Marak Kekerasan Pada Perempuan, Cahyo Sebut Kasus KDRT Harus Dapat di Proteksi BPJS

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya - Cahyo Harjo Prakoso dari Komisi E DPRD Jawa Timur berharap korban KDRT (Kekerasan dalam Rumah Tangga) mendapatkan proteksi dari BPJS.

Harapan ini disampaikan Cahyo karena beberapa tahun terakhir marak KDRT yang dialami perempuan sehingga ketika sarasehan tentang kesehatan antara DPRD Jatim dengan tokoh masyarakat serta Direktur RSUD Dr. Soetomo Surabaya Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa dirinya menyampaikan aspirasi yang diserapnya.

"KDRT itu padahal sering terjadi kan, perempuan KDRT itu tidak dicover BPJS. Salah satu harapan, karena tindakan KDRT ini sekarang marak ya," terangnya di hotel ELMI Surabaya. Sabtu (8/2/2025).

Tak hanya berharap korban KDRT dicover BPJS, Cahyo pun memandang penyakit lain seperti Hemofilia juga tercover BPJS.

"Harapannya ada penyempurnaan skema atau jenis penyakit yang dicover BPJS," tegasnya.

Penyempurnaan skema BPJS ini juga meliputi rentang waktu perawatan yang dialami pasien, sebagai contoh penyakit kanker yang harus mendapatkan perawatan secara berkala, tapi terkendala oleh aturan yang berlaku yakni harus menunggu 7 hari untuk memperolah perawatan lagi setelah dirawat oleh rumah sakit.

"Dia (pasien) misalkan masuk terus habis gitu keluar. Dia untuk bisa masuk lagi rumah sakit dan ditanggung BPJS itu minimal 7 hari, jadi misalnya sakitnya hari Senin terus hari Rabu masuk rumah sakit lagi dia tidak ditanggung BPJS, kalau saya nggak salah kalau saya menangkap aspirasi masyarakat dan aspirasi rumah sakit," ujarnya.

"Padahal memang harus masuk misalnya jenis penyakitnya kanker kan harus masuk lagi, harus perawatan lagi tapi karena BPJS melarang 7 hari harus menunggu dia keburu mati," sambungnya.

Cahyo memahami aturan rentang waktu perawatan tersebut untuk perputaran uang BPJS berjalan baik, tapi demi kesehatan masyarakat maka skema yang sekarang perlu penyempurnaan dari pemerintah pusat dan kementerian kesehatan.

Dalam sarasehan tentang kesehatan tersebut, Cahyo menilai pelayanan BPJS di RSUD termasuk di rumah sakit Dr. Soetomo dan di Jawa Timur sudah cukup baik meskipun masih ada problematika.

Prof. Dr. Cita Rosita Sigit Prakoeswa selaku direktur RSUD Dr. Soetomo mengapresiasi sarasehan yang digelar Komisi E DPRD Jatim, termasuk membahas isu BPJS, karena di tempatnya sekitar 80 persen pasiennya dilindungi oleh BPJS.

"Jadi kami 85 persen itu BPJS, jadi di poli itu BPJS tok. Kalau pasien non asuransi itu di gedung terpisah, nggak boleh bareng dengan BPJS," tuturnya.

Dengan banyaknya pasien BPJS, Prof Cita mengatakan semua itu dilakukan untuk memberikan layanan optimal kepada masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan dari rumah sakit milik provinsi.

"Kami selalu berkoordinasi dengan bapak Cahyo dan juga sering kmi berkoordinasi dengan kawan-kawan lainnya untuk kesehatan masyarakat. Jadi apapun masalah tentu RSUD Dr. Soetomo itu jauh dari sempurna tapi kami berusaha berbenah tapi kami langsung menindaklanjuti apapun yang ada dipermasalahan masyarakat yang terkait dengan rumah sakit," pungkasnya. Byb

Berita Terbaru

Mudahkan Jamaah Beribadah ke Tanah Suci, PCNU Lamongan Gandeng Travel Umrah Sunan Drajat

Mudahkan Jamaah Beribadah ke Tanah Suci, PCNU Lamongan Gandeng Travel Umrah Sunan Drajat

Kamis, 03 Sep 2026 22:22 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 22:22 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lamongan terus memperkuat ikhtiar memberikan kemudahan dan pelayanan kepada jamaah. Salah s…

Gerindra Unggul di Jatim, Ketua Fraksi Alvis Ingatkan Kader Tidak Terlena Sampai 2029

Gerindra Unggul di Jatim, Ketua Fraksi Alvis Ingatkan Kader Tidak Terlena Sampai 2029

Kamis, 03 Sep 2026 19:16 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 19:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Elektabilitas Partai Gerindra yang menempati posisi teratas dalam survei politik terbaru di Jawa Timur mendapat respons dari Ketua…

Trans Jatim Jadi Program Terpopuler Khofifah-Emil, Kepuasan Warga Capai 82,5 Persen

Trans Jatim Jadi Program Terpopuler Khofifah-Emil, Kepuasan Warga Capai 82,5 Persen

Kamis, 03 Sep 2026 19:13 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 19:13 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI) merilis hasil survei terbaru kepuasan warga terhadap program-program Gubernur Jawa…

MGN Law Firm Pesimis, Tanpa Pengawasan Ketat Target PAD 1 Triliun Sulit Tercapai

MGN Law Firm Pesimis, Tanpa Pengawasan Ketat Target PAD 1 Triliun Sulit Tercapai

Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 17:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan -  Upaya Pemkab Lamongan dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang ditarget mencapai Rp 1 Triliun, mendapat tanggapan …

Fraksi Golkar Kawal Program Prokesra Bank UMKM Berikan Subsidi Bunga Rp 19 Miliar

Fraksi Golkar Kawal Program Prokesra Bank UMKM Berikan Subsidi Bunga Rp 19 Miliar

Kamis, 03 Sep 2026 16:54 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Timur menginisiasi agar Program Kredit Sejahtera (Prokesra) mendapat dukungan dalam Perubahan APBD (…

Manfaatkan Digitalisasi, Lamongan Optimis Target PAD Rp 1 Triliun Tercapai

Manfaatkan Digitalisasi, Lamongan Optimis Target PAD Rp 1 Triliun Tercapai

Kamis, 03 Sep 2026 16:16 WIB

Kamis, 03 Sep 2026 16:16 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Inovasi kembali ditorehkan oleh Kabupaten Lamongan, salah satunya bagaimana meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang…