SURABAYAPAGI.COM, Bali - Pengacara Hotman Paris, pemegang saham PT Kreasi Bali Prima yang menaungi Atlas Super Club, sejak Sabtu (9/2) kebingungan.
Hotman Paris meminta maaf kepada umat Hindu di Bali melalui video yang diunggah akun Instagram hotmanparisofficial. Sementara itu, ratusan karyawan Atlas meminta maaf secara niskala melalui upacara bendu piduka dan guru piduka di Pura Desa Adat Berawa, Tibubeneng, Kuta Utara.
Ini terkait polemik penayangan visual Dewa Siwa saat pertunjukan DJ di kelab malam yang berlokasi di Berawa, Kuta Utara, Badung, Bali.
Polemik bermula ketika video pertunjukan musik DJ di Atlas Super Club yang dipenuhi pengunjung viral di media sosial. Ruang pertunjukan DJ tampak gemerlapan dengan cahaya kelap-kelip disertai musik ajojing yang berdentum.
Sekelebat kemudian, layar di belakang dj (diskJoki) tiba-tiba menayangkan gambar menyerupai Dewa Siwa. Penayangan visual dewa pelebur menurut ajaran Hindu itu sontak menuai pro-kontra. Bahkan, sekelompok massa di Bali meminta agar Atlas Super Club ditutup.
Pengacara Hotman Paris akhirnya meminta maaf kepada umat Hindu Bali terkait polemik penayangan visualisasi Dewa Siwa saat pertunjukan musik DJ di Atlas. Ia menyebut penayangan visual Dewa Siwa tersebut akibat keteledoran salah satu karyawan di kelab malam itu.
"Kami dari pihak Atlas, untuk yang kesekian kali memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada umat Hindu Bali atas kesalahan atau keteledoran salah satu pegawai Atlas yang menayangkan sesuatu yang tidak sepantasnya ditayangkan," ujar Hotman melalui unggahan video di akun Instagram hotmanparisofficial seperti dilihat Surabaya Pagi pada Minggu (9/2/2025).
Hotman mengungkapkan tayangan yang memperlihatkan visual Dewa Siwa itu hanya berlangsung kurang dari 1 menit. Menurutnya, latar belakang bergambar dewa dengan ular kobra melilit di leher itu langsung dihentikan saat DJ party berlangsung. n do, bl, rmc
Editor : Moch Ilham