Atasi Permasalah Sampah, DLH Tulungagung Bangun TPST Sumberdadi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Penumpukan sampah di area sekitar Pasar Hewan Tulungagung, Jawa Timur. SP/ TLG
Ilustrasi. Penumpukan sampah di area sekitar Pasar Hewan Tulungagung, Jawa Timur. SP/ TLG

i

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Persoalan sampah di wilayah Tulungagung, Jawa Timur yang mencapai 120 ton per hari yang dari jumlah itu, 60 persen diantaranya berupa sampah organik, membuat banyak warga sekitar gelisah dan merasa tidak nyaman. 

Akhirnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tulungagung membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Desa Sumberdadi, Kecamatan Sumbergempol, sebagai upaya penyelesaian sampah.

Pasalnya, pertumbuhan penduduk membuat banyak rumah tidak punya tempat pengolahan sampah mandiri. Akibatnya banyak tempat pembuangan sampah liar termasuk di tepi jalan. Parahnya, tak jarang warga membuang bungkusan sampah ke aliran sungai.

Menindaklanjuti hal itu, DLH Tulungagung memanfaatkan lahan seluas 8 ribu meter persegi dan menggunakan teknologi modern untuk mengolah sampah non-organik, khususnya plastik.

"TPST ini akan mengurangi sampah yang masuk ke TPA Segawe hingga 50 persen, dengan kapasitas pengolahan sekitar 40-50 ton per hari," jelas Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLH Tulungagung, Yudha Yanuar Hadi, Rabu (22/01/2025).

Sedangkan untuk merealisasikan rencana kerja tersebut, DLH Tulungagung menggandeng pihak swasta untuk membangun TPST, mengingat kebutuhan anggaran yang mencapai Rp 150 miliar. Dan saat ini, proses studi kelayakan dan detail desain sedang diselesaikan.

"Plastik yang diolah di TPST akan digunakan sebagai campuran batu bara untuk keperluan industri. Dengan teknologi ini, sampah tidak hanya ditangani tetapi juga dimanfaatkan secara ekonomis," jelas Yudha.

Sebagai informasi, pembangunan TPST itu dirancang berbeda dengan TPA. Selain memilah sampah, fasilitas ini akan mengolah limbah menjadi produk bernilai tambah. Adapun lokasi TPST berada sekitar 500 meter dari permukiman warga, sehingga dipastikan tidak mengganggu aktivitas masyarakat sekitar.

"Dari luas lahan 8.000 meter persegi, bangunan TPST hanya memerlukan 2.000-3.000 meter persegi. Sisanya akan digunakan untuk fasilitas pendukung," tambahnya.

Dengan beroperasinya TPST, diharapkan masalah sampah di Kabupaten Tulungagung dapat diatasi secara berkelanjutan, sekaligus mendukung program pelestarian lingkungan. Serta dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah. tl-01/dsy

Berita Terbaru

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…

Bgn Efisiensi Anggaran MBG Rp44 T Wujud Perbaikan Tata Kelola

Bgn Efisiensi Anggaran MBG Rp44 T Wujud Perbaikan Tata Kelola

Jumat, 30 Okt 2026 03:07 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:07 WIB

SURABAYAPAGI.com - Badan Gizi Nasional (BGN) telah melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp44 triliun selama 100 hari kepemimpinan Kepala BGN Sudaryono sebagai…

Airlangga Optimistis Rupiah Tak Akan Tembus Rp 19.000

Airlangga Optimistis Rupiah Tak Akan Tembus Rp 19.000

Jumat, 30 Okt 2026 03:06 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:06 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimistis nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tidak akan menembus level Rp…