Dorong Industri Farmasi Lokal, BPOM Manfaatkan Tanaman Obat Asli Indonesia

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SurabayaPagi, Surabaya - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., MD., Ph.D., mengajak industri farmasi dalam negeri untuk memanfaatkan potensi besar bahan herbal atau tanaman obat asli Indonesia.

Ia menyatakan bahwa Indonesia memiliki sekitar 17.200 jenis tanaman obat yang sudah teridentifikasi, namun hanya 21 yang telah diakui sebagai fitofarmaka atau obat tradisional terstandar ilmiah.

Taruna menyampaikan hal ini saat membuka acara Intensifikasi Asistensi Regulator Obat: Tingkatkan Kepatuhan dan Kemandirian Obat dan Bahan Obat Lokal, yang Aman, Berkhasiat, dan Bermutu di Surabaya pada Selasa (25/2/2025). 

Menurutnya, meskipun potensi tanaman obat Indonesia sangat besar, industri farmasi lokal belum serius menggarapnya. Padahal, tren gaya hidup dunia yang kembali mengarah ke alam membuka peluang bagi obat berbahan herbal, termasuk untuk pengobatan berbagai penyakit.

"Obat-obatan asli Indonesia bisa menjadi bahan baku untuk obat ekstrak. Misalnya, kina yang diekstrak dari batangnya, bisa menjadi obat anti-malaria. Ada juga tanaman yang memiliki potensi sebagai anti-piretik, anti-inflamasi, bahkan bisa dikembangkan menjadi obat anti-kanker," jelas Taruna.

Untuk mempercepat penelitian dan pengembangan obat herbal ini, BPOM berinisiatif menghubungkan industri farmasi dengan perguruan tinggi melalui konsep ABG (Academic, Business, and Government). Dengan dukungan kampus-kampus besar seperti Universitas Indonesia, ITB, dan IPB, BPOM berharap dapat mempercepat riset terhadap 17.200 tanaman obat yang ada.

"Kami ingin menghubungkan kepentingan industri dengan kampus untuk menciptakan kolaborasi yang produktif. Sekarang sudah ada 185 kampus yang terlibat, dan kami berharap dapat melibatkan lebih banyak lagi," ujar Taruna.

Selain itu, BPOM juga berupaya meningkatkan kepatuhan industri farmasi terhadap regulasi, seperti sertifikasi obat, cara pembuatan yang baik, serta izin edar dan distribusi. Sebagai bagian dari upaya tersebut, BPOM memberikan kemudahan dalam pengurusan izin edar obat-obatan baru.

Dulu, proses ini membutuhkan waktu hingga 300 hari kerja, namun sekarang hanya memerlukan waktu 90 hari.

"Ini adalah bentuk dukungan kami untuk mempermudah proses pengembangan obat-obat baru di Indonesia," tambah Taruna.

Acara tersebut juga dihadiri oleh sejumlah perusahaan farmasi yang menerima sertifikat izin edar obat generik dan sertifikat Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). BPOM juga berambisi untuk menjadi bagian dari WHO Listed Authority (WLA), yang akan meningkatkan reputasi sistem regulasi obat Indonesia di dunia internasional.

Dengan upaya ini, BPOM berharap Indonesia bisa menjadi negara yang mandiri dalam hal produksi obat, dengan meningkatkan kualitas dan keamanan obat lokal serta mendukung pertumbuhan industri farmasi di tanah air. Byb

Tag :

Berita Terbaru

MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

Sabtu, 17 Okt 2026 19:54 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan  – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamongan melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Pengurus Cabang Na…

Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

Sabtu, 17 Okt 2026 19:51 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:51 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Industri perhiasan bersiap menghadapi perubahan tren pada 2027. Desain berukuran besar dengan bobot lebih ringan, pilihan warna yang s…

Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga

Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga

Sabtu, 17 Okt 2026 19:15 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Favehotel Sidoarjo selalu berinovasi untuk memberikan pengalaman menginap yang menarik dan menyenangkan bagi para tamu …

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Tak kurang waktu dari 24 Jam, Unit PPA Sat.Reskrim Polres Blitar Kota bersama dengan Polsek Srengat berhasil mengungkap pelaku…

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto, – Mantan Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H., berpamitan kepada wartawan yang tergabung da…

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Harapan Nur Fadillah untuk memiliki rumah yang layak huni mulai menemukan titik terang. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai p…