Erick Thohir, Jelang Kualifikasi Piala Dunia 2026, Lawan Australia 20 Maret 2025, PSSI Masih Cari Direktur Teknis
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Ketua Umum PSSI Erick Thohir menjelaskan proses naturalisasi Emil Audero Mulyadi penuh lika-liku. Emil merupakan kiper Como 1907 yang dipinjamkan ke Palermo. Pemain 28 tahun ini lahir di Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat pada 18 Januari 1997.
Sudah cukup lama nama Emil dikait-kaitkan dengan Indonesia. Namun hal tersebut tidak kunjung terwujud. Kini, di 2025, Emil bersedia menjadi warga negara Indonesia (WNI).
Emil Audero saat ini memperkuat Palermo dengan status pinjaman di Serie B. Kiper berusia 28 tahun ini terbilang berpengalaman karena pernah memperkuat tim-tim yang tampil di Serie A macam Sampdoria, Inter, dan Como.
PSSI Akui Kesulitan Naturalisasi Jairo Riedewald
Alasan PSSI Naturalisasi Emil Audero, Dean James, Joey Pelupessy. Erick tak ingin membahas soal mengapa Emil tidak membela Timnas Indonesia sejak lama. Baginya setiap individu punya latar belakang keputusan masing-masing.
"Ya, dinamika masing-masing Pemain. Tentu punya pilihan-pilihan. Kita tahu Waktu itu kan Emil berusaha menjadi salah satu kiper utama di Inter Milan waktu itu."
"Tentu persaingannya tinggi. Namanya juga Inter Milan, Juventus. Nah, tentu ya ada pertimbangan lain dan kita tidak tahu," kata Erick di GBK Arena, Sabtu (22/2).
Menurut Erick, yang utama dalam proses naturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia, tak ada unsur komersial. Hal itu berarti PSSI tidak menawarkan keuntungan dari soal materi saat pemain keturunan berminat bergabung dengan Timnas Indonesia.
"Yang penting kami dari PSSI tidak mau ada kesan begini, bahwa para pemain ini bergabung karena ada komersialisasi," ucap Menteri BUMN ini menjelaskan.
Mantan Presiden Klub Inter Milan itu menegaskan, pemain-pemain keturunan yang bersedia membela Timnas Indonesia, semuanya karena panggilan hati nurani.
"Pemain ini bergabung karena percaya program kita yang serius. Mereka bergabung dengan hati mereka. Nah, prosesnya seperti ini, tapi saya rasa luar biasa dua tahun terakhir," ujarnya.
Ngaku Kesulitan Temukan Dirtek
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, mengaku kesulitan menemukan dirtek yang pas karena mau mencari yang tinggal penuh di Indonesia.
Dirtek juga perlu melakukan kunjungan-kunjungan ke semua daerah di Indonesia untuk melihat bakat-bakat dan penyesuaian program sepakbola nasional.
PSSI diketahui telah lama mencari direktur teknik baru guna menggantikan Indra Sjafri yang fokus bersama Timnas Indonesia U-20.
Sosok dirtek menjadi sangat penting ditetapkan karena tugas berat untuk membuat program pengembangan sepakbola nasional.
"Ya targetnya tanggal 28 (Februari) seperti yang saya sampaikan. Maunya dipercepat tapi belum. Karena kan biasa negosiasi kontrak berapa lama, job desk-nya apa, bebannya apa," kata Erick dalam jumpa persnya di GBK Arena, Sabtu (22/2/202).
"Ya dinamika seperti itu ada dan saya belum tanda tangan sampai hari ini. Masih ada waktu berapa? Enam -tujuh hari. Ya siapa tahu dapat. Tadi saya masih pantau lagi karena saya sudah tahu pertanyaan itu," lanjutnya.
"Proposalnya juga kita sudah dikirimkan tiga hari yang lalu. Tapi belum direspons. Ya sabar, namanya juga pingin. Jadi mudah-mudahan ya kalau Senin sepakat dengan isi kontraknya ya baru kita umumkan. Tanggal 27, 28 (Februari)," kata Erick.
Bertanding 20 Maret
Timnas Indonesia akan kembali menghadapi agenda Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada 20 Maret dengan bertamu ke Australia.
Ketika ditemui dalam sebuah acara di Jakarta, Sabtu (22/2) sore, Erick memaparkan rencana Timnas Indonesia sebelum bertolak ke Negeri Kanguru.
"Yang saya tahu sebagian akan kumpul di sini [Jakarta], arena liga akan berhenti empat hari sebelum FIFA matchday. Jadi komitmen selama tiga tahun, jadi liga akan men-support. Jadi pemain-pemainnya bisa training di awal," kata Erick.
Sementara pemain-pemain yang berkarier di Eropa bakal langsung bergabung di Australia dan tidak berkumpul di Indonesia.
"Beberapa pemain saya rasa yang internasional langsung kesana karena kayak Maarten Paes dari Dallas Ke Eropa berapa jam itu, mungkin bisa 24 jam, lebih kali sama transit. Jadi, ya sebagian besar yang dari luar negeri kesana," jelas Erick.
Pelatih Patrick Kluivert belum memutuskan pemain yang akan dibawa dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026, namun beberapa hari lalu ketua Badan Tim Nasional (BTN) Sumardji menyatakan ada 27 pemain yang akan dipanggil ke Timnas Indonesia dalam rangka menghadapi Australia.
Setelah duel menghadapi skuad Socceroos, Timnas Indonesia akan meladeni Bahrain dalam laga kandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada 25 Maret.
Poin dari dua laga tersebut penting dalam menjaga kans skuad Merah Putih menuju Piala Dunia 2026.
Saat ini Timnas Indonesia menempati peringkat ketiga di Grup C dengan enam poin, di bawah Jepang dan Australia serta unggul selisih gol atas Arab Saudi, Bahrain, dan China.
Peringkat pertama dan kedua akan langsung lolos ke Piala Dunia 2026, sementara peringkat ketiga dan keempat bakal melaju ke fase lanjutan kualifikasi. n jk/erc/rmc
Editor : Moch Ilham