Perayaan Natal di RI Disupport Pemerintah, di Brunei Dilarang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Tahun ini, perayaan Natal Nasional 2024 mengusung tema "Kembali ke Betlehem". Mengutip dari situs Ditjen Bimas Kristen Kemenag RI, pengumuman tema Natal Nasional 2024 berlangsung pada audiensi yang digelar Panitia Natal Nasional 2024 bersama Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).

Tentang pemilihan tema "Kembali ke Betlehem" merupakan refleksi atas nilai-nilai kasih, damai, keadilan, dan kesejahteraan.

Tema tersebut terinspirasi oleh pesan kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia pada Oktober 2024.

"Kami mengimplementasikan tema ini dengan semangat bakti sosial kemanusiaan dan ekologis, terinspirasi oleh pesan kunjungan Paus Fransiskus," kata Ketua Umum Panitia Natal Nasional sekaligus Wakil Menteri Keuangan RI, Thomas Djiwandono.

Dan puncak perayaan Natal akan dilaksanakan pada 28 Desember 2024 di Indonesia Arena, Jakarta. Puncak perayaan Natal Nasional tersebut dijadwalkan dihadiri oleh Presiden RI, Prabowo Subianto. Ada pula tokoh lintas agama dan 13.000 umat Kristiani dari berbagai daerah di Tanah Air.

Secara tidak langsung, perayaan ini bersamaan hari libur Natal 2024 akan jatuh pada Rabu, 25 Desember 2024, serta cuti bersama Natal pada Kamis, 26 Desember 2025. Hal itu sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri, yaitu Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang disahkan 13 September 2023 lalu.

Dan momen Nataru 2025 kali ini bertepatan dengan libur panjang sekolah pasca akhir semester gasal.

Prediksi saya, perayaan natal tahun ini bakal lebih meriah dari tahun tahun lalu.

Menteri Agama Nasaruddin Umar, pun menilai keberagamaan umat di Indonesia dalam kondisi baik. Menag berharap perayaan Natal dan tahun baru mendatang akan berjalan lancar.

Saat ini Pemprov Kalteng memasang pohon dan hiasan natal sebagai tempat photobooth di kawasan Bundaran Besar. Dua pohon itu untuk menyambut perayaan Natal.

 

***

 

Berbeda dengan situasi natal di Brunei Darussalam. Pemerintah Brunei melarang penggunaan topi sinterklas dan aksesoris lain yang berkaitan dengan Natal di tempat umum.

Negara tetangga kita ini telah meresmikan Islam menjadi agama resmi negaranya.

Dikutip dari laman kemlu.go.id, diketahui jika mayoritas agama di Brunei adalah Islam sebesar 67%, Kristen 10%, Buddha 13�n animisme serta aliran kepercayaan 10%. Agama non muslim pada umumnya dianut non-Melayu.

Dilansir dari kanal YouTube HarianIndo yang tayang pada tahun 2019 lalu, disebutkan jika pemerintah Brunei Minta warganya tak melanggar segala aktivitas Natal yang dilakukan secara terbuka dan umum.

"Pemerintah Kerajaan Brunei telah mengeluarkan aturan yang melarang perayaan Natal digelar secara terbuka," ujar narator dalam video tersebut.

Disebutkan jika mereka umat Kristen masih bisa merayakan Natal hanya di lingkungan komunitas atau pun keluarga masing-masing.

"Non muslim diperbolehkan merayakan Natal hanya di dalam komunitas mereka atau keluarga," jelasnya.

Alasan di balik tidak diperbolehkannya melakukan acara Natal di depan khalayak adalah karena takut akan merusak akidah umat muslim yang tersebar di seluruh negara tersebut.

Menurut pemerintahan Brunei, perayaan Natal secara terbuka akan merusak akidah muslim di negara itu.

Bahkan dikabarkan, bagi siapa yang melanggar akan dikenakan sanksi yang cukup berat, yaitu akan diseret pada hukuman penjara selama 5 tahun lamanya.

Bahkan pohon Natal tidak dibolehkan muncul di luar publik, pelanggaran atas aturan ini akan diseret ke pengadilan dan dijebloskan ke penjara hingga 5 tahun," jelasnya.

Juga ada aturan lain yang menyebut jika umat non muslim dilarang membahas apa pun tentang agamanya pada mereka yang beragama Islam.

Meski begitu, umat Kristen yang tinggal di Brunei tetap diizinkan merayakan Natal. Dengan catatan tidak mempertontonkannya di tempat umum.

Ya, umat Kristen yang tinggal di Brunei, tetap boleh merayakan Natal. Mengingat Natal merupakan hari raya yang merayakan kelahiran Yesus Kristus.

Dan  umat Kristen di seluruh dunia merayakannya dengan penuh sukacita .

Peraturan itu konon sudah berlaku sejak 2014.

Tahun itu, pemerintah Brunei telah mengeluarkan kebijakan yang membatasi perayaan Natal, dengan alasan untuk melindungi umat Muslim dari potensi pengaruh agama lain.

Meskipun demikian, umat Kristiani di Brunei masih diperbolehkan merayakan Natal secara tertutup di rumah mereka, tetapi harus melaporkan perayaan tersebut kepada pihak berwenang.

Mereka yang merayakan Natal secara ilegal atau tanpa izin dapat dikenakan denda yang besar atau bahkan hukuman penjara.

 

***

 

Di Indonesia, Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) setiap tahunnya selalu mengusung tema Natal nasional.

Kedua lembaga tersebut mengusung tema Natal nasional sebagai perwakilan gereja-gereja di Indonesia Nantinya, tema Natal Nasional ini akan menjadi acuan untuk perayaan ibadah Natal di seluruh Indonesia.

Tema Natal yang diusung biasanya diambil dari penggalan ayat di dalam Alkitab. Saat ini, PGI dan KWI pun telah mengumumkan tema Natal nasional. PGI dan KWI pun merilis pesan Natal 2024 kepada jemaat.

Mengutip laman resmi PGI, tema Natal Nasional 2024 yang diusung kali ini adalah penggalan ayat Alkitab Lukas Bab 2 Ayat 15. Penggalan ayat tersebut berbunyi, "Marilah sekarang kita ke Bethlehem ...".

Artinya, Gereja-gereja yang berada di bawah naungan PGI biasanya akan menerapkan tema ini dalam liturgi, khotbah, dan berbagai kegiatan Natal lainnya. Meski begitu, penerapannya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi gereja-gereja di seluruh wilayah Indonesia.

Selamat Natal dan Tahun Baru saudaraku non muslim. ([email protected])

Berita Terbaru

Gerindra Unggul di Jatim, Ketua Fraksi Alvis Ingatkan Kader Tidak Terlena Sampai 2029

Gerindra Unggul di Jatim, Ketua Fraksi Alvis Ingatkan Kader Tidak Terlena Sampai 2029

Kamis, 03 Sep 2026 19:16 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 19:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Elektabilitas Partai Gerindra yang menempati posisi teratas dalam survei politik terbaru di Jawa Timur mendapat respons dari Ketua…

Trans Jatim Jadi Program Terpopuler Khofifah-Emil, Kepuasan Warga Capai 82,5 Persen

Trans Jatim Jadi Program Terpopuler Khofifah-Emil, Kepuasan Warga Capai 82,5 Persen

Kamis, 03 Sep 2026 19:13 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 19:13 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei terbaru kepuasan warga terhadap program-program Gubernur Jawa…

MGN Law Firm Pesimis, Tanpa Pengawasan Ketat Target PAD 1 Triliun Sulit Tercapai

MGN Law Firm Pesimis, Tanpa Pengawasan Ketat Target PAD 1 Triliun Sulit Tercapai

Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan -  Upaya Pemkab Lamongan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditarget mencapai Rp 1 Triliun, mendapat tanggapan …

Fraksi Golkar Kawal Program Prokesra Bank UMKM Berikan Subsidi Bunga Rp 19 Miliar

Fraksi Golkar Kawal Program Prokesra Bank UMKM Berikan Subsidi Bunga Rp 19 Miliar

Kamis, 03 Sep 2026 16:54 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Timur menginisiasi agar Program Kredit Sejahtera (Prokesra) mendapat dukungan dalam Perubahan APBD (…

Manfaatkan Digitalisasi, Lamongan Optimis Target PAD Rp 1 Triliun Tercapai

Manfaatkan Digitalisasi, Lamongan Optimis Target PAD Rp 1 Triliun Tercapai

Kamis, 03 Sep 2026 16:16 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 16:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Inovasi kembali ditorehkan oleh Kabupaten Lamongan, salah satunya bagaimana meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang…

Perubahan APBD 2026 Fokus Kebutuhan Prioritas

Perubahan APBD 2026 Fokus Kebutuhan Prioritas

Kamis, 03 Sep 2026 16:15 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 16:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Pemerintah Kabupaten Lamongan menyusun Rancangan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026…