kontes.

Menurut Rizal dijual dengan harga ratusan ribu hingga jutaan rupiah kepada pecinta ikan di seluruh Indonesia. Sedangkan yang berkualitas bisa jadi primadona di pasaran dengan harga fantastis.

“Pernah jual ikan yang ikut kontes senilai Rp 150 juta. Jadi ikan koi itu bisa murah baget, bisa mahal banget,” ucap Rizal.

Pencinta ikan koi tidak hanya datang dari wilayah Ponorogo saja tapi juga dari berbagai wilayah di Indonesia. Lantaran, Rizal juga menjual ikannya secara online. "Sekali panen bisa Rp 100 juta, karena ada yang super. Harganya bisa ratusan Juta ketika ikan yang ikut kompetisi menang," pungkas Rizal. pn-02/dsy

Berita Terbaru

PDIP Kritik KPK yang Masih Suka OTT

PDIP Kritik KPK yang Masih Suka OTT

Minggu, 05 Jul 2026 20:51 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua DPP PDIP, Deddy Sitorus, yang anggota Komisi II DPR menyoroti dua Bupati Langkat dan Kuantan Singingi (Kuansing) secara…

Rp323 Miliar, Biaya Pesta Pernikahan Taylor dan Travis

Rp323 Miliar, Biaya Pesta Pernikahan Taylor dan Travis

Minggu, 05 Jul 2026 20:50 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Beberapa nama besar hadir dalam pesta pernikahan Taylor dan Travis. Mereka antara lain Selena Gomez, Gigi Hadid, Bradley Cooper,…

Oknum Brimob dan TNI AL Terlibat Penyelundupan Sabu

Oknum Brimob dan TNI AL Terlibat Penyelundupan Sabu

Minggu, 05 Jul 2026 20:48 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Direktorat Reserse Narkoba Polda Lampung membongkar upaya penyelundupan sekitar 5 kilogram sabu dan 202 butir pil ekstasi di…

Panas di New York, Dikisaran 40 hingga 46 C

Panas di New York, Dikisaran 40 hingga 46 C

Minggu, 05 Jul 2026 20:46 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:46 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gelombang panas ekstrem kini juga melanda wilayah timur laut Amerika Serikat, dengan Central Park, New York. Saat ini tercatat…

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus

Puncak Musim Kemarau Diprediksi Agustus

Minggu, 05 Jul 2026 20:44 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Puncak musim kemarau di pulau Jawa diprediksi terjadi pada Agustus 2026. BMKG memprediksi puncak musim kemarau di Indonesia…

Gelombang Panas di Prancis, Tewaskan 1.000 Warga

Gelombang Panas di Prancis, Tewaskan 1.000 Warga

Minggu, 05 Jul 2026 20:43 WIB

Minggu, 05 Jul 2026 20:43 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Gelombang panas di Eropa, yang datang lebih awal pada musim panas tahun ini berlangsung sangat intens dan berkepanjangan. Ini…