Jumat Berkah

Rasulullah SAW juga Pemain Politik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Selasa, 4 Februari 2024 lalu diselenggarakan sarasehan Ulama di The Sultan Hotel & Residence Jakarta. Acara ini dibuka oleh Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf. Hadir Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang memberikan keynote speech.

Hari lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-102 kali ini dirayakan dengan berbagai kegiatan, salah satunya sarasehan ulama yang membahas Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Acara ini dihadiri oleh ratusan pimpinan NU dan pakar dari berbagai bidang juga ada acara diskusi. Antara lain 'Kolaborasi untuk Penguatan SDM yang Berdaya Saing Tinggi Menuju Indonesia dengan Pertumbuhan Ekonomi Tinggi'. Acara ini mengundang sejumlah narasumber, salah satunya Rektor Universitas Indonesia Prof. Heri Hermansyah, serta pakar lainnya.

Acara ulama NU ini ada politiknya. Soal ulama berpolitik dalam Islam juga diatur. Menurut sejarah Islam, tujuan Politik Islam sebenarnya, Islam itu tidak bisa dipisah dari politik. Sebab, Islam itu agama yang punya sistem sempurna dalam kehidupan. Bukan saja mengatur syariat ibadah, tapi Islam juga mengatur dasar-dasar negara. Maka, Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah dalam bukunya al-Thuruq al-Hukmiyyah Fi al-Siyasah al-Syariyyah dengan tegas mengatakan, politik adil itu adalah bagian dari Islam.

Sebab, sistem politik Islam ialah sebuah sistem konfrehensif yang bersumber kepada ketuhanan untuk mengatur urusan hidup manusia dan menjaga agama serta negara di bawah kekuasaan pemimpin Islam.

Dan sistem politik Islam itu bertujuan menerapkan syariat Islam, mengembangkan dakwah Islam, dan merealisasikan keagungan Islam. Dan tujuan mulia itu mesti ditopang dengan keyakinan kepada akidah Islam, kepada hukum Allah SWT, dan kepada sumber asli peraturan Islam. Begitu penegasan Prof Ahmad Ghalus dalam bukunya al-Nizham al-Siyasy Fi al-Islam.

Syaikh Yusuf al-Qaradhawi dalam bukunya Min Fiqh al-Daulah Fi al-Islam, menyatakan pembahasan ibadah dalam fiqh juga ada kaitannya dengan politik. Contohnya, suatu yang disepakati dalam Islam, orang yang meninggalkan ibadah salat, atau tidak mau membayar zakat, atau terang-terangan makan di siang Ramadan, ada sanksinya.

Bahkan, bisa akan diperangi, jika yang melakukan pelanggaran itu merupakan kekuatan tertentu dalam sebuah negara Islam. Sebagaimana yang dilakukan Khalifah Abu Bakar Shiddiq. Beliau memerangi sekelompok kekuatan umat Islam yang enggan membayar zakat. Bukan hanya itu, diri seorang muslim itu juga seorang politisi, dan kepedulian seorang muslim terhadap persoalan umat Islam itu juga disebut kepedulian politik.

Bahkan dalam praktiknya, Islam juga menetapkan tanggung jawab politik kepada setiap muslim untuk hidup di sebuah negara dengan mengangkat pemimpin yang menerapkan syariat Islam. Jika seorang muslim tidak melakukan itu, maka dia dianggap mati jahiliyah (HR Imam Muslim).

Maka, hubungan agama dengan politik itu bagaikan hubungan kedokteran dengan manusia. Yaitu pengobatan dan pencegahan, bukan hubungan perlawanan. Buktinya, para Nabi utusan Allah SWT itu merupakan para pimpinan yang mulia. Rasulullah SAW juga pemain politik, dari politik dakwah dan pendidikan hingga politik pembentukan negara. Subhanallah. ([email protected])

 

By

Lordna Putri

Tag :

Berita Terbaru

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Lewat Bantuan Beasiswa, Pemkab Dorong Anak Tetap Sekolah di Lumajang

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui bantuan pendidikan berupa beasiswa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas)…

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

ULTIMA II Hadir di Surabaya, Perkenalkan Inovasi Teknologi CollaSence™ melalui Beauty Exhibition 

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

Sabtu, 26 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya – Memahami kebutuhan kulit menjadi salah satu langkah penting dalam menentukan ritual perawatan yang sesuai kebutuhan. Berangkat dari k…

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…